Analisa dan Perencanaan Usaha Fotokopi(Fotocopy) Sederhana

by :
usaha foto kopi

Ingin membuka usaha fotokopi namun masih bingung bagaimana cara memulainya?

Hinyong ingin berbagi tips bagaimana cara memulai usaha fotokopi beserta analisa anggaran dan keuntungannya.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dengan serius sebelum terjun menjadi pengusaha fotokopi agar usaha anda sukses dengan cepat.

Apa saja persiapan yang harus dilakukan?

Niat dan Fokus

Niat yang kuat dan fokus pada usaha yang akan dijalani merupakan syarat awal agar kita bisa lebih terarah.

Dengan fokus pada usaha (dalam hal ini usaha fotokopi) yang akan dijalankan maka kita bisa maksimal merencanakan usaha tersebut dengan lebih baik.

Perencanaan Usaha

Rencana Usaha
Rencana Usaha

1.Perkiraan Anggaran

Modal awal dalam usaha merupakan hal penting yang harus di perhitungan dengan teliti untuk mendapatkan perkiraan anggaran yang harus dipersiapkan.

Mendapatkan metode dalam menentukan perencanaan perkiraan anggaran bisa dengan bertanya kepada pengusaha foto kopi yang telah lebih dulu sukses atau dengan mencuri ilmu dari usaha sejenis yang ada di sekitar lingkungan kita.

Perhatikan sebuah usaha yang telah sukses dan apa saja peralatan yang diperlukan dan layanan apa saja yang disediakan.

Kemudian membuat catatan dan menggali informasi berapa dana yang di butuhkan untuk membeli peralatan-peralatan tersebut.

Di jaman era informasi sekarang ini mendapatkan informasi harga peralatan fotokopi bukan merupakan hal yang sulit.

Bahkan semua informasi sudah ada dalam genggaman.

Tinggal gunakan smartphone kemudian googling harga-harga peralatan yang telah di tulis dalam draftar.

Hasil masing-masing individu dalam memperkirakan anggaran bisa sangat bervariasi.

Hal ini dikarenakan harga peralatan dari berbagai merek berbeda-beda.

Bahkan bagi yang merasa memiliki keterbatasan modal bisa menggunakan metode pencarian peralatan usaha fotokopi dengan membeli barang bekas berkualitas dengan penghematan dana bisa mencapai 50% dibandingkan jika membeli produk baru dengan merek dan ukuran yang sama.

Membeli barang bekas juga memiliki tantangan tersendiri apalagi jika kita masih awam terhadap usaha fotokopi ini.

Jangan sampai membeli barang bekas dengan tujuan menghemat anggaran justru menjadi permasalahan besar di kemudian hari karena barang bekas seperti mesin fotokopi sering mengalami kerusakan atau macet saat mesin beroperasi.

Perlu bekal pengetahuan bagaimana cara memilih barang bekas namun kualitasnya masih bisa diandalkan.

Jika kita tidak yakin dalam memilih barang bekas yang bagus akan lebih baik jika meminta bantuan kepada mereka yang berpengalaman dan orang yang bisa dipercaya dalam mencari alat-alat fotokopi bekas guna menghindari salah memilih peralatan tersebut.

Bagi yang tidak memiliki permasalahan dengan besarnya modal usahasa fotokopi mengunakan alat-alat baru bukan suatu persoalan apalagi jika kita yakin potensi usaha fotokopi didaerah yang akan di dirikan usaha memiliki prospek yang sangat baik.

Selain peralalatan hal penting lain adalah biaya sewa atau pembelian kios usaha.

Bijak dalam menghitung anggaran dapat memperkecil pembengkakan biaya karena kita tahu usaha fotokopi meskipun harga jual perlembar fotokopi hanya recehan namun peralatan dan biaya tempat bisa dibilang memakan modal besar hingga puluhan juta rupiah bahkan ratusan juta tergantung besar kecil usaha yang akan dibangun.

Selain biaya diatas usaha fotokopi juga perlu usaha tambahan sebagai pelengkap usaha agar lebih mudah mendatangkan calon pembeli dan pemakai jasa usaha fotokopi kita.

Usaha yang sangat cocok disandingkan dengan usaha fotokopi adalah berjualan alat tulis kantor dan buku-buku sekolah,menyediakan jasa laminating,penjilidan buku dan juga jualan lain yang masih berhubungan seperti perlengkapan surat-menyurat termasuk perangko,amplop,materai tempel dan sebagainya.

Disamping itu dijaman serba digital sekarang ini kita juga perlu menyediakan layanan cetak dari soft kopi dengan menyediakan komputer sebagai media untuk membuka dokumen dari hard disk ataupun hard drive dan mencetak lewat printer,ataupun menyediakan jasa cetak online lewat komputer yang terintegrasi dengan internet,juga menyediakan jasa scan dokumen.

Untuk itu kita perlu membeli komputer atau laptop dan printer yang terhubung ke komputer sebagai peralalatan tambahan.

Harga jasa cetak dari komputer lebih mahal dibanding fotokopi biasa terutama untuk cetak berwarna.

Sebagai gambaran dibawah ini contoh rincian singkat perkiraan anggaran untuk sebuah usaha fotokopi beserta perlengkapan usahanya.

Perkiraan Anggaran dan Beban Biaya Perbulan Serta Target Keuntungan

Set Target Keuntungan
Set Target Keuntungan

Modal Awal

Berikut adalah contoh perkiraan anggaran simpel yang akan dihitung sebagai beban bulanan untuk mempermurah target pencapaian nantinya.

1.Sewa Kios Lokasi Strategis: Rp.12.000.000,-/tahun

Maka ditemukan biaya beban bulanan perbulan adalah Rp.12.000.000, : 12 =Rp.1000.000.-/bulan

2.Mesin Fotokopi bekas berkulitas:Rp.10.000.000,-

Kita anggap saja mesin fotokopi dapat dimaksimalkan untuk penggunaan selama 10 tahun /120 bulan maka akan ditemukan biaya beban bulanan:Rp.10.000.000,-/120=Rp.83.333,-/bulan

3.Laptop dan Printer :Rp.5.000.000,-

Kita anggap saja fungsi laptop dan printer bisa bertahan hingga 7 tahun atau 84 bulan maka beban biaya bulanan adalah:Rp.5.000.000,- : 84 =Rp.59.523,-

4.Alat Pendukung (Alat Laminating,Pemotong Kertas dsb) :Rp.3000.000,-

Jika alat pendukung bisa bertahan dalam jangka waktu 7 tahun atau 84 bulan maka ditemukan beban bulananya adalah:

Rp.3000.000,-:84=Rp.35.714,-

5.Rak Dan Meja Untuk Berjualan Alat Tulis:Rp.3000.000,-

Jika Rak dan Meja Bisa bertahan selama 10 tahun atau 120 bulan maka ditemui beban biaya bulan adalah :Rp.3000.000,- : 120=Rp.25.000/bulan

6.Biaya 1 Karyawan :Rp.1.500.000,-/bulan

Maka biaya beban bulanan karyawan adalah Rp.1.500.000,-

7.Biaya Listrik,Internet dan lain-lain Rp.500.000,-/bulan

Jadi biaya beban bulananya adalah tetap:Rp.500.000,-

8.Biaya Perawatan dan Tinta Mesin Fotokopi :Rp.150.000/bulan

Maka beban biaya bulanan adalah Rp.150.000,-/bulan

9.Alat Tulis dan Peralatan Kantor:Rp.7000.000,-

Karena pmbelian alat tulis dan peralatan kantor serta berbagai barang dagangan lain seperti amplop,perangko dan sebagainya merupakan modal berputar maka tidak dimasukan sebagai beban bulanan.

Namun tetap dimasukan sebagai modal awal usaha.

Dari serangkaian analisa sangat sederhana diatas maka ditemukan modal awal pada bulan pertama yang harus dipersiapkan adalah:

1.Kios Rp.12.000.000,-

2.Mesin Fotokopi: Rp.10.000.000

3.Laptop dan Printer:Rp.5.000.000,-

4.Alat Pendukung:Rp.3000.000,-

5.Rak Toko:Rp.3000.000,-

6.Karyawan:Rp.1000.000,-

7.Listrik ,Internet:Rp.500.000,-

8.Perawatan dan Tinta:Rp.150.000

9.Alat Tulis dan Alat Kantor:Rp.7.000.000,- +

Biaya Modal Awal:Rp.30.850.000,-

Simpanan Kas : Rp.3.000.000,- +

Total Dana Yang Disiapkan adalah:Rp.33.850.000,-

Setelah memperkirakan anggaran yang dipersiapkan selanjutnya kita perlu menghitung beban bulanan yang harus dtanggung selama usaha berjalan agar lebih mudah menganalisa keuntungan dan target yang harus dicapai.

Dari contoh diatas ditemui beban bulanan sebagai berikut.

1.Sewa Kios:Rp.1.000.000,-/bulan

2.Mesin Fotokopi:Rp.83.333,-/bulan

3.Laptop dan Printer:Rp.59.523,-/bulan

4.Alat Pendukung:Rp.35.714,-/bulan

5.Rak Toko : Rp.250.000,-/bulan

6.Karyawan : Rp.1000.000,-/bulan

7.Listrik dan Internet:Rp.500.000,-/bulan

8.Perawatan dan Tinta:Rp.150.000,-/bulan +

Total Beban Bulanan adalah:Rp.3.495.320,-

Singkatnya dari serangkaian analisa usaha fotokopi diatas maka kita menemukan beban yang ditanggung agar usaha berjalan lancar harus mendapatkan pendapatan kotor diatas Rp.3.495.320,- lebih,atau sekitar Rp.116.510,-/perhari.

Angka tersebut mungkin dianggap terlalu berat apalagi jika kita adalah pemula yang baru akan memulai usaha fotokopi.

Namun apakah benar mendapatkan keuntungan dengan beban bulanan seperti diatas sulit?

Berikut adalah gambaran pendapatan yang dihasilkan dari sebuah usaha fotokopi dengan target yang harus dicapai.

Target Pendapatan dan Keuntungan

Seperti apa yang dijabarkan diatas usaha forokopi yang akan didirikan adalah usaha fotokopi berorientasi jangka panjang hingga minimal 10 tahun kedepan.

Fokus dengan strategi dan pemilihan lokasi yang tepat akan sangat mungkin untuk mencapai target sesuai perencanaan.

Nanti dibawah akan dibahas bagaimana menentukan lokasi dan menerapkan strategi yang tepat namun sebelum itu berikut adalah gambaran pendapatan usaha fotokopi yang akan kita bangun.

1.Pendapatan Fotokopi

Jika rata-rata usaha fotokopi mencetak sekitar 250 lembar perhari maka akan diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Jika harga hasil fotokopi perlembar adalah Rp.500,- maka akan diperoleh pendapatan sebesar 250 X Rp.500,-= Rp.125.000,-

Angka tersebut adalah pendapatan kotor karena kita juga mengeluarkan dana untuk pembelian kertas hvs.

Jika harga kertas HVS berkualitas seharga Rp.45.000,- /rim atau per 500 lembar maka ditemukan harga satuan kertas HVS adalah:Rp.45.000,- : 500 =Rp.90,-/perlembar.

Jadi biaya kertas untuk hasil fotokopi perhari adalah 250 X Rp.90,- =Rp.22.500,-

Pendapatan bersih sementara dari hasil fotokopi perhari adalah:

Rp.125.000,- – Rp.22.500,- =

Rp.102.500,-

Didapatkan hasil keuntungan perbulan adalah:

Rp.102.500,- X 30 =

Rp.3.075.000,-/bulan

Mungkin akan ada yang berpendapat jika dalam usaha fotokopi sering dijumpai kertas rusak sehingga akan menambah beban terhadap besarnya keuntungan.

Namun kita juga perlu tahu dalam banyak contoh 1 lembar kertas HVS bisa dijadikan banyak hasil fotokopi sebagaiamana ketika seseorang ingin membuat fotokopi KTP,Passport,Buku Nikah dan sebagainya.

Sehingga dalam perhitungan kasar faktor kerusakan atau kegagalan forokopi dan jumlah kertas yang membengkak kita hilangkan.

2.Pendapatan Dari Cetak Online dan Scans Dokumen

Scans dolumen dan cetak online dari laptop memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi terutama jika mereka menginginkan cetak dokumen berwarna.

Nah jika usaha cetak dan scans melayani 30 lembar saja perhari dengan asumsi harga cetak dan scans adalah Rp.1.500,- maka akan ditemui keuntungan sebagai berikut.

30 lembar X Rp.1.500,- =Rp.45.000,-

Nilai tersebut harus dikurangi dengan harga kertas hvs 20 lembar jadi perhitunganya adalah 30 X Rp 90,-= Rp.2700,-

Keuntungan sementara dari cetak online dan scans adalah:

Rp.45.000,- – Rp.2700,- =

Rp.42.300,-/hari

Ditemui keuntungan perbulan adalah Rp.42.300 X 30 =

Rp.1.269.00,-/bulan

3.Pendapatan Keuntungan Jual Alat Sekolah dan Perkantoran

Alat sekolah seperti pensil,pulpen,kertas hvs,perangko,amplop merupakan penjulan yang sangat cocok disandingkan dengan usaha fotokopi.

Jika pendapatan usaha jualan tersebut bisa meraup laba Rp.50.000,-/hari maka akan ditemukan keuntungn perbulan adalah:

Rp.50.000 X 30 =

Rp.1.500.000,-

4.Pendapatan Lain-Lain(Laminating,Jilid Buku,Jual Minuman dan sebagainya)

Selain pendapatan diatas sebuah usaha fotokopi juga umumnya menyediakan jasa jilid buku,laminating,jualan minuman ringan dan sebagainya.

Kita asumsikan pendapatan dari berbagai jasa ini adalah Rp.35.000,-/hari.

Maka hasil keuntungan perbulanya adalah:

Rp.35.000,- X 30 =

Rp.1.050.000,-

Dari empat sumber penghasilan keuntungan perbulan dari rangkaian analisa diatas ditemui hasil sebagai berikut:

1.Pendapatan Fotokopi: Rp.3.495.320,-

2.Cetak Online dan Scans: Rp.1.269.000,-

3.Alat Sekolah dan Kantor: Rp.1.500.000,-

4.Pendapatan Lain-Lain:Rp.1.050.000,- +

Total Pendapatan Kotor adalah: Rp.7.314.320,-

Untuk mendapatkan keuntungan bersih maka keuntungan dikurangi dengan total beban bulanan.Maka ditemukan hasil sebagai berikut:

Pendapatan Bulanan:Rp.7.314.320,-

Beban Bulanan:Rp.3.495.320,- _

Total keuntungan perbulan adalah:

Rp.3.819.000,-

Apakah angka keuntungan perbulan seperti itu terlalu melebih-lebihkan?

Jawabanya tergantung bagaimana kita merencanakan usaha fotokopi tersebut.

Penentuan lokasi yang sangat strategis bahkan bisa menghasilkan keuntungan jauh lebih tinggi dari angka-angka perhitungan sederhana diatas.

Karenanya perlu dilakukan analisa akurat dalam menentukan lokasi dan strategi yang baik dalam menjalankan usaha fotokopi kita nantinya.

Berikut adalah ulasan bagaimana menentukan lokasi dan strategi dalam usaha fotokopi.

2.Pemilihan Lokasi Usaha

Tentukan Lkasi Yang Tepat
Tentukan Lokasi Yang Tepat

Lokasi usaha fotokopi sangat berperan penting dalam menentukan kesuksesan usaha fotokopi kita nantinya

Untuk itu carilah lokasi yang memiliki potensi konsumen melimpah.

Lokasi yang strategis secara logika membutuhkan dana yang jauh lebih besar karena harga kios ataupun harga sewa bisa berkali lipat dibandingkan lokasi di daerah sepi.

Namun begitu bagi yang berencana membangun usaha fotokopi pemilihan lokasi yang strategis sangat mutlak diperlukan jika menginginkan usaha yang akan dibangun cepat sukses.

Apalah artinya membangun usaha di tempat dengan harga sewa kios murah namun susah mendapatkan pelanggan apalagi di awal-awal usaha tersebut dibuka.

Dengan memilih usaha yang memiliki potensi pelanggan lebih besar maka kemungkinan menjaring pelanggan akan terbuka lebar dan keuntungan yang akan didapat segera akan mengembalikan modal sewa bahkan biaya-biaya lain lebih cepat tertutupi.

Ada beberapa syarat untuk mendapatkan tempat strategis dan cepat mendatangkan pelanggan berikut tips mendapatkan tempat usaha fotokopi yang prospektif.

1.Di Pusat Keramaian Kota

Pusat kota dimana banyak calon konsumen berlalu lalang merupakan tempat strategis yang bisa dijadikan tempat usaha fotokopi.

Jika ingin membuka usaha fotokopi di pusat keramaian kota sebaiknya melngkapi usaha tersebut dengan berjualan aneka produk yang masih berhubungan dengan usaha fotokopi.

Kita bisa berjualan alat-alat kantor dan peralatan sekolah seperti buku-buku pelajaran dan bebagai keperluan surat menyurat dan seterusnya.

2.Di Komplek Perkantoran

Selain pusat kota wilayah komplek perkantoran juga merupakan tempat usaha strategis.

Meski begitu tidak semua komplek perkantoran memiliki prospek yang baik.

Gedung-gedung perkantoran pada administrasi perusahaan pribadi atau pemerintahan tertentu dapat dipastikan sudah memiliki peralatan fotokopi mereka sendiri.

Sementara pusat komplek perkantoran yang melibatkan layanan publik atau perkantoran yang umumnya melayani masyarakat memiliki peluang yang terbuka untuk mndatangkan calon pelanggan.

Kantor-kantor perpajakan,imigrasi,kantor catatan sipil,komplek pekantoran pngurusan tenaga kerja,dan masih banyak lagi lainya lebih memungkinkan usaha fotokopi mendapatkan calon pelanggan.

3.Komplek Kampus dan Sekolah

Komplek kampus dan sekolah merupakan lokasi yang sangat strategis untuk mendirikan usaha fotokopi.

Mereka para mahasiswa dan pelajar sangat memerlukan fotokopi untuk menunjang kegiatan berbagai mata pelajaran.

Membuat makalah dan saat-saat penerimaan mahasiswa baru merupakan momen dimana banyak sekali orderan usaha fotokopi dan juga penjilidan buku.

3.Strategi Usaha

Cari Strategi Terbaik
Cari Strategi Terbaik

Strategi usaha dalam usaha fotokopi adalah dengan menerapkan berbagai cara agar bisa menjaring sebanyak mungkin pelanggan.

Strategi tesebut dilakukan dengan mempelajari berbagai kelemahan pesaing usaha fotokopi yang telah ada dan memberikan poin-poin keunggulan dari berbagai hal termasuk pada poin yang pesaing usaha fotokopi tidak mereka berikan.

a.Pelayanan yang super ramah.

b.Kualitas hasil fotokopi yang lebih baik,baik dari segi hasil fotokopi maupun kertas fotokopi yang digunakan.

c.Harga yang bersaing

d.Kenyaman bagi mereka yang mengantri dan menunggu hasil fotokopi,dengan menyediakan sofa atau tempat duduk yang nyaman yang lebih baik dari para pesaing yang ada,menyediakan atau menjual aneka minuman ringan bagi yang menunggu dan sebagainya.

e.Promosi

Promosi yang baik pada awal usaha akan memudahkan usaha fotokopi lebih cepat dikenal dengan menawarkan berbagai keunggulan seperti uraian diatas.

Buatlah brand atau merk atau nama usaha fotokopi anda mudah diingat kemudian buatlah spanduk yang menarik dan jelas yang terpampang di tempat usaha kita nantinya.

Ajaklah teman atau saudara untuk ikut berpartisipasi mengenalkan kepad kerabat lainya.

Ajakan dan rekomendasi dari orang yang bisa dipercaya akan sangat manjur dalam media berpromosi.

Selain hal tersebut kita juga bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook atau grup WA sebagai ajang berpromosi agar lebih banyak menjangkau untuk memperkenalkan usaha kita terutama pada awal-awal usaha tersebut dibuka.

Bagaiman ingin membuka usaha fotokopi?

Buatlah serangkaian perencanaan yang akurat versi anda sendiri atau bisa menjadikan sedikit gambaran diatas sebagai bahan pertimbangan.

Semoga sukses.

Terimakasih Telah Membaca,Kunjungi Juga Tentang Perawatan Kecantikan di:

Hinyong Cantik

   
Jika merasa sedikit saja manfaat,bantu kami dengan klik Sukai Halaman Facebook Hinyong dibawah,dukungan anda sangat berarti.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Copyright© Hinyong 2018
Tentang Hinyong| Hubungi Hinyong| Privacy Policy|Disclaimer|Terms Of Services|Sitemap