Cara Ternak Burung Lovebird

Cara Ternak Burung Lovebird

Salah satu alasan kenapa ternak burung lovebird memiliki prospek yang baik adalah karena jenis burung ini memiliki harga yang cukup tinggi dan mudah dalam perawatan serta cepat mendapatkan keturunan.

Meski terbilang cukup mudah namun jika kita awam terhadap jenis burung ini maka kita akan menemukan banyak kesulitan.

Kesalahan dalam penerapan beternak bisa berakibat kegagalan dan kerugian.

Disinilah kita akan mencoba mengungkap bagaimana cara ternak burung lovebird bagi pemula secara rinci dan lengkap agar memudahkan bagi siapa saja untuk memahami langkah demi langkah beternak burung lovebird ini.

Persiapan Kandang Penangkaran

Untuk tahapan persiapan kandang sebaiknya mengikuti cara ternak burung lovebirrd yang baik dan banyak belajar langsung dari mereka yang lebih dahulu sukses meski memang  tidak ada ukuran baku dalam membuat ukuran kandang untuk ternak lovebird.

Namun paling tidak kita harus bisa memahami ukuran ideal dalam pembuatan kandang agar burung yang diternakan optimal dan sehat.

Kandang tidak terlalu besar sehingga memakan banyak biaya namun juga tidak terlalu sempit agar ruang gerak burung lovebird lebih leluasa.

Setidakanya ada dua jenis kandang yang bisa jadi patokan apakah ingin beternak dengan sistim berpasangan atau sistim koloni yaitu memanfaatkan satu kandang dengan ukuran lebih besar untuk menampung beberapa pasang lovebird.

Jika tidak ingin direpotkan dengan pembuatan kandang maka kita bisa membeli ditoko perlengkapan burung yang sudah jadi dan siap untuk dihuni lovebird peliharaan kita nantinya.

Namun begitu jika ingin membuat sendiri kandang untuk tujuan menghemat biaya kita bisa meniru berbagai model kandang yang sudah ada dengan menggunakan bahan aluminium ataupaun besi sesuai ukuran yang kita inginkan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Kandang Penangkaran

Kandang Burung Lovebird
Kandang Burung Lovebird

1.Bahan Kandang

Bahan kandang penangkaran sebaiknya terbuat dari aluminium ataupun besi sehingga kandang lebih awet dan tidak mudah dirusak lovebird piaraan.

Jika ingin menggunakan kayu pilihlah kayu yang keras dengan jeruji kayu cukup besar sehingga aman.

Sepasang lovebird bisa dipelihara pada kandang ukuran 75 cm X 50 cm X 50 cm.

Atau anda bisa membuat ukuran ideal sesuai ketersedian bahan asalkan masih leluasa untuk menampung sepasang burung lovebird.

Untuk kandang pemeliharaan lovebird sistim koloni ukuranya bisa menyesuaikan dengan jumlah yang akan diternak, bisa 2 X 1 X 1 meter untuk memelihara beberapa pasang lovebird dalam satu kandang.

2.Tangkringan

Tangkringan atau kayu yang ditempatkan di antara jeruji kandang sebaiknya terbuat dari bahan kayu yang tidak licin.

Tekstur kasar kayu dengan diamater antara 2-3 cm dan membulat akan membuat pijakan burung lovebird lebih baik karena mudah dicengkeram sempurna.

Pemilihan kayu tangkringan yang baik akan membuat burung lebih nyaman berdiri dan memudahkan pasangan dalam proses perkawinan.

3.Tempat Pakan dan Minum

Kita bisa membeli tempat pakan dan minum di pasar atau toko peralatan pakan burung dengan harga yang cukup murah.

Tempat pakan dan minum harus selalu dijaga kebersihanya.

Ganti air setiap hari dan bersihkan tempat minum dari kotoran dan lumut.

Begitupun pada tempat pakan sering periksa tempat pakan untuk memastikan tidak didatangi serangga seperti semut dan sebagainya.

4.Kotak Sarang Bertelur

Langakah selanjutnya mempraktekan cara ternak burung lovebird yang tepat adalah pembuatan sarang didalam kandang penangkaran bertujuan untuk menempatkan lovebird betina bertelur dan menetaskanya disana.

Buatlah ukuran yang tidak terlalu sempit namun juga tidak terlalu besar sehingga bisa membuat sangkar utama kehabisan ruang.

Pada sangkar 50X50X50 cm kita bisa membuatkan kotak sarang dengan ukuran 20X20X20 cm, atau sesuaikan dengan ketersedian ruang dan model kandang selama masih cukup leluasa untuk tempat bertelur dan menetaskanya.

Perhatikan juga bahan kotak sarang sebisa mungkin jangan terlalu tipis sehingga mudah di rusak oleh lovebird.

Gunakan papan dengan ketebalan berkisar antara 10-15mm.

Buatkan lobang ideal pada kotak untuk keluar masuk burung dengan leluasa.

Kotak sarang bisa ditempatkan didalam sangkar ditempelkan pada dinding sangkar utama.

Bahan Sarang

Agar burung bertelur dan menetas dengan baik kita juga perlu memperhatikan bahan sarang yang disimpan didalam kotak sarang tersebut.

Kelembaban yang baik akan membuat telur lovebird lebih mudah menetas.

Berikut beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan pedoman.

  • Kita bisa menyiapkan serbuk gergaji dengan ketebalan 1-2 cm sebagai bahan sarang yang di simpan merata pada dasar kotak sarang tersebut.
  • Kulit jagung yang kering bisa juga digunakan sebagai alas untuk sarang lovebird bertelur.
  • Pastikan bahan sarang terbebas dari unsur berbahaya seperti zat kimia, serangga yang berbahaya dan memiliki kebersihan yang baik, agar burung nyaman.

Pemilihan Bibit Lovebird

Pemilihan bibit adalah langkah awal mempraktekan cara ternak burung lovebird yang baik, dan memilih bibit yang sehat adalah salah satu persyaratan mutlak agar mendapatkan keturunan yang berkualitas.

Pilih usia ideal yang masih muda dan hindari membeli lovebird untuk diternakan saat usia burung lebih dari 3 tahun.

Usia lovebird yang sudah terlalu tua reproduksinya sudah tidak bagus lagi sehingga merugikan jika dijadikan burung ternak.

Untuk mendapatkan pasangan yang baik jika kita sebagai pemula sebaiknya membeli kepada mereka para penjual yang telah terpercaya atau dikenal baik.

Ini untuk menghindari kesalahan dalam memilih atau tertipu dengan membeli sepasang lovebird yang sebenarnya satu jenis kelamin.

Disamping itu kita juga memerlukan sepasang atau beberapa pasang lovebird yang sudah menjadi pasangan burung tersebut.

Pasangan lovebird yang sudah jadi akan jauh lebih mudah diternakan dibandingkan pasangan yang masih mencari apalagi memaksakan lovebird jantan dan betina dalam satu kandang yang awalnya belum menjadi pasangan.

Dengan membeli bibit dari orang yang terpercaya sebagai peternak pemula akan lebih mudah mendapatkan bibit ternak yang baik tanpa harus banyak belajar tentang bagaimana membedakan lovebird jantan dan betina atau bagaimana ciri-ciri lovebird yang sehat dan tidak juga perlu dipusingkan karena banyaknya jenis lovebird yang ada.

Perawatan dan Pemeliharaan Lovebird

Setelah selesai mempersiapkan kandang dan peralatanya dan telah mendapatkan bibit sepasang atau beberapa pasang lovebird maka selanjutnya adalah mulai pada tahap pemeliharaan dan perawatan sebagai bidang utama yang harus diketahui dengan baik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan adalah;

Makanan dan Air Minum Burung Lovebird

Di alam bebas lovebird banyak mengkonsumsi biji-bijian dan berbagai pakan hijau yang jumlahnya mungkin akan berbeda dengan saat burung diternak.

Lovebird yang berada di alam bebas memiliki pergerakan aktif yang menunjang sehingga komposisi makanan mereka tidak terlalu menjadi masalah.

Berbeda dengan ternak lovebird pada umumnya, burung ini memiliki keterbatasan ruang gerak sehingga burung cenderung lebih banyak berdiam karenanya nutrisi makanan juga harus jadi perhatian.

Memang kita tidak perlu secara spesifik mempelajari kebutuhan nutrisi burung lovebird namun setidakanya kita perlu tahu dasar-dasar kebutuhan nilai gizi sehingga komposisi pemberian pakan pada ternak lovebird agar tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan nutrisi.

Dengan memberikan porsi yang cukup dan seimbang diharapkan lovebird tidak mengalami kegemukan yang akan berakibat lovebird betina menjadi susah bertelor dan lovebird jantan bisa saja menjadi mandul.

Sementara jika lovebird terlalu kurus maka burung betina akan susah bertelur dan jantan tidak cukup memiliki birahi sehingga kurang efektif dalam perkembangbiakan.

Komposisi yang tepat dalam pemberian pakan akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan perkembangan ternak lovebird.

Berikut adalah ilustasi pemberian pakan yang bisa diberikan kepada lovebird yang siap diternakan:

  • Biji kenari 30%
  • Biji bunga matahari (kwaci) 15%
  • Biji gandum 5%
  • Biji rami 3%
  • Niger seed 2%

Sedangkan pemberian buah dan sayur mengikuti kebiasaan atau yang disukai lovebird.

Tidak semua lovebird mau makan buah namun begitu jika diperlukan kita bisa memberi buah pepaya, pir, apel dan sejenisnya.

Dan pada sayuran kita dapat memberikan kangkung, jagung muda, selada sebagai makanan pendamping disamping biji-bijian.

Toge juga dipercaya dapat meningkatkan birahi pada burung namun dalam prakteknya kita harus memperkenalkan toge kepada lovebird semenjak masih kecil.

Biasanya lovebird yang sudah dewasa dan tidak pernah makan toge akan kesulitan mengkonsumsi sayur toge ini.

Air Minum

Banyak yang berpendapat jika cara ternak burung lovebird yang baik harus menyiapkan air minum pada burung dengan dimasak terlebih dahulu, namun sebenarnya hal tersebut tidak wajib selama:

  • Air minum bebas dari pencemaran
  • Tidak mengandung zat kimia berbahaya
  • Tidak berbau
  • Jernih

Untuk mendapatkan air yang sehat bagi lovebird sebaiknya gunakan air alami dari mata air atau air sumur yang bersih namun jika harus menggunakan air PAM alangkah baiknya diamkan air pam selama satu hari dan ambil air bagian atasnya saja.

Air pam umumnya mengandung unsur kimia penjernih air yang sering kita kenal sebagai kaporit.

Cuci tempat air minum setiap hari agar air tetap higienis untuk burung.

Kadang banyak kotoran yang masuk ke dalam minuman karenanya harus rutin mengganti dan membersihkanya setiap hari.

Kebersihan Kandang dan Kebisingan Lingkungan

Disamping pemberian pakan dan minum yang baik kondisi kandang juga harus selalu jadi pokok perhatian.

Bersihkan secara rutin kotoran burung yang ada di bawah kandang.

Sementara pada saat burung memasuki masa perkawinan dan proses setelahnya seperti bertelor dan pengeraman usahakan burung ditempatakan di tempat yang jauh dari kebisingan yang dapat mengganggu proses tersebut.

Masa Perkawinan dan Bertelur

Jika kita baru saja memulai usaha peternakan lovebird masa perkawinan burung hingga proses bertelur merupakan masa paling kritis dan paling ditunggu.

Masa Perkawinan

Secara alami lovebird memilih tempat yang nyaman dan tidak ada gangguan saat proses perkawinan.

Berbeda dengan burung lain, lovebird memiliki ritual unik sebelum mereka melakukan perkawinan.

Tempatkan ditempat yang tidak banyak kebisingan dan lalu lalang orang-orang dinsekitar kandang agar proses perkawinan berjalan baik.

Baca Juga:

Masa Bertelor

Sebagian besar para peternak lebih memilih untuk tidak mengganggu dan banyak campur tangan saat burung mulai menginjak masa bertelur.

Alasan paling utama karena burung yang memasuki masa bertelur akan mudah stress jika mendapat gangguan dari luar.

Kebisingan lingkungan sekitar juga dapat berpengaruh terhadap suksesnya proses bertelur lovebird.

Karenanya akan lebih baik jika burung memasuki fase ini ditempatkan ditempat yang nyaman dan jauh dari kebisingan dan membiarkan burung bertelur secara alamiah tanpa adanya campur tangan manusia.

Burung lovebird yang baru saja akan memulai reproduksi umumnya sangat riskan jika mendapat gangguan.

Berbeda dengan burung lovebird yang sudah berkali-kali bertelur yang sudah bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitarnya.

Lovebird betina akan lebih agresif dan akan melindungi kotak sarangnya dari gangguan luar.

Sementara lovebird jantan akan berkicau kencang sebagai upaya memberi proteksi kepada pasanganya sekaligus memberikan isyarat ketika ada ancaman dari luar.

Terutama jika lovebird baru pertama kali memasuki masa bertelur sebaiknya jangan memberi gangguan seperti menyentuh kotak sarang atau mendekat dan membuat suara gaduh disekitar kandang.

Gangguan yang akan membuat stress lovebird bisa berdampak kegagalan bertelur, tidak mau mengerami telur yang sudah ada hingga hilangnya produktivitas pada jangka panjang.

Namun begitu ada juga peternak lovebird yang justru melakukan pendekatan sebaliknya pada masa lovebird bertelur.

Peternak lovebird justru memberikan pendekatan dengan serangkaian sentuhan kepada burung yang sedang pada masa proses bertelur dengan memegang atau menyentuh kandang sarang bahkan hingga mengeluarkan telur yang sudah ada dan memasukan kembali ke kandang sarang.

Mereka melakukan pelatihan secara rutin dari pertama kali burung lovebird dipasangkan dalam satu kandang penangkaran.

Mulai dari menyentuh burung hingga sering mengotak atik kandang sarang.

Hal ini dilakukan setiap hari dari pertama dimasukan ke satu kandang hingga menginjak masa bertelur dan seterusnya, kebiasaan seperti ini menjadikan burung merasa jika sentuhan peternak bukan merupakan musuh yang berbahaya sehingga lovebird tetap nyaman meskipun menginjak masa bertelur.

Terlepas cara mana yang akan dipilih, namun sejatinya lovebird secara alamiah akan bertelur dengan baik jika tidak ada campur tangan atau gangguan manusia pada prosesnya .

Setidaknya jika kita masih pemula dan masih baru belajar akan lebih baik menggunakan cara pertama hanya ketika sudah berhasil bukan hal yang keliru jika kemudian melakukan eksperimen seperti yang dicontohkan tersebut.

Umumnya induk lovebird akan bertelur antara 4-6 butir, dalam keadaan normal.

Namun tidak mentup kemungkinan lovebird dapat mencapai 8 butir telur terutama jika keadaan burung tersebut memiliki kesehatan optimal yang didukung pemberian pakan yang baik serta usia yang cukup matang untuk reproduksi.

Pada kasus sebaliknya lovebird justru akan bertelur dalam jumlah lebih sedikit, banyak faktor pendukung yang menyebabkan demikian seperti pemberian pakan yang kurang optimal, usia indukan yang masih muda atau terlalu tua dan seterusnya.

Perawatan yang baik dan pemilihan bibit yang matang akan berdampak pada kesuksesan dan terhindar berbagai masalah saat lovebird bertelur.

Masa Pengeraman dan Penetasan

Setelah sukses melewati proses masa bertelur selanjutnya kita masih harus bersabar karena ada tahapan penting berikutnya yaitu masa pengeraman dan penetasan.

Umumnya tidak semua telur yang dihasilkan oleh induk lovebird dapat ditetaskan sempurna.

Ada saja beberapa telur yang gagal menetas, namun jangan khawatir hal tersebut masih dianggap wajar selama presentasi yang menetas masih lebih banyak.

Telur yang dierami induk lovebird akan menetas pada hari ke 21-23 dihitung saat induk bertelur pada jumlah ke 3 atau 4.

Kelembaban udara pada sarang tempat telur dierami sangat berpengaruh terhadap keberhasilan induk lovebird untuk menetaskan telur-telurnya.

Terutama pada musim kemarau dimana suhu udara panas dan kelembaban udara kurang mendukung proses penetasan, peternak bisa memberikan bantuan manual disekitar kandang dengan menempatkan ember-ember yang berisi air agar suhu dan kelembaban udara sekitarnya lebih bersahabat guna mendukung proses penetasan.

Sebenarnya secara alami lovebird memiliki naluri yang kuat untuk membuat sarang memiliki kelembaban yang cukup.

Jika didalam kandang terdapat air yang bisa digunakan untuk membasahi tubuhnya, biasanya indukan akan memanfaatkan air untuk mandi dan kembali mengerami telur-telurnya terutama jika pada suhu panas.

Kadang juga induk lovebird akan membawa sayur hijau seperti kangkung masuk ke sarung agar tempat bertelur lebih lembab.

Ada dua tipe pengeraman telur yang bisa dijalankan pternak lovebird yaitu secara alami dan sistim babu.

1.Pengeraman Secara Alami

Pengeraman telur secara alami yaitu pengeraman yang akan dilakukan oleh induk lovebird tanpa perlu bantuan pemilik ternak hingga proses penetasan selesai.

Bagi peternak pemula yang masih memiliki jumlah pasangan lovebird masih sedikit cara ini adalah cara terbaik.

Sekali lagi selektif dalam pemilihan bibit pasangan yang sehat dan baik berpengaruh juga terhadap suksesnya penetasan secara alami.

Namun demikian ada beberapa kasus dimana karakter induk lovebird tidak optimal dalam pengeraman sehingga tidak jarang dijumpai induk tidak mampu menetaskan telur-telurnya dengan baik.

Pada kasus seperti ini kita sebagai peternak dapat memanfaatkan sistim babu dalam pengeraman telur lovebird.

2.Pengeraman Sistim Babu

Pengeraman sistim babu disini maksudnya adalah menitipkan telur yang telah dihasilkan oleh induk lovebird ke pada indukan lovebird lain.

Penggunaan sistim babu sangat efektif terutama bagi mereka yang telah memiliki banyak pasangan lovebird yang diternakan.

Beberapa alasan kenapa menggunakan sistim babu adalah:

1.Induk tidak mau atau sering mengalami kegagalan dalam mengerami telur-telurnya.

2.Mengoptimalkan produksi telur pada jenis lovebird yang dianggap unggul.

Dengan menitipkan ke lovebird lain maka sepasang lovebird unggul akan lebih produktif dalam menghasilkan telur untuk ditetaskan oleh indukan lain yang grade atau nilai ekonomosnya lebih rendah.

Namun harus juga diingat bahwa secara alamiah lovebird perlu masa istirahat dan tidak berterusan bertelur yang akan mengganggu kesehatan lovebird itu sendiri.

Adakalanya perlu jeda dimana satu kali indukan menetaskan sendiri kemudian di masa berikutnya menerapkan pengeraman sistim babu agar lebih cepat bertelur lagi.

Masa Pembesaran Anakan Lovebird

Jika telur-telur telah sukses ditetaskan oleh indukan lovebird maka kini saatnya memantau perkembangan pada masa pembesaran anakan atau piyik lovebird tersebut.

Umumnya induk lovebird akan membesarkan anaknya di dalam kotak sarang hingga 4-5 minggu sebelum anakan tersebut mulai keluar dari kotak sarangnya.

Meskipun kita perlu memantau perkembangan anakan tersebut namun usahakan jangan sampai membuat induk stress karena merasa terganggu.

Hindari terlalu sering melihat ke dalam sarang atau membuka sarang tersebut.

Meski ada beberapa peternak justru menerapkan cara sebaliknya yaitu dengan lebih sering melakukan pendekatan agar lovebird tidak kaget dan stress bahkan walaupun sering menyentuh sarang tempat anakan tersebut.

Namun bagi pemula sebaiknya hindari hal seperti itu, sebaiknya biarkan lovebird membesarkan anaknya secara alami dan kita cukup memantau sekali-kali saja untuk memastikan anak atau piyik sehat.

Masa pembesaran oleh induk harus diperhatikan juga porsi makanan yang diberikan.

Induk lovebird akan meloloh anak-anaknya secara rutin dan kita memberikan porsi makanan yang baik kepada indukan tersebut untuk selanjutnya diberikan kepada anaknya.

Beri air minum yang selalu diganti tiap pagi dan sore hari, hindari sayuran seperti kangkung pada awal minggu pertama karena proses pencernaan piyik belum sempurna.

Menginjak usia 3 mingguan biasanya piyik lovebird sudah mulai tumbuh bulu halus dan pencernaanyapum sudah mulai membaik.

Saat itu porsi sayuran boleh diberikan lebih banyak termasuk memberi selingan jagung muda sebagai makanan tambahan.

Minggu ke 4 atau ke 5 anakan lovebird sudah mulai mandiri dan ada yang mulai keluar dari kotak sarang.

Biasanya secara alami lovebird jantan akan meloloh atau memberi makanan kepada anakan atau piyik yang sudah mulai keluar dari sarangnya dan lovebird betina tetap memberikan makanan pada piyik yang masih ada di dalam sarang tersebut.

Pada mingu ke 5 dan seterusnya bulu-bulu anakan lovebird mulai lengkap bahkan mulai belajar terbang dan makan sendiri.

Pada fase ini kita bisa memantau satu persatu dan memindahkan ke tempat terpisah untuk diberikan makan dikandang lain, dan indukan tetap fokus memberikan pakan kepada anakan yang belum bisa mandiri.

Masa Pemisahan Anakan

Setelah semua fase diatas terlewati maka sekarang saatnya menyiapkan kandang-kandang baru untuk penghuni barunya.

Langkah selanjutnya adalah membesarkan dan menjodohkan anakan ketika menginjak masa siap dikawinkan yaitu sekitar usia 10- 12 bulanan atau bisa juga menjual anakan yang mandiri tersebut sebagai keuntungan bisnis ternak yang dijalankan.

Jika ingin beternak lebih besar kita bisa terus mengembak biakan anakan tersebut sendiri dan menjualnya saat mereka sudah memiliki pasangan-pasanganya kepada calon peternak lain atau kepada mereka yang hobi terhadap burung lovebird.

Menjodohkan lovebird secara alami akan menghasilkan ikatan pasangan lovebird yang kuat jika dibandingkan dengan cara dipaksakan berpasangan oleh peternak.

Kesabaran dan ketekunan serta ketelitian adalah kunci sukses dalam mempelajari sekaligus mempraktekan cara ternak burung lovebird yang baik dan benar.

Metode yang di tulis diatas mungkin berbeda dengan para peternak sukses lainya.

Karena sebenarnya tidak ada ilmu pasti dalam ilmu cara ternak lovebird ini.

Jika anda pemula dan ingin lebih serius sebaiknya anda juga harus terjun langsung melihat peternakan yang sudah sukses disekitar anda dan mendapatkan ilmunya lebih rinci sehingga lebih mudah dalam penerapanya.

Jika anda memiliki cara ternak burung lovebird yang lebih baik silahkan bagi pengalaman Anda di kolom komentar.

Dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat.