Ini Dia Cara Budidaya Ternak Belut yang Menguntungkan

Cara Budidaya Belut

Cara Budidaya Belut

Belut adalah salah satu binatang air yang digolongkan ke dalam kelompok ikan. Berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya, belut dapat hidup di dalam lumpur dengan jumlah air yang sedikit.

Belut mempunyai dua sistem pernapasan yang dapat membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut.

Banyak orang yang menyukai mengkonsumsi belut. Terdapat banyak jenis makanan yang diolah dengan berbahan dasar belut telah menjadi makanan favorit yang paling digemari dikarenakan rasanya yang enak dan gurih.

Mengkonsumsi belut memiliki banyak manfaat yang sangat beragam, seperti:

1. Mengandung fosfor yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.

2. Mengandung zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita anemia, pasien yang telah melakukan operasi, orang yang mengalami pendarahan, atau yang memiliki luka terbuka.

3. Mengandung arginin yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Setelah Anda mengetahui beragam manfaat dari mengkonsumsi belut, ada baiknya Anda mulai berpikir untuk budidaya ternak belut dan menjadikannya suatu peluang usaha. Terdapat satu alasan utama yang akan dipaparkan di bawah ini.

Alasan Untuk Memulai Budidaya Belut

Budidaya belut merupakan salah satu peluang usaha atau bisnis yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan tingginya permintaan belut di pasar dan rendahnya stok belut dari para pembudidaya belut. Maka dari itulah merupakan kesempatan yang baik bagi Anda untuk memulai melakukan budidaya belut.

Selain dari tingginya permintaan belut di pasar, terdapat beberapa kelebihan dalam budidaya belut yang dapat Anda jadikan bahan pemikiran untuk memulai bisnis ini.

Kelebihan Beternak Belut

Budidaya belut memiliki beberapa kelebihan yang dapat memberikan keuntungan bagi Anda, yaitu:

  • Hanya membutuhkan biaya yang rendah.
  • Beternak belut relatif lebih mudah dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya jenis ikan lain.
  • Tidak memerlukan pembuatan badan air yang mahal.
  • Lebih hemat air dalam pemeliharaannya.
  • Tidak harus membuat formulasi pakan yang khusus dengan biaya yang mahal.
  • Beternak belut dapat dilakukan di halaman belakang rumah dengan hanya menggunakan tanki, seperti cara ternak belut yang dilakukan di kolam terpal.
  • Belut termasuk jenis ikan yang tahan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan jenis ikan lain.
  • Mudah dalam perawatan dan menyediakan sarana pemeliharaan.
  • Memiliki konsumen yang cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga sampai dengan berbagai usaha kuliner.
  • Memiliki nilai harga jual yang tinggi.

Setelah Anda mengetahui tentang kelebihan dalam budidaya belut, Anda perlu mengetahui segmen usaha tersebut yang akan dibahas pada uraian selanjutnya.

Segmen Budidaya Belut

Terdapat tiga segmen usaha budidaya belut, yaitu:

1. Pembibitan, yang bertujuan untuk menghasilkan anakan.

2. Pembesaran, yang bertujuan untuk menghasilkan belut sampai dengan berukuran yang siap untuk dikonsumsi.

3. Penjualan aneka olahan belut.

Cara Budidaya Ternak Belut yang Baik dan Benar

Kini akan dibahas mengenai cara memulai budidaya belut yang baik dan benar. Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda jalankan ketika telah memutuskan untuk memulai usaha budidaya belut. Penjelasan di bawah ini akan membantu Anda memahami lebih jauh tentang budidaya belut.

Perkiraan Anggaran Dan Pendapatan

Modal Awal Dalam 1 Bulan

Anda perlu memperkirakan modal usaha dengan biaya yang sekecil mungkin demi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar mungkin.

Sehingga Anda tidak hanya berfokus pada peluang usaha ternak belut tetapi juga harus memperhitungan perihal keuangannya secara ketat.

Perhitungan modal tersebut adalah sebagai berikut:

    Pembibitan = Rp 30.000 / Kg x 5 Kg = Rp   150.000
    Biaya membeli drum bekas = Rp 100.000 x 3 buah = Rp.  300.000
    Pakan = Rp. 300.000 x 4 minggu = Rp 1.200.000
    Bahan tambahan seperti jerami dan lainnya = Rp   350.000
    Biaya membeli ember = Rp      60.000
    Transportasi = Rp    200.000
    1. Biaya tak terduga / biaya tambahan =

Rp    100.000

    +

Total biaya = Rp 2.360.000

Pendapatan Awal Dalam 1 Bulan

  • Harga Jual = 5 kg x Rp 30.000 = Rp   150.000 x 30 hari = Rp 4.500.000
  • Laba
    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
  • = Rp 4.500.000      – 2.360.000 = Rp 2.140.000

Dari analisa perkiraan di atas dapat disimpulkan bahwa bisnis budidaya belut sangat menguntungkan dimana modal awal Rp 2.360.000 dengan kentungan dalam satu bulan adalah Rp 2.140.000.

Apakah perkiraan tersebut pasti? Tentu semua tergantung seberapa efektif pengelolaan dan keberhasilan ternak belut yang dijalani.

Setidaknya angka-angka tersebut bisa saja menjadi contoh dalam penerapan target yang selanjutnya bisa anda biay bersi anda sendiri.

Penentuan Lokasi Beternak

Belut memiliki dua sistem pernafasan yang membuatnya dapat hidup di dua tempat, yaitu di lumpur dan di dalam air yang tidak terlalu banyak.

Terdapat banyak cara dalam budidaya belut. Biasanya budidaya belut dilakukan di sawah, kolam semen, kolam terpal, atau kolam drum dalam media air bersih, dalam lumpur, atau tanpa lumpur.

Pada pembahasan kali ini, akan dibahas budidaya belut dengan menggunakan kolam drum.

Pada dasarnya tidak ada yang berbeda dari cara beternak belut, cara pembibitan serta proses pemijahannya di antara dalam drum, kolam terpal, kolam semen, maupun di sawah. Tetapi tentu ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi ketersediaan lahan atau tempat.

Usaha budidaya belut dengan menggunakan drum merupakan salah satu cara untuk mensiasati ketersediaan lahan ketika pemilihan kolam terpal, kolam semen, atau sawah dirasa sangat merepotkan dan harus mempunyai lahan yang luas dan lokasi terbuka.

Mengenal Jenis Belut Ternak

  • Belut Sawah (Monopterus albus)

Belut sawah merupakan salah satu jenis belut yang banyak dibudidayakan di Indonesia oleh para peternak karena peluang usahanya lebih besar dibandingkan jenis belut lain. Jenis ini disebut dengan belut sawah karena hidup di sekitar sawah yang berlumpur. Belut sawah memiliki tubuh yang pendek dan gemuk.

  • Belut Rawa (Synbranchus bengalensis)

Belut rawa dapat Anda temukan di rawa karena biasanya hidup di rawa. Ciri-ciri yang dapat diamati dari belut ini, yaitu: memiliki tubuh panjang dan ramping kira-kira sepanjang 30 cm, memiliki lubang insang berukuran kecil yang terletak di bagian perut, memiliki empat buah insang berbentuk melengkung, dan letak permulaan sirip punggung yang berada di muka dubur.

Baca Juga :

Memilih Jenis Bibit Ternak Belut

Agar mendapatkan hasil budidaya belut yang memuaskan, Anda harus memilih bibit belut yang paling bagus dan sehat.

Sebaiknya Anda memilih bibit belut yang mempunyai ukuran seragam, agar tidak saling memangsa antar belut yang ada di dalam kolam drum.

Bibit belut harus dipilih yang sempurna atau normal dan Anda harus menyingkirkan yang tidak normal. Karena belut yang berkualitas akan akan berkembang dengan baik dan juga membuahkan hasil yang baik.

Belut yang berkualitas memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

  • Memiiki anggota tubuh yang utuh dan mulus, tidak terdapat luka gigitan atau goresan.
  • Bergerak aktif, lincah dan agresif.
  • Penampilan sehat dan bebas dari penyakit dengan ciri tubuh yang keras dan tidak lemas ketika dipegang.
  • Memiliki tubuh dan kepala yang seimbang dan berwarna kuning kecoklatan.
  • Memiliki ukuran tubuh kurang lebih berkisar antara 10-12 cm.
  • Berusia antara 2-4 bulan.

Tidak dianjurkan untuk memilih benih berwarna hitam dengan bagian perut berwarna kemerahan karena benih seperti ini akan tumbuh kerdil.

Anda juga harus menhindari membeli benih dengan cara setrum karena benih yang baik adalah benih dari hasil tangkapan dengan menggunakan wuwu/bubu.

Pembuatan Lahan atau Tempat Ternak

Anda dapat menggunakan drum bekas yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Buatlah lubang memanjang pada bagian atas drum. Kemudian, simpan drum di atas tanah yang datar agar tidak terguling.

Media tumbuh belut yang digunakan memiliki peranan penting dalam keberhasilan budidaya belut. Biasanya untuk kolam drum menggunakan media tumbuh berupa jerami padi, pupuk TSP, lumpur kering, kompos dan mikroorganisme starter.

Ketebalan jerami yang digunakan sekitar 50 cm di bagian bawah drum. Kemudian jerami disiram dengan mikroorganisme starter sebanyak 1 liter untuk satu drum.

Lalu tambahkan lapisan kompos setinggi 7 cm. Tambahkan lumpur kering yang sudah Anda campurkan dengan pupuk TSP 5 kg dengan ketinggian sekitar 25 cm pada lapisan paling atas.

Setelah pembuatan lapisan selesai, Anda dapat mulai mengisi air ke dalam drum sampai ketinggian 17 cm. Biarkan drum selama dua minggu untuk melalui fase fermentasi media tumbuh, setelah itu baru masukkan bibit belut ke dalam drum. Dalam satu kolam drum, Anda dapat memasukkan bibit belut sebanyak 2 kg dengan ukuran bibit 10–12 cm.

Memulai Usaha Ternak Belut

Ketika Anda memutuskan untuk memulai usaha ternak belut, terdapat langkah-langkah yang diawali dengan perhitungan anggaran, kemudian pemilihan tempat beternak beserta medianya, lalu mengenal dan memilih jenis belut sebagai bibit yang baik, setelah itu pembuatan lahan ternak, dilanjutkan dengan perawatan dan penanganan bila terjadi masalah, yang terakhir adalah memanen dan memasarkan hasil panen.

Mengenali Permasalahan dan Cara Penanganan

Biasanya dalam usaha ternak belut, sering menemui permasalahan dalam perawatan. Misalnya adalah dengan memperhatikan kualitas media, terutama air.

Bibit belut memiliki pH 5–7, maka selama masa pertumbuhan akan terjadi perubahan kadar pH air di dalam drum menjadi basa.

Air yang basa akan tampak merah kecoklatan yang disebabkan oleh menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia.

Jika telah terjadi hal demikian, Anda perlu menetralisirnya dan Anda harus sering mengukur derajat pH nya secara berkala.

Anda juga harus memperhatikan suhu air agar bertahan antara 26 sampai 28 derajat celcius.

Agar pertumbuhan bibit belut tidak terganggu karena cuaca alam yang panas, maka Anda harus melakukan penyiraman lingkungan media ternak sebagai bentuk hujan buatan.

Selain memperhatikan kualitas air, Anda juga harus memperhatikan pemberian pakan.

Agar dapat tumbuh dengan cepat dan segera dapat dipanen, pemberian pakan pada bibit belut akan lebih baik jika merupakan pakan segar, seperti belatung dan siput, cacing tanah, ikan cetol (biasanya dapat anda temui di sawah dan parit), dan jenis anak ikan lain yang masih berukuran kecil.

Cara Memanen dan Pemasaran

Masa Panen Ternak Belut

Waktu paling tepat untuk memanen belut sebagai bahan konsumsi adalah sampai dengan usia 4 bulan. Pada usia ini, belut yang tumbuh dengan normal dan sehat akan memiliki berat rata rata sampai dengan 200-300 gram/ekor.

Cara memanen belut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu panen sebagian atau dipanen secara total. Jika Anda melakukan panen sebagian, berarti Anda harus menyisakan belut berukuran kecil untuk dibesarkan kembali.

Jika Anda memanen secara total, berarti Anda harus membeli kembali bibit belut. Bibit belut dengan ukuran 7-12 cm dapat Anda beli seharga kurang lebih Rp 55.000/Kg (isi 75-110 ekor/kg). Dan untuk belut konsumsi bisa kamu jual dengan harga Rp 32.000 per Kg (isi 4-6 ekor).

Pemasaran Hasil Ternak Belut

Permintaan pasar akan belut sangat banyak seperti yang telah disebutkan di atas. Anda tidak harus pusing untuk memasarkan belut dari hasil budidaya yang telah Anda panen.

Anda dapat menjualnya langsung ke pedagang besar dalam jumlah besar atau menjualnya ke pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Atau, Anda dapat membuatnya menjadi makanan olahan terlebih dahulu sehingga Anda juga dapat menjualnya dengan memasukkan produk olahan belut tersebut ke toko-toko penjual oleh-oleh makanan, supermarket, atau dapat menjualnya secara on line.

Kesimpulan dan Tips

Anda harus memulai untuk membuka jaringan komunikasi ke semua warung makan hingga restoran yang membutuhkan belut untuk menambah daftar pelanggan.

Selain itu Anda dapat memberikan potongan harga kepada para pelanggan terpercaya agar tetap loyal membeli hasil belut kepada Anda.

Memulai usaha budidaya belut bukanlah suatu hal yang sulit dan Anda tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Tetapi usaha ini dapat memberikan hasil yang menguntungkan. Yang terpenting adalah Anda harus mengerjakannya secara teliti dan telaten agar membuahkan hasil yang diinginkan.

Sumber referensi

http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-belut-dan-analisa-usahanya.htm

https://alamtani.com/budidaya-belut/

https://centrausaha.com/budidaya-belut/

http://kumpulanartikelkelautandanperikanan.blogspot.com/2011/09/panduan-budidaya-belut-bagi-pemula.html

https://rejekinomplok.net/budidaya-belut/

https://centrausaha.com/budidaya-belut/

https://www.saferkidsandhomes.com/cara-budidaya-belut/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *