Cara Mengatasi Ngompol Pada Anak Usia 12 tahun

by :

Cara Mengatasi Ngompol Pada Anak Usia 12 Tahun

Pada anak-anak usia 0-5 tahun kebiasaan anak mengompol saat tidur masih dianggap secara umum sebagai hal yang wajar.

Karena pada banyak kasus mereka para balita yang mengompol akan otomatis berhenti dari kebiasaanya seiring bertambahnya usia pada anak.

Namun pada sebagaian kecil kasus lainya ditemukan jika anak-anak mengompol hingga mencapai usia yang tidak lazim bahkan hingga anak berusia 12 tahun atau lebih.

Sebelum mencari tahu bagaimana caranya mengatasi anak mengompol usia 12 tahun ada baiknya kita mencari tahu apa penyebab anak memiliki kebiasaan mengompol ini.

Penulis berusaha mencari sumber terpercaya dengan membaca dan mengumpulkan berbagai artikel dan merangkumnya secara singkat disini.

Mengompol atau sering di sebut enuresis dalam bahasa medis merupakan suatu situasi dimana penderita tidak mampu menahan keluarnya air seni atau air kemih.

Nah jika mengompol ini terjadi pada tidur di malam hari ianya disebut sebagai enuresis nokturnal.

Mengompol sendiri kemudian dikelompokkan menjadi dua yaitu:

1.Enuresis Primer

Enuresis primer adalah kebiasaan mengompol yang dimulai sejak lahir artinya kebiasaan mengompol anak sudah dibawa sejak lahir hingga usia tertentu,umumnya kasus enuresis primer paling banyak ditemukan.

2.Enuresis Sekunder

Jika mengompol terjadi pada anak usia tertentu padahal pada usia sebelumnya tidak terjadi fase atau kasus mengompol maka ianya disebut sebagai enuresis sekunder.

Ada beberapa penyebab anak memiliki kebiasaan mengompol Bahkan ketika anak menginjak usia 12 tahun atau lebih.

Diantara berbagai penyebab tersebut diantaranya adalah:

1.Keturunan

Anak yang terlahir dari kedua orang tua yang memiliki riwayat mengompol memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki kebiasaan mengompol hingga mencapai 77%.

Sementara jika hanya salah satu dari kedua orang tua yang memiliki riwayat mengompol maka kemungkinan anak untuk memiliki kebiasaan mengompol mencapai 44%.

Lain lagi jika anak terlahir dari kedua orang tua yang tidak memiliki kebiasaan mengompol maka besarnya kemungkinan mengompol pada anak hanya pada kisaran 15% saja.

2.Sistim Syaraf Yang Belum Bekerja Optimal

Pada usia balita sistim syaraf nya belum matang untuk mengirimkan sinyal ke otak ketika syaraf pada kandung kemih menerima reaksi jika kandung kemih telah penuh yang normalnya otak kemudian akan mengirimkan sinyal ke sistim syaraf agar menahan air kencing hingga ketika tiba di toilet atau tempat semestinya untuk kencing.

Namun begitu dalam sedikit kasus keterlambatan pematangan sistim syaraf bisa saja terjadi pada anak yang telah mencapai usia 12 tahun bahkan lebih.

3.Minimnya Hormon Penahan Air(antideuratik)

Hormon antideuratik akan bekerja pada malam hari untuk mengurangi produksi air kencing atau air kemih.

4.Masalah Pada Tidur Anak

Anak yang memiliki kebiasaan tidur sangat lelap umumnya sulit terbangun meski ada suara bising,mereka sulit sekali dibangunkan ketika sudah terlelap.

Nah anak yang memiliki kebiasaan seperti ini bisa juga memiliki kebiasaan mengompol meski pada usia 12 tahun atau bahkan lebih.

Mereka tidak terbangun dan tidak sadar jika dirinya sudah mengompol saat tidur.

Baru pada saat terjaga mereka akan menyadari jika dia telah mengompol.

5.Kelainanan Pada Kandung Kemih

Kelainan anatomi tubuh yaitu kecilnya kemampuan daya tampung kandung kemih juga dipercaya sebagai pemicu mengompol pada malam hari.

Kandung kemih tidak mampu menampung produksi air kemih saat tidur hingga terjaga.

Sehingga potensi mengompol lebih besar.

6.Anak Malas Ke Toilet

Anak yang sangat malas kadang sadar jika pada malam hari dan terjaga karena dirinya berkeinginan untung kencing.

Namun karena faktor malas ke toilet mereka membiarkan keadaan ini dan terus melanjutkan tidurnya.

Malas ke kamar kecil atau toilet bisa terjadi karena beberapa sebab:

Jarak toilet yang jauh dari tempat tidur

Takut keluar kamar dan ke toilet sendiri

Sangat malas dan cuek hingga terus tidur meski sadar berkeinginan untuk kencing.

Mereka anak yang malas ke toilet pada saat ingin kencing pada malam hari,dan melanjutkan tidurnya besar kemungkinan akan mengompol sebagian dari mereka akan bermimpi kencing sebagai reaksi atas proses mengompol yang terjadi terutama pada anak yang sudah cukup umur.

Mengenali penyebab anak mengompol merupakan langkah awal agar tindakan pencegahan ataupun terapi kepada anak bisa lebih efisien.

Penyebab mengompol pada anak berumur bisa saja salah satu di atas atau penyebab lain ataupun gabungan dari faktor tersebut.

Prinsip dari terapi yang dimaksud adalah membuat anak agar mampu menahan air kencing saat tidur hingga terjaga dan pergi ke toilet.

Bagi yang memiliki kantong kandung kemih yang lebih kecil maka dia tidak mampu menampung produksi air kemih saat tidur dan jalan terbaik adalah bangun saat malam hari ketika ada keinginan untuk kencing.

Mengompol bisa disembuhkan dengan bantuan obat medis atau dengan terapi sendiri.

Masing-masing tentu tergantung seberapa susah anak untuk menghentikan kebiasaan mengompol tersebut.

Namun demikian banyak yang takut penyembuhan kebiasaan mengompol dengan bantuan obat-obatan dikarenakan kemungkinan adanya efek samping terutama jika digunakan dalam waktu jangka panjang.

Tidak ada salahnya juga melakukan tindakan penyembuhan kebiasaan mengompol pada anak terutama bagi mereka yang telah menginjak usia 12 tahun atau lebih.

Karena disamping kekhawatiran orang tua,anak yang sudah akan menginjak bangku SMP ini tentu merasa malu dan minder jika kebiasaan buruknya tersebut diketahui teman-temanya.

Berikut Beberapa Langkah Yang Bisa Diambil Agar Anak Sembuh Dari Mengompol

1.Hal yang perlu diingat adalah jangan pernah mengolok-olok anak kita yang masih memiliki kebiasaan mengompol ini.

Bisa jadi ada penyebab diluar kendalinya yang mengakibatkan hal semacam itu.

2.Kurangi konsumsi air minum pada malam hari terutama menjelang tidur,untuk menutupi kebutuhan air minum berikan atau sarankan agar mengkonsumsi air lebih banyak jauh sebelum waktu tidur tiba.

3.Biasakan kencing setengah jam atau tepat saat menjelang waktu tidur tiba.

4.Ingatkan dengan bijak dan baik-baik agar anak berusaha tidak mengompol.

Kata-kata tersebut bisa seperti “Selamat tidur dan malam ini usahakan jangan mengompol ya!..”

2.Berikan dukungan moral kepada anak dan berjanji akan membantu agar anak bisa sembuh dari kebiasaanya.

Ketika pagi hari dijumpai kasur basah bantulah anak untuk membersihkan kamarnya,jangan membuat anak takut sehingga menyembunyikan kain-kain basah dan menutupi kasur dengan kain kering agar tampak tidak ada ompolnya.

Tanyakan dengan baik-baik apakah semalam sama sekali tidak sadar jika dirinya mengompol?Cara ini bisa sebagai bahan untuk mengetahui penyebab anak mengompol.

3.Diskusikan dengan anak apakah anak takut ke toilet pada malam hari?

Latih anak agar tidak lagi takut ke toilet,awalnya beri dukungan temani saat-saat pertama mulai mau ke toilet di malam hari.

Sembari pastikan jika keadaan malam dirumah baik-baik saja dan tidak ada yang perlu ditakutkan.

Ketika anak mulai percaya diri maka latih anak pergi sendiri ke toilet dan kita hanya melihat dari jauh hingga anak benar-benar berani bangun dan pergi sendiri tanpa bantuan kita.

4.Jika diketahui anak malas dan cuek dengan keinginannya untuk kencing ke toilet maka mulailah memberi perhatian dan nasehat akan pentingnya berdisiplin dan menjaga kebersihan kamar.

Jangan menyerah dan terus beri dorongan agar anak benar-benar sadar akan kebiasaan buruknya.

5.Jika anak mengompol karena lelapnya tidur cobalah lakukan terapi sederhana.

Bisa saja dengan menetesi air hangat ke kakinya pada malam hari atau ketika waktu subuh tiba,jika anak tidak terbangun maka bangunkan anak terangkan jika anda telah meneteskan air hangat.

Bagaimanapun kedua belah pihak baik anak maupun anda sebagai penerapi harus sudah ada kesepakatan sebelumnya tentang cara ini.

Lakukan berulang-ulang hingga anak benar-benar terbangun ketika ditetesi air hangat.

Ketika hal ini sudah terbiasa maka kemungkinan anak akan terbangun ketika dia mulai mengompol.

Namun demikian tidak semua kebiasaan enuresis bisa disembuhkan dengan terapi pribadi.

Jika upaya sudah dilakukan namun kebiasaan anak tetap sama maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dokter anak,bisa jadi dokter akan memberikan berbagai metode penyembuhan termasuk terapi dan obat medis dengan konsumsi yang kemungkinan lebih aman dibandingkan jika kita membeli sendiri.

Bagaimana apakah anak anda kesulitan berhenti mengompol?

Silahkan tambahkan jika ada yang kurang atau ada materi yang perlu diluruskan.

Dai berbagai sumber.

Jika merasa sedikit saja manfaat,bantu kami dengan klik Sukai Halaman Facebook Hinyong dibawah,dukungan anda sangat berarti.
Loading...

Tinggalkan Balasan

   
Copyright© Hinyong 2018
Tentang Hinyong| Hubungi Hinyong| Privacy Policy|Disclaimer|Terms Of Services|Sitemap