Cara Budidaya Ulat Sutra Yang Tepat Agar Panen Melimpah

Budidaya Ulat Sutra

Budidaya Ulat Sutra

Siapa yang tak bangga mengenakan busana yang terbuat dari sutra? bahan elegan dan berkelas yang dapat menunjang penampilan seseorang dalam dunia fashion menjadi bahan favorit di berbagai negara di seluruh dunia.

Namun perlu anda ketahui bahwa bahan sutra terbuat dari serat makhluk hidup berupa ulat.

Keberadaannya di suatu negara menjadi suatu keberuntungan karena memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya.

Sebut saja negara China, salah satu negara maju yang dari dulu memperjual belikan kain sutra. Lalu sejauh mana potensi ulat sutra tersebut jika dijadikan suatu ladang bisnis dengan membudidayakannya?

Serat sutra bernilai jual tinggi karena proses yang di lakukan sangat khusus dan panjang tidak seperti membudidayakan hewan lainnya perlu kewaspadaan dalam membudidayakannya.

Melihat besarnya nilai jual serat sutra, tentu memicu tingginya kebutuhan serat sutra, tetapi sayangnya di Indonesia budidaya ulat sutra ini kurang menjadi sorotan.

Oleh karena itu, dengan mengetahui informasi ini dapat menjadi ladang para pebisnis untuk memulai usaha budidaya ulat sutra.

Persiapan Awal Budidaya Ulat Sutra

Persiapan Modal Budidaya Ulat yang di perlukan

Untuk memulai bisnis atau usaha yang ingin di tekuni selalu memerlukan modal untuk mengembangkannya.

Nah, rincian modal untuk memulai usaha budidaya ulat sutra ini cukup mudah yaitu dengan menyiapkan pohon murbei 7.000 batang untuk pakan ulat sutra, lalu Media/kotak pemeliharaan ulat sutra dengan kapasitas 25.000 telur ulat sutra dapat di beli dengan harga Rp. 50.000 saja untuk di pakai seterusnya.

Satu kotak itu dapat menghasilkan kepompong dengan berat 40 – 50 kilogram. Kisaran harga kepompong ulat sutra sendiri juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi yaitu mencapai Rp. 30.000 – Rp. 35.000.

Cara Memilih Lokasi Kandang Ternak Ulat Sutra

Dalam dunia peternakan, ulat sutra ini menjadi primadona di kalangan para pebisnis karena sangat menguntungkan jika perawatan dan lokasi yang di gunakan tepat.

Misalnya untuk mengatur lokasi kandang ulat sutra, di perlukan ketelitian yang baik. Seperti membuat kandang harus aman dan lokasinya jauh dari binatang buas karena hal tersebut akan mengganggu pertumbuhan dari ulat sutra, jika di mungkinkan lokasi kandang yang di gunakan dekat dengan pohon murbei.

Selain itu, pintu dan jendela sebaiknya menghadap ke arah utara dan selatan untuk menghindari paparan sinar matahari.

Dan bahan kandang yang di gunakan pun sebaiknya menggunakan kayu, hindari bahan yang terbuat dari metal karena akan memperngaruhi tingkat kelembaban ulat sutra.

Persiapan Kandang dengan Ventilasi yang Baik

Tahapan pertama adalah persiapan kandang ulat sutra yang di lengkapi dengan ventilasi yang baik.

Fungsi dari adanya ventilasi yang baik adalah untuk menghasilkan sirkulasi udara dan juga cahaya yang masuk ke dalam ruangan, sehingga biasanya harus memiliki jendela yang cukup.

Bentuk dari kandang ini idealnya terbuat dari kayu atau bambu yang memiliki suhu kelembaban yang cukup atau dapt juga di bentuk seperti rak – rak sebagai tempat daur hidup ulat sutra.

Persiapan Bibit untuk Budidaya Ulat Sutra

Kemudian metode selanjutnya adalah menyiapkan bibit ulat sutra yang unggul. Beberapa tips yang dapat membantu anda untuk memilih bibit ulat sutra yang bagus adalah dengan melakukan uji coba selama 10 – 12 hari sebelum pembudidayaan di mulai, setelah itu baru pilihlah bibit yang bagus setelah di lakukan uji coba selama 12 hari tadi.

Cara Ternak Ulat Sutra dalam Hal Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang menunjang pertumbuhan hidup ulat sutra juga tak kalah penting, karena ulat sutra yang sehat terbebas dari kuman / bakteri akan menghasilkan serat sutra yang berkualitas juga.

Dalam pemberian pakannya pun bisa berdasakan ukuran ataupun umur dari ulat sutera ini, untuk ulat yang masih kecil atau memiliki tubuh yang kecil bisa di berikkan sekitar 300 – 400 kg daun murbei yang sudah di petik tanpa cabang, dan untuk ulat yang dewasa atau berukuran besar pakan bisa di berikan 2 – 3x lipat yaitu antara 1000 kg – 1300 kg daun murbei yang sudah di petik tanpa cabang.

Selanjutnya yaitu menjaga siklus hidup ulat sutra, metode ini cukup mudah untuk dilakukan karena anda hanya perlu memperhatikan pola hidup dan keinginan dari pada ulat sutera ini seperti banyaknya makan , ulat sutera ini makan setidaknya 3 kali sehari di pagi , siang dan juga malam hari karena termasuk jenis ulat serangga yang rakus.

Proses Pemeliharaan dan Perawatan Ulat Sutra

Pada proses ini ulat sutra akan mengalami fase hibernasi dan tidur selama 4 hari.

Saat seperti itulah perlu menjadi perhatian khusus bagi anda untuk menaburi ulat dengan kapur dan juga memastikan sirkulasi udara di sekitar kandang cukup baik dengan membuka ventilasi udara agar menghasilkan serat sutra yang bagus.

Cara Membuat Kandang atau tempat Ternak Ulat Sutra

Hal pertama yang harus di lakukan dalam membudidayakan ulat sutra adalah dengan menyiapkan kandang atau tempat khusus untuk perkembangan dari ulat sutra mulai dari bibit telur sampai menghasilkan serat sutra.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi anda mengingat harga jual dari serat sutra sangat tinggi.

Dalam persiapan untuk membudidayakan ulat ini, perlu adanya pertimbangan lokasi atau tempat yang cocok sebagai modal utama bisnis ini.

Kriteria tempat yang dapat di jadikan proses pemeliharaan ulat sutra ini juga mudah menemukannya yaitu cukup di sediakan tempat yang cukup luas dan besar untuk mengakomodimir bibit ulat sutra yang akan di budidayakan dengan pemilihan ventilasi udara yang bagus.

Perlu anda ketahui, bahwa ulat sutra tidak boleh secara langsung terkena paparan sinar matahari jadi untuk pemilhan ventilasinya pun harus benar – benar di perhatikan, misalnya kandang harus memiliki beberapa jendela yang cukup.

Bentuk dari pada kandang ulat sutera ini juga bisa di buat dari kayu dan juga bambu yang di bentuk seperti rak-rak tempat ulat hidup.

Namun sebelum membuat rak – rak tempat hidup ulat sutra, sebaiknya tempat yang akan di jadikan kandang ulat sutra tersebut di sterilkan dulu untuk menghindari adanya bakteri / kuman yang dapat menghambat siklus hidup ulat sutra.

Cara Ternak Ulat Sutra saat Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit ulat sutra ini dilakukan 10-12 hari sebelum pemeliharaan dimulai. Selanjutnya di lakukan masa inkubasi terhadap telur ulat sutra agar penetasaan beragam.

Tahap dari pada inkubasi itu sendiri adalah dengan memasukan bbit ulat sutera ke dalam kotak yang tertutup dengan kertas putih yang cukup tipis yang kemudian di simpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %.

Selain itu pastikan juga bahwa kotak / media yang sudah berisi telur ulat sutera ini terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.

Apabila pada masa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru, maka segera mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari.

Baca Juga:

Memulai Pemeliharaan dan Perawatan Ulat Sutra

Pemeliharaan dan perawatan sesuai dengan metode ternak termasuk pemberian pakan dan jenis tambahan pakan atau lainnya.

Pemeliharaan dan perawatan yang di lakukan untuk menjada kualitas serat sutra yang di hasilkan ulat sutra ini cukup mudah, metode yang di terapkan pun tidak terlalu rumit.

Yang pertama karena ulat serangga jenis ini hanya memakan daun murbei saja, tidak ada tambahan pakan yang lain. Untuk proses pemeliharaannya dapat di lihat pada ulasan di bawah ini :

Cara Memelihara Budidaya Ulat Sutra

Sesuai dengan sifat ulat sutera kecil yang rawan terhadap serangan hama dan penyakit, agar pemeliharaan dapat berhasil maka pemeliharaan ulat sutera kecil hendaknya dilakukan di ruangan khusus. Dimana tempertatur, kelembaban, cahaya dan aliran udara dapat diatur.

Karena pemeliharaan ulat sutera kecil tidak memerlukan ruangan yang terlalu luas, maka sebaiknya pemeliharaan dilakukan secara bersama atau kelompok agar pengelolaannya lebih efisien.

Pada ulat sutra dewasa, proses pemeliharaannya dilakukan dengan cukup mudah karena pada tahap ini anda hanya perlu memperhatikan pola hidup ulat sutra, misalnya memberi makan tepat waktu 3x sehari.

Kemudian setelah ulat sutra mendapatkan cukup makan, selanjutnya ulat sutra akan mengalami fase hibernasi yang terjadi selama kurun waktu 4 hari.

Dalam masa ini, anda harus sigap untuk menaburi ulat dengan kapur serta memastikan sirkulasi udara dalam kandang tersebut cukup baik, caranya dengan membuka ventilasi udara melalui jendela – jendal kandang.

Ventilasi inilah yang dapat mempengaruhi perkembangan dari ulat sutra akan sangat baik. Setelah fase hibernasi selesai, ulat sutra akan bangun dan mulai memakan daun murbei, jadi sebelum ulat sutra bangun perlu menyiapkan pakan ulat sutra dengan baik agar tidak gagal.

Cara Merawat Ternak Ulat Sutra yang Benar

Cara perawatan lainnya adalah anda bisa memindahkan ulat sutera ketika sudah cukup besar ke dalam ruangan baru yang memiliki suhu yang berbeda di sekitar 24 – 25 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 70 % – 75% yang dimana pada ruangan ini ulat akan berubah menjadi kokon.

Nah, pada tahap inilah kokon dari ulat sutra yang nantinya akan di jadikan bahan benang atau serat sutra. pengkokoan ini biasanya berlangsung cukup lama sekitar antara 7 – 8 hari. Setelah melewati masa itu ulat dewasa akan bermetamorfosis kembali menjadi pupa atau yang sering kita sebut kepompong.

Setelah melewati masa kepompong, ulat sutra akan menjadi ngengat. Hal unik dalam proses perkembangan dari ulat sutra ini adalah setiap siklus ataupun fase dari pada ulat mulai dari bibit sampai ngengat , mereka akan melalui fase tidur atau istihat yang cukup lama sekitar 4 – 7 hari.

Pencegahan dan Penanganan Hama Penyakit

Salah satu pekerjaan yang penting sebelum pemeliharaan ulat sutera dilakukan adalah desinfeksi. Pekerjaan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya bibit-bibit penyakit yang dapat menyerang ulat sutera.

Pada lingkungan yang kotor ulat sutera mudah terjangkit penyakit, karena bibit penyakit tersebar di luar dan di dalam ruang pemeliharaan, baik pada peralatan, sisa makanan ulat, kotoran ulat dan pada ulat yang mati.

Tindakan pencegahan timbulnya penyakit yang harus dilakukan adalah pembersihan dan desinfeksi lingkungan, peralatan dan ruangan pemeliharaan.

Desinfeksi dapat dilakukan dengan penyemprotan atau mencelupkan peralatan dalam larutan 2% formalin atau kaporit. Keperluan larutan formalin untuk desinfeksi adalah 1 liter per m2, sehingga basahnya cukup merata dan mampu membasahi ruangan selama 6 jam.

Semua pintu dan jendela ditutup rapat sekurang-kurangnya selama 24 jam.

Masa Panen dan Penjualan Budidaya Ulat Sutra

Setelah proses pemeliharaan ulat sutra berakhir, ulat sutra dapat di panen. Ketika di panen ulat sutra harus sudah berumur 7 – 8 hari. Lalu ulat akan membentuk dirinya menjadi pupa dan menjadi mengeras serta bewarna kecoklatan.

Penjualan dapat di lakukan saat permintaan pasar tinggi terhadap serat sutra ini. Maka secara otomati daya jualnya mencapai harga tertinggi dan menguntungkan peternak.

Tips Sukses Budidaya Ulat Sutra dan Kesimpulan

Untuk memulai suatu usaha di perlukan niat dan keyakinan yang tinggi terhadap usaha yang akan di kembangkan. Pelajari setiap detail yang harus di lakukan untuk mencapai target yang di inginkan serta selalu memiliki sikap ingin belajar.

Referensi

https://ternak-unik.blogspot.com/2011/09/mengenal-usaha-budidaya-ulat-sutera.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *