Cara Jualan Sembako Biar Laris Manis

Toko sembako anda cenderung sepi?

Ingin usaha anda ramai pembeli dan memiliki banyak pelanggan?

Yuk, kita intip trik berikut agar anda bisa melipatgandakan keuntungan.

Kenapa Toko Kelontong Sepi?Bagaimana Caranya Agar Ramai Pembeli?

Untuk menaikan omset jualan pada usaha perdagangan termasuk dalam hal ini warung sembako, hal yang pertama perlu untuk di kaji adalah penyebab kenapa usaha tersebut sepi atau jarang pembelinya.

Untuk mengetahui secara pasti kenali faktor-faktor yang berkenaan dengan sebab akibat tersebut.

Beberapa hal berikut bisa menjadi rujukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.

Lokasi Usaha

Sebuah lokasi yang strategis sangat berperan penting terhadap prospek usaha sembako.

Apakah lokasi usaha anda sudah termasuk kategori strategis?

Jika lokasi jauh dari pemukiman penduduk atau berada di kawasan jalan besar namun hanya ramai kendaraan besar berlalu lalang dan jauh dari pemukiman bisa jadi lokasi anda yang menjadi masalah.

Untuk keluar dari permasalahan dan menginginkan usaha jualan ramai jalan satu-satunya adalah mencari kokasi ideal yang lebih strategis.

Namun jika dirasa lokasi sudah cukup strategis dan kenyataanya usaha warung atau toko sembako masih saja sepi, maka ada kemungkinan lain.

Coba cek toko sejenis di sekitar anda apakah dengan lokasi yang mendekati sama strategisnya mereka ramai pembeli?

Jika ternyata toko yang lain ramai atau lumayan laris sementara warung sembako kita justru sepi maka perlu menganalisa apa penyebab lain selain lokasi.

Persaingan

Persaingan adalah hal paling umum dan menjadi kendala kenapa usaha perdagangan cenderung sepi.

Coba hitung berapa banyak toko kelontong yang berjualan di area sekitar wilayah dimana anda membangun toko.

Berapa toko yang ramai dan berapa toko yang justru terlihat sepi.

Apakah usaha anda termasuk dalam kategori paling jarang pembeli?

Jika iya berarti ada yang salah dengan penerapan usaha yang dijalankan.

Jika usaha warung sembako sepi sementara yang lain memiliki cukup pelanggan yang loyal, kemungkinan besar kita masih kalah dalam persaingan.

Coba teliti pada toko sembako paling laris apa saja yang mereka berikan kepada pelangganya sehingga toko tersebut menjadi yang terlaris.

Beberapa hal yang umum kenapa sebuah usaha dagang laris adalah:

1.Layanan

Cara melayani pembeli yang baik dan ramah merupakan salah satu syarat pembeli warung sembako ketagihan untuk kembali belanja di kemudian hari.

Pelayanan yang baik bukan sekedar murah senyum saja, apalagi jika warung atau toko anda berada di daerah pedesaan.

Cobalah untuk selalu berusaha bersikap baik dan akrab.

Menanyakan kabar si pembeli dan juga anggota keluarganya misalkan saja anaknya atau orang tuanya, jangan sungkan juga untuk menanyakan hal-hal sepele umpamanya jika mereka yang beli ibu rumah tangga tanyakan masak apa hari ini dan seterusnya.

Kepedulian terhadap hal-hal seperti ini sangat berarti bagi mereka para konsumen.

Jangan lupa juga jika konsumen sedang dirundung duka, bersikaplah ikut seolah merasakan penderitaanya.

Jika anda memiliki pengetahuan untuk dibagikan jangan juga sungkan memberi nasehat ringan.

Banyak hal yang bisa dioptimalkan dalam memberikan pelayanan yang baik.

Nah sekarang bertanyalah pada diri sendiri apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini sudah cukup baik?

Jika anda merasa sudah memberikan pelayanan yang cukup baik ternyata pelanggan masih sepi tidak ada salahnya anda cek bagaimana toko sembako yang lain terutama yang paling laris dalam memberikan pelayanan.

Bandingkan, jika ternyata mereka jauh lebih baik dari apa yang selama ini kita berikan segera koreksi diri dan lakukan perubahan dalam pelayanan agar bisa memberikan yang lebih baik lagi.

2.Harga Jual

Harga jual pada toko sembako juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan.

Memberikan harga yang lebih murah dari semua persaingan merupakan salah satu cara agar toko anda didatangi banyak pembeli.

Toko-toko di pedesaan di komplek perumahan memiliki konsumen yang sangat jeli dalam masalah harga barang.

Selisih harga Rp.500,- saja dengan toko lain maka bersiaplah untuk ditinggalkan pelanggan.

Namun begitu sama sekali tidak disarankan untuk membanting harga semata-mata untuk mencuri pelanggan ke toko kita.

Apalagi kita tahu jika toko sembako margin keuntungan tergolong kecil yaitu antara 3-7% dari modal.

Apa yang paling penting adalah selalu cek harga pasaran di wilayah anda untuk setiap produk.

Berikanlah harga minimal sama dengan toko lain yang paling banyak pelanggan jika memungkinkan berikan sedikit lebih murah pada item tertentu, ingat sedikit saja lebih murah dan itu akan selalu diingat oleh pembeli.

Jika selama ini tidak terlalu memperdulikan hal ini, maka sekarang saatnya mulai membuat catatan tentang harga jual dan membandingkan dengan harga jual toko atau warung lainya.

Mungkin pada item tertentu akan ada harga jual yang tidak bisa diturunkan lagi karena keuntunganya sudah sangat tipis, namun kenyataanya toko lain mampu memberikan harga sedikit dibawah.

Pada kasus seperti ini maka kita perlu mencari solusi lain misalkan dengan mencari distributor atau grosir sembako yang bisa memberikan harga lebih murah dibandingakan toko grosir langganan selama ini supaya bisa bersaing dengan harga jual pada barang-batang tersebut.

4.Kelengkapan Barang

Ini merupakan hal yang agak sulit terutama jika modal usaha sangat terbatas.

Sudah umum para pembeli cenderung memilih toko sembako yang memiliki kelengkapan barang lebih banyak dibandingkan warung yang masih kecil.

Coba teliti apakah memang toko lain memiliki jualan yang jauh lebih lengkap?

Jika pesaing anda ternyata memiliki stok barang yang kurang lebih sama maka anda masuk kategori aman, namun jika sebaliknya jika kebanyakan toko yang ada di wilayah anda memiliki barang jauh lebih lengkap maka ini bisa jadi penyebab sepinya usaha.

Jika keadaan keuangan memang pas-pasan dan sulit untuk menambah stok barang karena keterbatasan modal, maka langkah yang bisa ditempuh adalah:

1.Maksimalkan modal dengan membeli banyak item yang berbeda namun dalam jumlah lebih sedikit.

Tujuanya agar kelengkapan usaha jadi lebih banyak dan sebisa mungkin hampir menyamai toko lain dalam hal keragaman jenis barang dan bukan jumlah atau stok yang banyak namun pada ragam yang sedikit.

2.Jika cara pertamapun masih belum maksimal, cobalah berhitung untuk menambah suntikan dana agar kelengkapan warung bisa setara dengan warung lain.

Suntikan dana aman adalah dana pribadi dan bukan dana dari berhutang kecuali anda yakin jika kelengakapan usaha menjadi penyebab utama sepinya pelanggan sehingga ketika mendapat suntikan dana maka usaha akan ramai dan mampu mengembalikan pinjaman dengan baik.

Jika memungkinkan pertimbangkan dahulu untuk menjual aset pribadi yang kurang bermanfaat untuk suntikan dana.

Mungkin sepeda motor yang jarang dipakai ataupun barang lainya demi kemajuan usaha.
Nah ketika toko sudah memiliki ragam yang lengkap dan sebanding dengan toko lain artinya kemungkinan pembeli datang juga lebih besar.

Ingat yang diperbanyak adalah keaneka ragaman barang bukan bukan stok barang.
Tidak masalah stok sedikit namun lengkap bahkan jika harus berbelanja ke grosir sembako setiap hari pun bukan hal yang keliru.
Yang penting barang yang dijual lebih lengkap dan siap bersaing dengan toko lain.

5.Kebersihan dan Kerapihan Toko

Toko yang bersih dan rapi akan lebih menarik para pembeli untuk berbelanja.

Boleh saja ukuran warung kecil namun buatlah sedemikian rupa sehingga barang dagangan tersusun rapi.

Banyak warung kecil menganggap remeh hal semacam ini, warung terkesan jorok barang dagangan tidak tersusun rapi dan banyak debu diantara barang yang dijual.

Coba sekarang cek kebersihan dan penataan toko anda.

Mana yang perlu disusun ulang, bersihkan barang dagangan dari debu setiap hari agar terlihat bersih dan menarik.

Usahakan toko anda jauh lebih bersih dan tersusun rapi dibandingkan toko lain.

Maksimalkan semua hal yang dibahas diatas dan pastikan warung anda adalah yang terbaik dari warung lain.

Maka cepat atau lambat para pembeli akan mulai berdatangan.

Selain itu kita juga harus memperbaiki berbagai hal negatif yang sering dilakukan pemilik warung sembako.

Kesalahan Umum Pemilik Toko Sembako Yang Harus Dihindari

Selain menerapakan metode yang telah dibahas diatas kita juga sering menemukan kesalahan pemilik toko sembako yang sengaja maupun tanpa disadari.

Dengan menghindari kesalahan dalam penerapan warung maka kemungkinan pembeli berdatangan akan naik.

1.Tidak Ada Orang Yang Menjaga Warung/Toko.

Ini adalah situasi yang sering kita jumpai dimana pengusaha warung terutama usaha rumahan meninggalkan usahanya, bisa jadi karena ada kesibukan lain ataupun memang merasa tidak terlalu penting menjaga warung karena situasi warung yang sepi.

Sering pembeli justru mencari- cari sang penjual atau berteriak memanggil penjual ketika mereka ingin membeli sesuatu.

Jika usaha warung anda merupakan usaha satu-satunya yang buka saat itu mungkin ini tidak terlalu masalah karena pasti mereka pembeli mau tidak mau akan berbelanja ke toko kita.

Bagaimana jika wilayah anda banyak usaha sejenis?
Jawabanya pasti bisa ditebak, jadi jika anda sekarang ini memiliki kebiasaan demikian mulailah berbenah diri.

Jagalah usaha anda secara terus menerus jangan biarkan calon pelanggan anda kecewa.
Bahkan meskipun warung anda masih sangat sepi sekalipun.

Jangan berharap untuk menunggu pembeli berdatangan dan baru anda akan sepenuhnya selalun menjaga warung tersebut.

Mulailah dari penjual, dan percayalah bahwa pembeli dan mereka calon pelanggan akan menilai sebagaiamana baik pengelolaan usaha anda bahkan meskipun usaha warung kecil-kecilan anda di pedesaan.

2.Membawa Masalah Pribadi Ke dalam Usaha Dagang.

Calon pembeli akan memblanjakan uangnya ke warung kita bukan untuk mendengarkan kisah buruk pribadi atau permasalahan keluarga.

Mereka pasti berharap mendapatkan pelayanan yang baik dan bukan untuk mendengarkan apalagi ikut merasakan ekspresi emosi karena pada saat itu anda sedang bermasalah dengan pasangan ataupun hal lain.

Ingat tidak semua pembeli akan dengan senang hati melihat apalagi mendengar cerita amarah kepadanya.

Jika selama ini mungkin sering membawa masalah pribadi hingga berdampak pada buruknya pelayanan segeralah merubah sikap dan cara tersebut.

Layani pembeli dengan senang hati tanpa ada beban meskipun saat itu sedang marah dengan orang lain.

3.Menyikapi Pelanggan Yang Berhutang

Ini adalah masalah klasik usaha kelontong atau warung sembako terutama bagi mereka yang membuka usaha ini di daerah pemukiman penduduk dan di pedesaan.

Jika kita sudah siap dengan melayani pelanggan yang berhutang maka sudah semestinya melayani mereka dengan sepenuh hati.

Apalagi bagi pelanggan tetap yang berhutang namun memiliki komitmen yang baik selalu membayar tepat waktu.

Kalaupun mereka yang berhutang ada yang sulit mengembalikan utangnya, maka bersikaplah tetap baik anda bisa menagih mereka secara halus bisa saja mengatakan jika anda sedang butuh uang untuk belanja kembali.

Katakan dengan baik, agar mereka tetap merasa nyaman dan tidak tersinggung.
Namun pada kasus yang sangat parah dan mereka yang benar-benar kesulitan untuk membayar maka sebagai pemilik warung berhak untuk menghentikan jika mereka ingin menambah utang-utangnya.

Lakukan dengan cara yang santun.
Kebanyakan para pemilik warung cenderung bersikap kasar dan emosi terhadap mereka para penghutang.

Saya yakin di balik orang yang memiliki itikad buruk masih banyak lagi yang memiliki komitmen baik sebagai pelanggan.

Lain lagi jika anda memang dari awal menginginkan usaha yang bebas dari sistim bon, atau tidak menerima hutang.

Maka upaya anda harus menerapkan cara yang benar agar tidak ada para pembeli yang ngutang di toko anda.

Silahkan baca kembali bagaiman caranya agar warung sembako tidak ada yang berhutang.

Dengan melayani dengan baik maka pelanggan akan menceritakanya kepada tetangga dan saudara mereka dan ini adalah promosi terbaik yang akan semakin menambah pelanggan berdatangan.

4.Sikap Terhadap Toko Sebelah atau Warung Saingan

Warung-warung sembako yang banyak sainganya di suatu kawasan sering terjadi gesekan antar pemilik warung.

Meskipun tidak secara langsung mereka pemilik warung sering melancarkan perang dingin.

Ini merupakan kenyataan yang sering dijumpai yang sebenarnya sangat buruk terhadap kelangsungan usaha.

Beberapa sikap yang tidak baik itu sering ditunjukan pemilik warung bahkan dibawa hingga saat melayani pembeli.

Pembeli sering diprovokasi dengan menjelek-jelekan warung saingan entah karena usaha mereka yang konon dari hasi hutang atau keburukan lain yang semestinya tidak perlu.

Mungkin dalam benak pemilik warung agar pembeli mempercayai apa yang kita ceritakan dan berharap agar mereka mau tetap menjadi pelanggan anda.

Ini benar-benar keliru, tidak semua pelanggan percaya dengan apa yang kita ungkapkan bahkan banyak pembeli langganan kita namun mereka juga merupakan pelanggan tetap toko lain yang kita anggap sebagai saingan tesebut.

Percayalah bahwa sifat buruk dan cara penyampaian kekesalan terhadap orang lain akan disikapi oleh pelanggan sebagai hal yang tidak baik dan mereka akan menganggap jika kita terlalu mengada-ada terutama pada kasus yang mereka tidak percayai.

Jadi jika sekarang ini kita masih melakukan hal-hal demikian segera rubah sikap tersebut.
Biarkan pelanggan memilih untuk berbelanja dimana saja yang mereka suka.

Jangan pernah menegur ketika anda melihat ternyata langganan anda juga berbelanja di warung lain.

Berikanalah pelayanan terbaik dan biarkan pelanggan sendiri yang akan menilai mana yang memiliki kualitas lebih baik dalam pelayanan.

Ketika ternyata banyak pelanggan yang lebih suka berbelanja di warung lain itu semata-mata bukan kesalahan pemilik warung saingan atau pembeli.

Yang harus diperbaiki adalah dengan instropeksi diri kenapa mereka memilih warung lain, pasti ada yang salah dengan apa yang telah kita berikan sebagai pemilik warung.

Jika fakta demikian maka kembalilah untuk cek apa yang telah dibahas awal tadi dan terapkan mana yang masih perlu diperbaiki.

Terima kasih telah membaca semoga bisa memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *