Ini Dia Cara Budidaya Ternak Domba Sukses dan Untung Besar

Usaha Ternak Domba

Usaha Ternak Domba

Di Indonesia kebutuhan akan domba sangat meningkat.

Entah itu hanya diambil dagingnya, atau juga bulu domba untuk dijadikan dan diolah menjadi barang industri lain.

Tetapi ini hanya berlaku pada daerah tertentu saja.

Domba mempunyai beberapa jenis di antaranya adalah domba lokal dan domba silangan.

Masing-masing jenis domba mempunyai ciri tersendiri. Singkatnya, domba lokal lebih kecil dibandingkan dengan domba silangan. Domba lokal mempunyai bobot sekitar 30-45kg.

Sedangkan domba silangan mempunyai bobot sekitar 70 kg untuk jantan dan 40 kg untuk betina.

Masyarakat Indonesia banyak yang mengagumi domba, baik domba lokal maupun domba silangan.

Oleh karena itu, ternak domba sangat dibutuhkan dan menjanjikan di Indonesia. Ternak domba juga cocok untuk semua kalangan. Apakah Anda tertarik mencobanya ?

Tetapi permasalahannya adalah banyak yang tidak tahu bagaimana cara memulai budidaya atau ternak domba.

Tenang saja, pada artikel ini akan dibahas lengkap mengenai bagaimana cara ternak atau budidaya domba secara lengkap dan mudah.

Cara Ternak Domba Agar Sukes dan Kelebihannya

Domba berbeda dengan kambing.

Pada umumnya, ternak kambing bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Tetapi,hal ini berbeda dengan domba yang cenderung lebih tidak berbau dibandingkan dengan ternak kambing.

Di sisi lain, semua aspek yang ada dalam domba seperti daging, bulu, susu dan lain sebagainya masih banyak dicari oleh masyarakat.

Menjadi pertanyaan bahwa mengapa sih harus beternak domba ? apa saja kelebihan dan keuntungannya ?

Pertama, domba lebih cepat berkembangbiak.

Dalam kurun waktu dua tahun, domba bisa beranak hingga dua kali. Sekali domba melahirkan bisa dua hingga tiga ekor domba.

Kedua, domba mudah beradaptasi dan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Bulu domba berfungsi sebagai “selimut” jika suhu dingin dan bisa berfungsi sebagai “penguap” apabila suhu panas agar tidak cepat haus.

Ketiga, modal untuk beternak domba relatif kecil karena harga tiap domba berkisar antara Rp.850.000.Usaha ini cocok digunakan untuk usaha rumah tangga.Lalu bagaimana cara ternak domba ? yuk kita simak penjelasan di bawah ini :

Baca Juga: Cara Ternak Kambing Tanpa Ngarit

Persiapan Awal Budidaya Domba

Butuh persiapan yang matang dalam budidaya domba.

Apalagi dalam persaingan pasar bebas seperti saat ini. Penting untuk menjaga usaha agar tetap berkelanjutan.

Salah satunya adalah meningkatkan kualitas usaha yang dimiliki. Termasuk cara ternak domba.

Persiapan Modal Budidaya Domba

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa sebenarnya beternak domba tidaklah mahal. Sebagai pemula Anda cukup menyediakan sekitar 3 hingga 5 domba dengan harga kurang lebih Rp.850.000 per ekornya.

Logikanya seperti ini, apabila Anda membeli 5 ekor domba yang sedang hamil.Kemudian dalam satu ekor domba tersebut melahirkan 3 anak.

Maka dalam setahun Anda sudah bisa menghasilkan 15 anak domba untuk kemudian bisa Anda besarkan atau Anda jual.

Modal untuk membangun kandang, penyediaan mesin giling pakan (bila diperlukan), pembangunan kandang dll bisa sekitar Rp. 5.000.000.

Tetapi ini tidak bersifat mutlak,artinya, bisa jadi kebutuhan kandang Anda lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan dengan harga perkiraan.

Baca Juga: Mengenal Jenis dan Cara Beternak Kambing Etawa

Cara Ternak Domba dalam Persiapan Lokasi

Nah, untuk persiapan lokasi sebenarnya beternak domba lebih fleksibel dibandingkan dengan yang lain.

Anda cukup menggunakan halaman belakang Anda atau gudang khusus untuk beternak domba.

Jika memungkinkan Anda bisa membawa domba Anda ke tempat yang tumbuh banyak rumput.

Bisa ke lapangan, sawah atau dan lain sebagainya. Perhatikan pula jarak antara rumah Anda dengan lokasi lapangan terbuka.

Metode Cara Ternak Domba yang Bisa Digunakan

Untuk metode ternak domba dibagi menjadi dua.Pertama yaitu sistem gembala, kedua sistem kandang. Sistem gembala seperti yang sudah dijelaskan di atas, hanya cocok untuk daerah atau area rerumputan hijau yang luas.

Pada saat ini, metode gembala dianggap kurang efisien karena terbatasnya lahan.

Mayoritas orang menggunakan metode ternak kandang karena dianggap lebih menghemat tenaga dan waktu. Terserah Anda mau menggunakan yang mana.

Pembuatan Kandang atau Tempat Budidaya Domba

Pada tipe kandang ada dua, pertama adalah kandang koloni dan kandang tunggal. Kandang koloni biasanya berukuran 1×3 meter dan biasanya dihuni maksimal 10 ekor domba.

Sedangkan kandang tunggal hanya dihuni oleh satu ekor domba yang pas dengan badan domba.

Biasanya tipe kandang ini cocok untuk dibuat domba yang digemukkan.

Kandang domba juga harus mempunyai tempat makan dan minum.

Tempat makan biasanya terletak di depan kandang domba.

Usahakan membuat tempat makan domba cukup besar. Sedangkan untuk minum cukup dengan menggunakan ember saja.

Untuk struktur kandang atau bahan utama pembuatan kandang,usahakan bahan yang kuat.

Atap domba jangan memakai asbes yang membuat domba panas, usahakan memakai bahan yang menyerap panas.

Jangan lupa antara kandang dengan tanah mempunyai space agar memudahkan membersihkan kotoran.

Baca Juga: Usaha Ternak Sapi Pemula Dan Rincian Modal Usaha Tahap Awal

Cara Ternak Domba saat Memilih Bibit Domba yang Baik

Memilih bibit yang baik dan unggul penting adanya,agar produksinya juga baik.

Pada umumnya Anda harus memilih bibit domba yang mempunyai selaput mata yang sehat, badan domba tidak terlalu gemuk, bulu tidak pucat atau kaku, dan tidak cacat fisik.

Bagi domba betina usahakan memilih yang mempunyai nafsu kawin yang tinggi, ambing dan putting besar serta berumur 1,5 hingga 2 tahun.

Sedangkan untuk kambing jantan usahakan yang mempunyai sepasang testis dan mempunyai tonjolan pada kaki yang cukup besar, umur minimal 1,5 tahun dan berasal dari induk yang mempunyai anak lebih dari dua.

Semoga Anda teliti dalam memilih bibit domba yang baik.

Memulai Pemeliharaan dan Perawatanw Budidaya Domba

Pemeliharaan Budidaya Domba: Pemberian Pakan Domba

Pakan Hijau-Hijauan

Agar domba sehat dan mempunyai bibit yang unggul maka kebutuhan makanannya juga harus dipenuhi.

Pada umumnya domba memakan 10 hingga 20% makanan dari bobot badannya dan minum sekitar 3 hingga 4 liter.

Makanan domba terdiri dari dua yaitu pakanan hijau-hijauan dan pakanan konsentrat.

Pastikan bahwa kedua pakan ini mempunyai potrein yang tinggi.

Pertama pakanan hijauan.

Anda bisa memberikan pakanan hijauan segar maupun kering.

Untuk pakanan hijauan yang segar usahakan memberi domba rumput-rumput dan tetumbuhan yang segar, tidak pucat dan berbunga.

Menjadi nilai lebih apabila rumput atau dedaunan tersebut yang mengandung banyak air.

Untuk pakanan hijauan yang kering biasanya adalah jenis jerami,pastikan tanaman tersebut mempunyai serat yang tinggi.Jangan lupa sediakan 3 hingga 4 liter air untuk minum.

Pakan Konsentrat

Kegunaan pakan konsentrat domba sebagai tambahan protein. Tetapi perlu Anda ingat bahwa pemberian pakan konsentrat ini yang mudah dicerna oleh domba.

Jangan memberikan makanan yang tidak mudah dicerna oleh domba.

Selebihnya Anda bisa mendapatkan protein atau suplemen tambahan di toko terdekat (toko pakan ternak).

Suplemen ini juga bisa Anda gunakan untuk pencegahan penyakit pada domba dan meningkatkan sistem imun domba.

Pemberian pakan pada domba adalah dua kali sehari.

Pertama adalah pukul 07.00 dan kedua pada pukul 15.00. Perhatikan juga pada usia domba, domba yang kecil lebih sedikit dibanding dengan domba besar.

Jadi jangan sampai Anda menyamaratakan semua domba.

Baca Juga: Bagaimana Cara Cepat Menggemukan Sapi Kurus Agar Dapat Melipatgandakan Keuntungan

Perawatan Harian untuk Budidaya Domba

Domba harus Anda lakukan setiap harinya. Jangan lupa untuk membersihkan kandang domba setiap hari.

Kotoran domba bisa Anda gunakan untuk pupuk kandang.

Jangan lupa memandikan domba setiap harinya agar terbebas dari kuman dan cacingan.

Apabila domba bersih maka nafsu makannya pun juga akan meningkat.

Jangan lupa mencukur bulu domba, pencukuran bisa Anda lakukan 3-6 bulan sekali.

Jangan lupa juga memotong kuku domba untuk alasan kesehatan domba-domba tersebut.

Pencegahan dan Penanganan Penyakit Pada Domba

Penyakit umumnya yang terjadi pada domba adalah cacingan dan kudisan.

Cacingan

Jika domba yang cacingan adalah mempunyai mata yang sayu, hidung dan mulut terkadang kering.

Serta kotoran cair. Jika sudah seperti ini Anda harus sesegera mungkin membelikan obat cacing di toko terdekat.

Kedua adalah kudis.

Penyakit kudis pada domba biasanya terjadi karena banyaknya kuman yang menempel pada kulit domba.

Oleh karena itu, padapembahasan sebelumnya Anda harus rutin memandikan domba apabila badan domba terasa kotor.

Masa Panen dan Penjualan Domba

Bisa dibilang tidak ada pembatasan masa panen tertentu pada domba.

Hal ini disebabkan tergantung makanan dan nutrisi yang diterima oleh domba.

Semakin banyak makanan dan nutrisi yang dikonsumsi, maka semakin cepat pula domba gemuk dan bisa dipanen.

Pun penghasilan dari domba, tergantung jumlah domba yang Anda jual pada bulan tersebut.

Semakin banyak domba yang Anda jual,maka semakin banyak pula hasil yang Anda dapatkan.

Pastinya tetap memperhatikan harga pasaran.Apakah domba sedang mahal atau sedang murah.

Perhatikan juga musimnya,biasanya domba akan semakin mahal apabila pada masa hari raya idul adha, atau hari raya idul fitri.

Bisa jadi Anda akan bisa memperoleh keuntungan maksimal pada waktu tersebut.

Tips Sukses Cara Ternak Domba dan Kesimpulan

Nah,selanjutnya apa sih tip sukses beternak domba yang harus dilaksanakan:

• Belilah domba dengan kualitas bibit unggul (baik reproduksi, bentuk fisik atau yang lainnya)

• Rajin memberikan perawatan pada domba (membersihkan kandang, memandikan domba hingga memberikan suplemen atau vitamin)

• Memberikan penanganan pertama apabila domba mengalami gejala sakit, agar tidak sampai terjadi kematian domba.

• Usahakan, domba mendapatkan pakan yang seimbang antara pakan hijau-hijauan dan pakan konsentrat (ampas tahu (bagi yang menggunakan ampas tahu untuk makan domba), vitamin dsb).

Hal ini untuk menghindari terjadinya penyakit, karena seperti yang telah diketahui bahwa terkadang ampas tahu bersifat panas di perut domba.

Jadi usahakan seimbang.

• Ibarat manusia, jika diberikan makanan yang sama setiap harinyaa maka akan bosan kemudian tidak nafsu makan dan pada akhirnya jatuh sakit.

Manusia bisa memilih sendiri makanannya, berbeda dengan domba yang memberikan makanan dan nutrisi adalah yang beternak.

Cara-cara di atas merupakan beberapa cara untuk beternak domba, Anda bisa mempraktikannya dengan mudah.

Jika pada tutorial ini Anda belum bisa secara sepenuhnya mempraktikkan, maka Anda bisa meminta seseorang yang sudah ahli atau sudah sukses untuk mengajari Anda beternak domba.

Jangan lupa sering melakukan sharing-sharing mengenai perkembangan pasar domba kepada sesama peternak domba.

Semoga artikel ini membantu pengembangan bisnis anda, dan selamat mempraktikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *