Penyebab, Gejala dan Perawatan Kuku Cantengan

Kuku Cantengan (Paronychia)

Cantengan yang ditandai dengan kondisi memerah dan bernanah di jari sekitar kuku sering terjadi karena berbagai penyebab.

Rasa nyeri disertai bau yang kurang sedap benar-benar sangat mengganggu.

Lantas bagaimana cara penanganan cantengan ini?

Kali ini hinyong akan membahas seputar permasalahan cantengan ini.

Cantengan sering disebut dalam medis sebagai Paronychia adalah kondisi peradangan yang diakibatkan infeksi di area sekitar kuku baik di kaki maupun di kuku jari tangan.

Candida adalah bakteri penyebab utama infeksi cantengan ini.

Selain itu jamur juga disebut-sebut ikut andil memperparah kondisi infeksi yang ada.

Bakteri dan jamur bisa saja bergabung menjadi biang penyebab infeksi tersebut.

Cantengan kadang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung hanya beberapa hari saja namun demikian pada kasus lain cantengan bisa tumbuh secara perlahan dan berlangsung hingga berminggu-minggu, tergantung pada penyabab infeksi yang terjadi.

Gejala Cantengan

Cantengan dengan mudah dapat diketahui hanya dengan melihat secara visual serta banyak kasus cantengan mudah diobati tanpa merusak kulit ataupaun kuku penderita.

Namun demikian jika infeksi sudah parah cantengan bisa berakibat fatal bahkan bisa berakibat hilangnya sebagaian bahkan seluruh kuku terutama jika tidak mendapatkan perawatan yang baik sebagaiamana yang seharusnya.

Cantengan akut dan kronis

Setidaknya ada dua jenis cantengan yang selama ini dikenal yaitu cantengan akut dan kronis.

Yang membedakan dari kedua jenis ini adalah tergantung dari kecepatan infeksi, penularan atau penyebaran daerah infeksi dan juga lama waktu infeksi yang terjadi.

Cantengan Akut

Infeksi cantengan akut paling sering ditemui dan berkembang cepat, kebiasaan buruk bisa meyebabkan cantengan akut.

Kebiasaan seperti menggigit kuku, mencungkil kotoran kuku dengan benda tajam ataupun melakukan manikur dan pedikur yang keliru atau kesalahan dalam perawatan kuku bisa jadi pemicu penyebab cantengan atau paronychia akut.

Disamping itu kejadian-kejadian tak terduga seperti kesandung, terjepit bisa juga menjadi penyebab lain terjadinya infeksi akut karena adanya luka di sekitar kuku.

Bakteri Staphylococcus dan Enterococcus adalah penyebab infeksi yang sering terjadi dalam kasus cantengan akut.

Cantangan kronis

Cantengan kronis sedikit berbeda dengan jenis infeksi pada cantengan akut.

Cantengan kronis akan muncul perlahan tidak seperti cantengan akut yang akan muncul tiba-tiba dan berkembang cepat.

Kemunculan cantengan kronis bisa bertahan hingga berminggu-minggu dan penyebabnyapun berbeda dengan cantengan akut.

Pada infeksi kronis ini bakteri candina dan jamur ditengarai sebagai penyebab utama infeksi yang terjadi.

Infeksi jamur dan bakteri candina yang meyebabkan cantengan sering ditemui mereka para penderita yang jari kukunya sering berhubungan langsung dengan air.

Kondisi lembab dan basahsecara berterusan dan kondisi perendaman sekitar kuku didalam air yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan pada pertahanan alami kutikula atau kuku-kuku jari tangan maupun kaki.

Sebagai akibatnya bakteri dan jamur dapat dengan mudah menginvasi area kulit dibawah kuku dan menimbulkan terjangkitnya infeksi yang secara perlahan menimbulkan nanah dan kemerahan di area kuku tersebut.

Gejala cantengan akut dan kronis

Jika hanya dilihat dari gejalanya kedua jenis cantengan akut dan krinis akan nampak sangat mirip.

Yang jelas membedakan dari keduanya adalah kecepatan infeksi dan juga lamanya waktu infeksi yang terjadi.

Jika infeksi akut datang secara tiba-tiba dan berkembang cepat dengan durasi pendek hanya beberapa hari saja maka tidak demikian dengan cantengan kronis, cantengan kronis akan berkembang perlahan dan bertahan dengan menginvasi area kuku hingga berminggu- minggu.

Keduanya memiliki gejala yang sangat mirip seperti

  • kemerahan diarea kulit kuku
  • kulit di area kuku bernanah
  • bentuk, warna, atau tekstur kuku berubah
  • pada kondisi parah kuku bisa terlepas

  • Penyebab Kuku Cantengan
  • Ada beberapa penyebab yang mendasari terjadinya infeksi baik cantengan akut maupun cantengan kronis.

    Penyebab Cantengan akut

    Kebiasaan buruk seperti menggigit kuku, mencungkil dengan benda tajam untuk mengangkat kotoran pada kuku ataupun luka yang disebabkan karena terbentur atau tersandung dapat mengakibatkan infeksi dan cantengan akut.

    Penyabab Cantengan kronis

    Salah satu penyebab cantengan kronis adalah seringnya kuku terpapar denga air sehingga kelembaban kuku berlebihan dan dengan mudah terinfeksi bakteri candina juga sebagai sarang jamur di area kulit dibawah kuku.

    Penyebab cantengan kronis bisa saja hanya karena bakteri ataupun jamur namun seringkali ditemui gabungan dari keduanya.

    Diagnosa Kuku Cantengan

    Tidak terlalu sulit mendiagnosis cantengan pada kuku, biasanya dokter cukup mengamati dengan visual untuk melakukan hal tersebut.

    Pada kondisi tertentu dokter juga akan mengambil contoh nanah yang ada di area infeksi untuk kemudian dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan bakteri dan jamur penyebab sehingga akan ditemukan pengobatan yang tepat.

    Biasanya langkah pengambilan sampel dilakukan jika pengobatan sederhana tidak membuahkan hasil yang berarti.

    Perawatan Kuku Cantengan

    Perawatan di rumah

    Pada kasus cantengan ringan yang terdeteksi sedari dini sebenarnya perawatan dirumah dapat membuahkan hasil yang baik bahkan bisa sembuh total.

    Jika di temukan ada infeksi dan nanah di area kuku anda bisa melakukan perendaman jari-jari yang terinfeksi cantengan dengan air hangat dan dilakukan rutin beberapa kali sehari dan mengeringkan hingga benar-benar bebas lembab karena proses perendaman tersebut.

    Perawatan dokter

    Pada keadaan yang cukup serius sebaiknya kinjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

    Antibiotik umumnya akan diberikan oleh dokter jika infeksi yang diderita tidak membuahkan hasil dengan perawatan yang sebelumnya dilakukan dirumah.

    Pada kasus tertentu dokter bisa saja akan mengambil sampel nanah ketika membersihkan infeksi pada area kuku agar dapat memastikan obat yang paling baik dalam perawatan yang dilakukan.

    Umumnya cantengan kronis lebih sulit diobati dan disarankan agar meminta bantuan dokter karena kebanyakan perawatan dirumah tidak cukup dan kurang makimal dalam proses penyembuhan.

    Pada cantengan kronis dokter akan meresepkan obat anti jamur dan juga anti bakteri sesuai hasil test sampel nanah.

    Bahkan pada kasus yang lebih berat tindakan operasi bedah ringan mungkin saja akan diambil guna mengangkat kuku dan membersihkan infeksi agar dapat membatasi penyebaran infeksi yang terjadi.

    Pencegahan Cantengan

    Secara umum kepedulian terhadap kebersihan diarea sekitar kuku adalah hal pertama dalam upaya mencegah terjadinya kuku cantengan.

    Hindari juga kebiasaan buruk seperti menggigit kuku, mencungkil kotoran kuku dengan benda tajam, terpapar dengan media basah yang berlebihan hingga kesalahan dalam pemotongan kuku.

    Terutama pada ibu jari kaki banyak orang menerapkan cara yang keliru dalam memotong kukunya.

    Pemotongan yang terlalu pendek pada ujung jari dan melengkung mengikuti bentuk jari akan membuat kuku tumbuh menyamping dan menusuk daging di area jempol kaki.

    Tusukan kuku yang tumbuh menyamping akan melukai kulit dan daging yang ada di samping jempol kaki dan berakibat infeksi dan cantengan.

    Karenanya potonglah kuku dengan baik dan benar, jangan memotong kuku sangat pendek, potonglah kuku lurus dan jangan mengikuti bentuk ujung jari kaki.

    Kesimpulan

    Secara umum cantengan bukanlah penyakit yang berbahaya bahkan penyakit ini bisa saja dirawat sendiri selama penanganya cepat dan benar dan dilakukan sedari sini ketika gejala cantangan ditemukan.

    Namu begitu ketika cantangan sudah serius sebaiknya mintalah bantuan perawatan dokter untuk segera memulihkan penyakit cantengan yang diderita.

    Semoga bermanfaat.

    Dari berbagai sumber

    One Comment on “Penyebab, Gejala dan Perawatan Kuku Cantengan”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *