cara memulai bisnis barang rongsokan

Apakah Anda tertarik usaha jual beli barang bekas? tepat sekali, peluang usaha rongsokan memang sangat menjanjikan dan jarang disadari oleh banyak orang potensinya. Lalu bagaimana cara memulai bisnis barang rongsokan agar dapat keuntungan?

Meskipun terlihat sederhana, tentu tetap ada cara dan strategi dalam menjalankan bisnis barang rongsokan sekalipun. Selain peluang usahanya ada pula resiko usaha rongsokan yang perlu Anda pahami. Simak informasi lengkap dari Hinyong berikut ini:

Peluang dan Resiko Usaha Jual Beli Barang Bekas

Anda bisa menghasilkan uang hanya dengan barang bekas atau rongsokan yang banyak diabaikan orang. Bisnis rongsokan yang dianggap kotor, tidak keren, dan menjijikan ini ternyata sangat menjanjikan.

Karena alasan buruk tersebut banyak orang yang melirik bisnis ini, padahal peluang usaha rongsokan sangat tinggi. Hal ini karena tingkat konsumsi terus meningkat sehingga muncul banyak tumpukan barang yang tidak terpakai karena daya beli masyarakat yang meningkat.

Karena gaya hedonisme masyarakat inilah banyak barang-barang yang sebenarnya masih berfungsi baik, tetapi sudah tidak terpakai lagi. Contoh alasannya karena sudah ketinggalan zaman dan mereka akan terus membeli produk-produk terbaru.

Nah, barang-barang tidak terpakai ini lah yang bisa dimanfaatkan untuk usaha, yakni dijual kembali dengan tetap memperhatikan nilai barangnya. Bahkan sekarang barang bekas tidak lagi dianggap sampah, kotor, atau menjijikan karena bisa menghasilkan keuntungan.

Selain itu, bisnis ini juga tidak mengenal musim. Baik hujan atau panas, usaha ini akan terus berjalan dan akan selalu ada pelanggan yang masuk. Jadi, perputaran uang dalam bisnis rongsokan ini terus berjalan, bahkan omzet bisa terhitung seminggu dua kali.

Maka lakukan cara memulai bisnis barang rongsokan dengan baik agar bisa terus dapat keuntungan. Jangan pedulikan stigma negatif yang dari profesi usaha jadi pemulung.

Meskipun terlihat sederhana, namun usaha jadi pemulung ini tetap memiliki resiko. Dalam sektor ini,  resiko usaha rongsokan adalah tidak memiliki pelanggan tetap. Hal ini membuat Anda semakin struggle dalam bisnis ini agar barang bekas terjual dengan nilai tinggi.

Cara Memulai Bisnis Barang Rongsokan

Setelah mengetahui peluang dan resiko  usaha jual beli barang bekas diatas maka saatnya melakukan cara memulai bisnis barang rongsokan yang tepat seperti berikut ini:

1. Ada Mentor atau Pembimbing

Cara pertama jika Anda ingin jadi agen rongsokan adalah mencari mentor atau pembimbing. Mungkin banyak orang yang berpendapat mengapa jadi pengusaha rongsokan butuh pembimbing. Sebagai pemula, Anda tentu perlu memahami strategi dalam bisnis ini.

Meskipun terlihat mudah, hanya bisnis rongsokan kardus sekalipun tetap butuh strategi yang bisa Anda peroleh dari mentor dan pembimbing yang lebih berpengalaman dari bidang ini. jadi, lebih baik Anda mencari mentor yang juga seorang pelaku di bisnis rongsokan ini.

2. Memilih Jenis Barang yang Akan Digunakan

Selanjutnya, pastikan Anda mengetahui cara memilih atau mengklasifikasikan barang bekas. Cara menyortir rongsokan ini adalah poin terpenting saat jadi pengusaha rongsokan karena Anda bisa memperoleh barang bekas dengan nilai pakai yang masih berharga.

Penyortiran ini bertujuan agar Anda menjualnya, maka klasifikasikan barang bekas menjadi kategori berikut ini:

  • Barang bekas layak pakai seperti buku bekas, peralatan elektronik, dan fashion.
  • Barang bekas daur ulang seperti kardus, kertas, plastik, bahan kaleng, dan besi tua.

Setelah melakukan penyortiran rongsokan, maka Anda perlu membersihkannya sebelum menjualnya. Cara ini bertujuan agar produk terlihat lebih bernilai dan menarik pembeli sehingga mereka puas dengan produk Anda meskipun barang bekas.

3. Menyediakan Tempat Penampungan

Cara memulai bisnis barang rongsokan yang tidak kalah penting adalah menentukan tempat untuk penampungan sementara barang rongsokannya. Tempat inilah yang akan Anda gunakan untuk menyimpan barang-barang bekas sebelum disortir dan dijual ke pembeli.

Pastikan tempat penampungan ini mudah diakses oleh mitra usaha Anda, yakni akses masuk kendaraan. Jika Anda ingin bisnis rongsokan dengan skala besar, maka perlu menyediakan tempat yang lebih luas.

4. Mencari Mitra Usaha

Jika sudah memiliki tempat penampungan, maka carilah mitra usaha untuk untuk banyak mengumpulkan barang bekas. Selain pembeli, mata rantai bisnis rongsokan yang perlu Anda perhatikan adalah pemulung dan pengepul.

Pastikan Anda mengetahui harga pasar barang bekas tersebut agar bisa terjalin negosiasi dengan mitra usaha Anda. Karena barang bekas, jadi Anda harus menemukan harga yang cocok agar tidak rugi.

5. Promosi

Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah melakukan promosi. Gunakan strategi promosi secara online atau offline. Mulai tawarkan produk barang bekas ini dari orang- orang terdekat, seperti teman, keluarga, tetangga, dan lainnya.

Nah, itulah cara memulai bisnis barang rongsokan yang bisa Anda lakukan jika tertarik dengan bisnis barang bekas ini. Saat ini sedang tren menggunakan barang-barang bekas, seperti prelove, thrifting, dan sebagainya yang bisa Anda manfaatkan peluangnya.