Strategi Penetapan Harga Agar Efektif Menjaring Pelanggan dan Menguntungkan

Menjalankan bisnis bagi pemula memang susah, terutama dalam menetapkan harga produk yang sesuai untuk menarik pelanggan pertama kali.

Tentu saja Anda memerlukan strategi pentepan harga yang tepat! Untuk memahaminya lebih dalam, maka jangan berhenti membaca informasi sampai di sini.

Pentingnya Strategi Penetapan Harga Untuk Usaha Anda

Penentu atau tanda suatu usaha sukses, berhasil dan membawa keuntungan bagi Anda adalah penentuan harga pada produk yang Anda keluarkan. Harga juga tergolong sebagai unsur penting dalam strategi atau konsep bauran pemasaran, di antara tiga unsur lainnya, yakni promosi, tempat, produk, dan harga. Keempat unsur ini saling berkaitan dan sama-sama dapat memberi untung maksimal jika diterapkan dengan cara yang tepat.

Tujuan utama adanya strategi penetapan harga jual suatu produk secara umum yakni untuk mendapatkan keuntungan, mengambil pangsa pasar, serta untuk tetap menjaga kelangsungan usaha yang Anda kelola. Harga juga sangat penting sebagai suatu bentuk penetapan nilai pada produk yang akan ditukarkan oleh si pembeli dengan uang.

Menjadi unsur terpenting dari sebuah aspek bisnis dan ekonomi, membuat harga sebagai salah satu hal yang paling utama untuk dipikirkan sebelum menjual produk ke pembeli. Selain itu, karena harga pulalah yang membuat para pengusaha bisa menghasilkan pendapatan yang menguntungkan.

Baca Juga:

Tips Melakukan Strategi Penetapan Harga yang Efektif Pada Usaha Anda

Penentuan harga bukanlah hal yang mudah bagi para pengusaha, ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sehingga diperlukan strategi penetapan yang benar-benar efektif.

Agar bisnis Anda sukses, simak beberapa tips dalam melakukan strategi penetapan harga berikut ini:

1. Menetapkan Harga dengan Metode Berdasarkan Biaya

Jika Anda menggunakan perhitungan yang matang dalam ilmu bisnis dan ekonomi untuk menetapkan harga, maka Anda bisa menggunakan salah satu strategi dengan metode berdasarkan biaya. Ada beberapa jenis kategori yang termasuk sebagai metode penetapan harga berikut ini.

Metode Cost Plus Pricing

Metode ini cukup mudah dan lebih efektif karena perhitungannya bisa Anda lakukan dengan menggunakan rumus.

Caranya dengan merinci perhitungan biaya dari per unit produk yang akan dijual, kemudian ditambahkan beberapa jumlah yang dijadikan sebagai laba, yang seringkalo disebut sebagai margin dalam ilmu ekonomi. Lebih jelasnya, yakni (biaya total produksi + laba = harga jual).

Tentu metode ini seringkali Anda temui di berbagai tempat usaha milik seseorang yang memproduksi barang atau jasa yang dibuatnya sendiri, terutama yang masih dalam tahap kecil menengah.

Metode Mark Up Pricing

Masih dalam metode berdasarkan biaya, cara penetapan harga selanjutnya dinamakan metode Mark Up Pricing, yakni metode yang biasa digunakan para pedagang yang menjadi perantara supplier utama.

Caranya pun cukup mudah dan umum, yakni dengan menjumlahkan laba dengan harga yang ditetapkan oleh supplier utama, dan inilah yang biasanya disebut sebagai margin, berikut rumus detailnya (harga jual utama + laba = harga jual).

Metode Fixed Fee Pricing

Metode efektif selanjutnya dinamakan Fixed fee Pricing, yakni metode yang berasal dari perhitungan ganti rugi serta laba yang telah ditentukan berdasarkan kesepakatan. Fee yang didapatkan memiliki nilai yang tidak dipengaruhi oleh harga pada suatu produk.

Metode Target Pricing

Metode ini dilakuakan atas dasar tingkat pada pengembalian investasi (ROI). Dan ditetapkan sesuai dengan keinginan pihak yang bersangkutan.

2. Menetapkan Harga dengan menyesuakan Kebutuhan Sekaligus Permintaan

Metode penetapan harga yang juga populer atau seringkali digunakan oleh para pedagang dan pengusaha adalah dengan melihat tingginya kebutuhan atau permintaan terhadap suatu produk yang akan dijual.

Metode inilah yang sangat bergantung pada penilaian persepsi yang sedang terjadi di pasar.

Nilai produk yang akan diperjual-belikan pun harus diukur kualitas kelayakannya untuk dipasarkan dengan harga tertentu, pengukuran tersebut bida dilakukan dengan metode PSM atau Price Sensitivity meter, seperti sebuah alat analisis yang secara khusus dikembangkan untuk mengetahui kualitas produk dalam ilmu bisnis dan ekonomi.

Dengan metode ini, penjual bisa saja menentukan harga yang berbeda-beda pada produknya, dan ini dinamakan sebagai deskriminasi harga.

Hal itu didasarkan atas pengukuran kualitas per produk seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Perbedaan harga pun bisa terdapat pada barang yang jenis dan merknya sama, dan disebabkan oleh banyak faktor, yakni batas pendapatan regional suatu wilayah, kualitas produk, sasaran konsumen, dan bentuk yang ada pada produk.

Saat menggunakan metode ini, biasanya pihak pengusaha atau pedagang yang bersangkutan juga menggunakan metode penetapan diskon atau potongan harga.

3. Menetapkan Harga dengan Menganalisis Persaingan Bisnis

Jika Anda sebagai pedagang atau pengusaha menerapkan metode ini, maka bisa memilih dua kategori, yakni yang disebut sebagai Perceived Value Pricing, serta Sealed Bid Pricing.

Kedua kategori ini ada dan sudah dilakukan penetapan oleh para pesaing bisnis Anda.

Metode Perceived Value Pricing merupakan metode dalam menetapkan harga produk yang akan dijual menggunakan nilai atau harga jual secara rata-rata yang digunakan industry yang bersangkutan.

Sedangkan Sealed Bid Pricing ini merupakan metode penetapan harga yang didasarkan atas penawaran yang telah diajukan pesaing dan disepakati bersama.

4. Menetapkan Harga Sesuai dengan Tujuan yang Dimiliki oleh Perusahaan

Penetapan harga dengan stratei ini juga banyak diterapkan oleh perusahaanbesar tertentu, biasanya yang memiliki brand terkenal.

Penentuan harganya pun didasarkan beberapa tujuan perusahaan, yakni pangsa pasar secara maksimum, laba maksimum saat ini, serta kemampuan bertahan perusahaan.

Dari keempat strategi penetapan harga di atas, sebenarnya masih banyak lagi strategi yang lainnya, dan seringkali diterapkan oleh para pengusaha dan perusahaan tertentu. Namun, pilihlah strategi yang tepat untuk bisnis Anda, jika Anda memiliki produk bisnis yang beragam, bisa menggunakan lebih dari satu strategi yang disesuaikan dengan jenis produknya.

Berikut Ini Beberapa Contoh Usaha yang Memiliki Strategi Penetapan Harga Tertenu

Semua usaha tentu menggunakan strategi penetapan harga yang sesuai pada produknya, berikut beberapa contoh produk atau usaha tersebut.

• Beragam perusahaan produk digital seperti laptop, Smartphone, dan lainnya seringkali menggunakan strategi penetapan harga menggunakan skimming price. Strategi ini dilakukan dengan cara menghitung harga awal masuk pada produk baru, kemudian mengalami penurunan harga di setiap periodenya. Ini berlaku pada semua produk elektronik sehingga banyak sekali inovasi atau pembaruan produk yang harus dikembangkan perusahaan.

• Ada lagi beberapa produk populer di pasaran seperti mi instan, pasta gigi, sabun, dan produk kecantikan yang menggunakan metode penetrasi.

Metode ini menggunakan cara penetapan harga yang sangat rendah pada suatu produk yang diluncurkan pertama kali untuk menarik minat konsumen.

Jika permintaannya naik, maka harga produk tersebut juga ikut naik.

Kesimpulan dan Tips

Untuk menetapkan harga anda bisa mengacu pada poin 1 di atas dan metode penetapan harga sudah di jelaskan dengan detil, jadi untuk kesimpulan pada poin selanjutnya mengacu pada poin ke 2-4. Untuk menentukan harga anda harus benar-benar meriset harga kompetitor anda dan mencocokannya pada target market yang anda akan tuju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *