Merekrut Karyawan

Pada awal usaha kecil yang Anda dirikan mungkin tidak membutuhkan karyawan karena semua dapat Anda kerjakan sendiri atau cukup bekerjasama dengan partner atau keluarga.

Seiring berjalanya waktu usaha mengalami perkembangan yang cukup baik, sehingga Anda merasa kewalahan menangani permintaan konsumen yang terus bertambah.

Pada saat usaha memiliki trend posistif dan membutuhkan tenaga bantuan, maka sudah saatnya bagi Anda sebagai pemilik usaha untuk merekrut karyawan sebagai tenaga tambahan.

Karyawan yang tepat akan bekerja dan akan meringankan beban Anda sekaligus meningkatkan produktifitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar dari produk yang Anda hasilkan.

Meski begitu tidak sedikit pengusaha kecil yang melakukan kesalahan dalam mengambil karyawan baru.

Karyawan yang salah bukan saja dapat menurunkan kinerja namun dapat menimbulkan masalah lain seperti penurunan kualitas produk ataupun layanan hingga masalah lain yang berdampak pada stabilitas kinerja bisnis.

Pada usaha kecil yang mulai berkembang, merekrut karyawan baru memang tidak serumit pada usaha besar.

Namun begitu perekrutan karyawan yang asal-asalan bisa berdampak buruk pada kelangsungan usaha Anda.

Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Berikut beberapa tips agar Anda mendapatkan karyawan yang tepat:

Cari Karyawan Sesuai Kebutuhan pada Usaha Anda

Meskipun mungkin bayak peminat yang ingin bekerja pada usaha Anda namun pastikan Anda hanya mengambil karyawan yang dibutuhkan.

Misalnya saja Anda membutuhkan tenaga pemasaran sebagai ujung tombak pemasaran produk, maka cari saja karyawan hanya pada bidang itu jangan mengambil karyawan yang masih bisa Anda kerjakan sendiri, untuk menghemat pengeluaran arus kas usaha Anda.

Memilih Karyawan yang Tepat Sesuai Bidangnya

Pada usaha baru sering penerimaan karyawaan terkesan asal-asalan, dan sering berdampak pada kinerja karyawan yang kurang maksimal.

Pemilihan karyawan yang sesuai bidang dan keahlianya sangat penting untuk memastikan kinerjanya maksimal.

Sebagai contoh Anda mencari karyawan yang bekerja sebagai resepsionis dan akan berhubungan langsung dengan calon pelanggan, maka carilah karyawan yang memiliki keahlian dalam melakukan tugas itu.

Pilih resepsionis yang berpenampilan menarik, percaya diri, ramah, cerdas dan berada pada usia muda misalkan antara 20-30 tahun.

Sementara jika Anda membutuhkan karyawan yang bekerja untuk tenaga kerja produksi maka pemilihan karyawan harus disesuaikan dengan bidang kerja itu juga.

Jika produksi memerlukan ketelitian dan ketelatenan seperti pada bidang usaha kerajinan tangan, maka carilah karyawan terutama usia produsktif perempuan.

Sementara jika tenaga karyawan yang dibutuhkan kekuatan seperti bongkar muat barang dan sejenisnya maka pastikan mencari karyawan pria yang sehat dan bugar dan memiliki pengalaman cukup dalam bidangnya.

Baca juga: Cara Memula Usaha Grosir Sembako

Seleksi Karyawan

Meski usaha Anda masih relatif kecil namun proses seleksi karyawan diperlukan.

Tentu seleksi karyawan Anda tidak serumit pada perusahaan besar, namun begitu prinsip prosesnya sama yaitu memperoleh karyawan terbaik.

Untuk mendapatkan calon karyawan yang tepat Anda dapat memposting info loker pada grup facebook yang ada di daerah Anda atau bisa juga cukup membuat poster yang Anda pasang di depan lokasi Usaha.

Pastikan Anda mencantumkan kriteria calon karyawan sesuai dengan kebutuhan usaha, misalnya saja pada batasan usia, jeis kelamin, pengalaman, pendidikan terakhir.

Jika diperlukan tentukan juga batas waktu lamaran dan tentukan proses seleksi.

Lakukan wawancara dan mintalah berkas yang menunjang sebagai bukti keabsahan kriteria calon karyawan Anda.

Pilih karyawan dengan menimbang dari berbagai aspek, seperti pengalaman, sikap dan cara berinteraksi atau menjawab saat test wawancara, atau jika memang Anda mendapat rekomendasi dari orang yang bisa dipercaya maka ini akan lebih baik.

Pada kasus tertentu mungkn Anda tidak perlu melakukan seleksi formal terutama pada karyawan yang bekerja dengan pembayaran borongan atau dengan membayar pada hasil kerjanya saja.

Surat Perjanjian Kerja

Surat perjanjian kerja atau surat kontrak pada karyawan sangat penting untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.

Isi surat perjanjian adalah berisi tanggung jawab dan kewajiban serta hak karyawan dan Anda sebagai pengusaha.

Isi surat perjanjian kontrak mencakup besarnya upah atau gaji, jam kerja karyawan, tugas-tugas karywan, hak karyawan untuk cuti atau libur dan juga berbagai hal seperti pemberian bonus pestasi ataupun sangsi teguran hingga pemecatan jika ada pelenggaran berat.

Isi perjanjian yang lengkap akan meminimalkan perselisahan Anda sebagai pemilik usaha dengan karyawan di kemudian hari.

Surat perjanjian kerja harus ditanda tangani kedua belah pihak tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Penentuan Upah atau Gaji Karyawan

Besarnya upah atau gaji kayawan yang dapat Anda berikan sangat dipengaruhi banyak hal, namun begitu hal pertama yang harus Anda perhitungakan adalah nilai keuntungan usaha harus mampu membayar biaya karyawan dan memberikan keuntungan yang makin meningkat dengan adanya penambahan karyawan tersebut.

Perhatikan juga UMR yang ada didaerah usaha Anda, pastikan Anda dapat menawarkan gaji sesuai UMR tersebut bahkan jika memungkinkan berikan kenaikan gaji terutama ketika seiring berjalanya waktu keuntungan usaha makin meningkat.

Seimbangkan antara kesehatan arus kas dan kesejahteran karyawan.

Kesimpulan

Mendapatkan karyawan baru pada usaha kecil memang tidak serumit pada perusahaan besar namun begitu Anda juga tetap harus memperhatikan aspek dasar untuk mendapatkan manfaat maksimal dengan adanya penambahan karyawan.

Perekrutan karyawan yang benar akan mendukung usaha makin berkembang dan memiliki keuntungan yang akan terus meningkat.

Semoga Bermanfaat.