Cara Mengatasi Warung Sembako Banyak Yang Ngutang

by :

Terutama didaerah pedesaan memiliki warung sembako yang laris belum tentu sepenuhnya memberi keuntungan yang baik.

Kenapa?kita tahu usaha sembako tradisional rata-rata memiliki keuntungan antara 3%-7%,jika keuntungan tersebut dikalikan banyaknya pembeli tentu akan menjadi sebuah bisnis yang lumayan.

Sayangnya meski banyak pelanggan di daerah pedesaan kadang sering dijumpai usaha sembako justru menderita kerugian lantaran besarnya beban dari pelanggan yang ngebon alias berhutang.

Saat mereka para pembeli yang ngebon ini membayar belanjaannya ternyata harga beli kadang sudah naik melebihi dari harga jual ketika mereka membeli barang-barang belanjanya.

Sementara tidak sedikit juga yang sulit untuk membayar belanjaannya hingga merekapun pindah ke warung lain.

Entah alasan ekonomi atau memang mereka enggan untuk membayar,bagi pengusaha pemula yang juga memiliki modal pas-pasan tentu ini sebuah dilema.

Bisa saja kita ingin berbuat kebaikan dengan memberikan bon kepada mereka namun melihat keadaan keuangan dan stok yang barang terus berkurang tentu membuat masalah dan jika berlarut-larut bisa-bisa usaha tutup sebelum berkembang.

Bagi yang ingin membuka usaha warung sembako dan ingin usahanya lancar tanpa ancaman bangkrut lantaran banyaknya beban pelanggan yang berhutang mungkin bisa menerapkan beberapa trik di bawah ini.

Meniru Sistem Jualan Dan Pembayaran Ala Minimarket

Rata-rata warung sembako terutama di daerah pedesaan mereka mendesain tokonya sederhana dan sistim jualan dilayani.

Sistim ini sudah sangat akrab dengan lingkungan daerah kecil.

Sayangnya sistim tersebut cenderung memungkinkan banyaknya pelanggan untuk membeli barang dengan berhutang.

Bahkan pada barang-barang yang sebenarnya bukan termasuk kebutuhan pokok atau penting seperti rokok dan makanan atau minuman ringan.

Belajar dari situ membangun warung sembako semi modern dengan sistim layaknya minimarket bisa menjadi pilihan untuk mengurangi resiko banyaknya pelanggan untuk ngebon.

Mendesain warung sedemikian rupa sehingga para pembeli bisa memilih sendiri barang belanjaanya dan kemudian membayarnya ke kasir dengan sistim terintegrasi seperti layaknya mini market.

Barangkali kita akan dibebani dengan peralatan kasir karena membutuhkan printer,namun mengingat fungsi jangka panjangnya ini tetap lebih menguntungkan karena pembeli akan paham jika kita mengharap pembayaran kontan.

Namun bagi mereka yang memiliki masalah keuangan membeli komputer sebagai media kalkulasi belanja pelanggan tentu terlalu mahal.

Ada cara lain seperti menggunakan kalkulator yang memiliki fungsi ganda sebagai printer hasil perhitungan.

Atau bisa juga menggunakan smartphone android dan menggunakan aplikasi pembayaran gratis yang bisa diunduh di play store,sementara printernya kita bisa membeli model mini yang bisa dipasangkan dengan aplikasi tersebut dengan harga yang terjangkau.

Memasang Peringatan Sistim Pembayaran

Tepat diatas meja kasir kita bisa membuat papan tulisan sistim pembayaran dengan desain yang rapi,bisa anda mendesain sendiri atau meminta bantuan percetakan untuk hasil lebih baik.

Contoh tulisan tersebut bisa saja seperti:

-Pelanggan Yth,Sekarang Ini Kami Hanya Menerima Tunai.

-Terimakasih Telah Berbelanja,Sekarang Ini Kami Hanya Menerima Cash.

Banyak warung yang menulis “kami tidak menerima hutang atau bon” dan sebagainya.

Disamping kesan terlalu kasar namun juga terlihat kurang menarik.

Menjalankan dua trik diatas pada awal membuka warung sembako setidaknya meminimalkan hutang dari pelanggan yang kurang bertanggung jawab.

Kita bisa saja tetap melayani hutang dalam jumlah terbatas kepada mereka yang dirasa benar-benar membutuhkan,pada kebutuhan dasar atau pokok saja.

Meski cara ini efektif namun bukan berarti bisa berjalan mulus,karena beberapa sebab,salah satu diantaranya adalah karena sistim jualan minimarket masih asing terutama didaerah pedesaan,sehingga pada awal buka mungkin akan mengalami kesulitan mendapatkan pelanggan.

Banyak pelanggan lebih memilih untuk mencari warung yang bisa memberi belanja sisitm bon di awal usahanya.

Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa menerapkan beberapa strategi.

1.Memilih Lokasi Yang Tepat

Lokasi yang tepat sangat penting karena desain warung sembako semi modern bisa saja kesulitan meraih pelanggan warga sekitar setidaknya pada awal-awal usaha dibuka.

Namun dengan memilih lokasi yang tepat seperti mendirikan warung sembako di depan jalan utama desa bisa berpeluang mendapatkan pembeli bukan saja dari warga dimana warung tersebut didirikan namun bisa menjaring pembeli dari pengendara yang berlalu lalang di jalan utama desa tersebut.

2.Pelayanan Yang Lebih Baik

Karena kita tidak mengharap mereka para pelanggan belanja dengan berhutang maka perlu kita memberikan pelayanan yang lebih baik sebagai salah satu faktor keunggulan usaha kita di banding mereka warung sembako yang masih menjalankan sisitim tradisional.

Menyapa ramah dan ucapan terima kasih merupakan hal wajib di berikan kepada siapa saja pembeli yang berbelanja ke tempat kita

Jangan sungkan menanyakan kabarnya apalagi jika mereka adalah pelanggan tetap.

3.Berikan Harga Yang Lebih Baik

Umumnya pemilik toko sembako yang memberikan sistim ngebon akan memberikan harga sedikit agak mahal karena harus menutupi kemungkinan rugi pada harga barang yang dihutang.

Kita sebagai penjual yang mengharap pembayaran kontan akan efektif dengan memberikan harga sedikit saja lebih rendah daripada mereka para warung yang melayani penjualan untuk pelanggan yang berhutang.

Lambat laun ketika warga memahami berbagai keunggulan dan kenyamanan berbelanja yang kita tawarkan maka tidak sulit menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap kita.

Jika merasa sedikit saja manfaat,bantu kami dengan klik Sukai Halaman Facebook Hinyong dibawah,dukungan anda sangat berarti.
Loading...

Tinggalkan Balasan

   
Copyright© Hinyong 2018
Tentang Hinyong| Hubungi Hinyong| Privacy Policy|Disclaimer|Terms Of Services|Sitemap