Usaha Tanpa Modal?Mungkin Atau Khayalan?

 

Usaha Tanpa Modal?Mungkin Atau Khayalan?

Mungkin kita tidak asing lagi dengan para motivator yang mengatakan bahwa memulai bisnis bisa saja dimulai dengan tanpa modal sepeserpun.

Namun pada kenyataanya apakah demikian?
Padahal kita tahu jangankan membuka bisnis,mau buang air aja mesti punya dua ribu perak,jadi anggapan tidak perlu modal sepeserpun banyak yang menganggap terlalu lebay.

Justru prinsip yang di berikan banyak dianggap cuma teori.

Kalau saya sendiri sependapat bahwa semua bisnis butuh modal,ya entah itu tenaga,pikiran,uang dan sebagainya.

Hanya saja memang tidak semua bisnis hanya bisa dijalankan buat mereka yang berduit.

Sejatinya jika kita saat ini tidak memiliki uang sepeserpun tetap saja kita bisa merencanakan sebuah bisnis.

Merencanakan bukan langsung membangun bisnis,ya.

Nah yang diperlukan setelah merencanakan dan menentukan jenis bisnis adalah menyusun strategi bagaimana kita bisa mendapatkan uang sebagai modal awal kita.

Kita bisa saja bekerja terlebih dahulu guna mendapatkan modal,atau bisa juga kita membantu bisnis teman bisa juga sebagai freelancer yang menjual barang dagangan orang lain.

Bahkan dengan menjadi tenaga pemasaran kita bisa mendapatkan ilmu dari sebuah bisnis dan mendapatkan pengalaman dari sisi marketing.

Sebenarnya bisa saja seh seseorang membuka bisnis dengan bermodal kepercayaan mengambil barang dagangan dari seorang pengusaha untuk kemudian kita jualkan dan mendapatkan keuntungan.

Sayangnya cara seperti ini tidak mudah,apalagi jika kita tidak mempunyai rekan atau orang yang mempercayai kita.

Bahkan bagi orang-orang yang berpendidikan mengawali bisnis dari level paling bawah seperti diatas merupakan hal yang berat karena alasan gengsi.

Membangun bisnis dari nol memerlukan modal yang bervariasi tergantung jenis bisnis,dan juga gengsi seseorang.

Kenapa demikian sebagai contoh sebuah bisnis makanan,mungkin bagi seorang berpendidikan dasar mereka cukup modal 2-3 juta sebagai awal modalnya karena dengan modal sebesar itu bisa untuk memberi gerobak dan berbisnis bakso keliling.

Namun apakah seorang sarjana yang juga berkeinginan memulai bisnis makanan merasa cukup dengan modal seperti itu?sebenarnya bisa saja,namun berapa banyak dari sekian sarjana yang mau menahan gengsi mendorong gerobak keliling kampung?saya yakin jawabanya kalaupun ada tapi itu tidak banyak.

Apa yang penting dari poin ini adalah boleh saja kita berpendidikan rendah atau tinggi,namun buat kita yang telah merencanakan berbisnis harus mampu mencari jalan agar meski awalnya tidak ada modal bisnis kita tetap bisa diwujudkan.

Seorang sarjana mungkin membutuhkan modal lebih besar karena alasan gengsi,gak ada yang salah toh bisa memanfaatkan ijazah untuk melamar pekerjaan,setelah bekerja tetep fokus pada rencana dan sisihkan uang guna membangun bisnis tersebut.

Begitupun bagi yang berpendidikan lebih rendah karena saya katakan orang yang berpendidikan lebih rendah umumnya(meski tidak semua)mempunyai mental lebih berani meski harus memulai bisnis dari tingkat paling bawah sekalipun.Bisa mereka bekerja mencari modal atau langsung bisnis dengan modal kepercayaan orang lain seperti saya sebut diatas.

Gak ada yang tidak bisa selama Tuhan berkehendak dan kemauan serta impian yang kuat.

Bahkan begitu banyak para pengusaha hanya berpendidikan rendah.

Tidak ada lagi alasan  karena modal untuk membangun usaha,maju terus anda bisa.

 



Be the first to comment

Tinggalkan Balasan