Kekurangan Mendirikan Usaha Toko Sembako dan Solusi Memaksimalknya

Kekurangan Usaha Sembako

Kekurangan Usaha Toko Sembako

Dalam mendirikan sebuah usaha pasti akan ada nilai plus dan juga minusnya, begitupun pada usaha toko sembako.

Kita sadar jika mendirikan usaha ini memiliki persaingan yang sangat ketat dan ini merupakan hal paling umum yang sering membuat mereka para calon pengusaha bidang ini mengurungkan niatnya membuka usaha toko  sembako yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar keinginanya.

Lantas apakah kita harus mundur ketika peluang usaha memiliki banyak kelebihan namun juga memilki sisi negatifnya?

Tidak ada hal yang sempurna meski kelebihan usaha toko sembako sangat baik namun usaha ini juga memiliki bebarapa kekurangan, hanya saja kita disini akan membahas kekurangan sekaligus solusi bagaiamana memaksimalkan potensinya dan menepis kekuranganya menjadi hal yang baik ataupun sebagai tantangan penyemangat.

Kekurangan Usaha Toko Sembako dan Solusinya

Berikut adalah beberapa daftar kelemahan yang ada pada usaha sembako yang sering jadi momok calon pengusaha baru.

1. Usaha Sembako Persainganya Sangat Ketat

Memang dewasa ini warung-warung sembako jumlahnya sangat banyak dan terus meningkat, meskipun ada beberapa usaha mengundurkan diri entah karena kehabisan modal akibat salah memanejemen keuangan ataupun karena sepinya pelanggan, namun pengusaha baru akan bermunculan dan jumlahnya justru mengalami peningkatan.

Keadaan diatas menunjukan betapa ketatnya persaingan usaha ini dan ini terjadi karena tingginya minat terhadap jenis usaha ini, jadi jika sekarang ini anda sedang berpikir untuk merencanakan usaha sembako sebaiknya mencari jawaban bagaimana mengahadapi persaingan usaha dan ini akan jauh lebih baik daripada mundur sebelum melangkah karena melihat banyaknya persaingan.

Kita harus akui jika sebuah usaha yang memiliki potensi usaha sangat baik sudah dipastikan akan memiliki persaingan yang ketat dan tugas kita hanya memenangkan persaingan dan sukses besar karena menjadi yang terbaik.

2. Usaha Sembako Rawan Bangkrut Karena Pelanggan Berhutang

Terutama jika anda ingin mendikan usaha warung sembako di wilayah pedesaan, komplek perumahan dan sejenisnya usaha sembako memiliki kelemahan karena rawan bangkrut akibat terlalu banyak beban para pelanggan yang berhutang.

Sebenarnya hal semacam itu bisa disiasati apalagi jika Anda berkomitmen usaha Anda bebas dari hutang sejak dari awal, dengan memberikan keunggulan pada pelayanan dan harga anda bisa mendirikan usaha sembako bebas hutang  dengan srategi yang tepat.

Anda bisa membaca strategi menghadapi masalah ini pada artikel sebelumnya tentang, Menghadapi Pelanggan Sembako yang Berhutang

3. Usaha Sembako Memilik Presentasi Keuntungan yang Terbilang Kecil

Jika dibandingkan dengan usaha lain seperti usaha makanan atau bisnis kuliner yang memiliki margin rata-rata diatas 10% maka usaha sembako terbilang kecil karena keuntungan yang didapat pada angka 3-7% saja.

Namun begitu usaha ini tetap menjadi idola banyak pengusaha kecil lantaran memiliki kepastian nilai keuntungan yang akan didapat dan juga merupakan barang dagangan yang selalu dicari, sehingga dalam jangka panjang tetap memiliki keunggulan tersendiri.

4. Sulitnya Mendapat Pelanggan Saat Awal Buka Usaha

Kita sadar rata-rata usaha warung sembako baru akan kesulitan mendapatkan pelanggan pada awal usahanya, ini sangat normal karena rata-rata para calon pelanggan telah memiliki toko sembako langgananya sendiri.

Namun dengan strategi promosi yang baik bukan hal yang susah untuk merebut hati calon pelanggan ke warung usaha Anda pada jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Itu adalah baberapa contoh kekurangan usaha sembako yang sebenarnya masih bisa diatasi selama kita mau serius menjalani usaha dan tidak setengah-setengah, mengingat keunggulan usaha ini jauh lebih dominan dibandingkan kekuranganya.

Slemat berwirausaha.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *