Ini Dia Cara Budidaya Ternak Ulat Hongkong

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Budidaya Ulat Hongkong

Mendengar nama ulat,yang terbayang pada otak kita adalah sesuatu yang sangat menjijikkan.

Tetapi siapa sangka dari sesuatu yang dianggap menjijikkan ternyata menyimpan pundi-pundi rupiah yang bisa diperoleh.

Salah satunya adalah ulat hongkong. Anda akan banyak menemukan ulat hongkong ini dijual di pasaran.

Biasanya ulat hongkong di jual di toko burung,ikan, atau reptil lainnya. Karena memang ulat ini adalah makanan bagi mereka.

Lalu, bagaimana sih cara budidaya ulat hongkong? Jangan khawatir pertanyaan Anda akan diulas secara lengkap dalam artikel ini.

Budidaya dan Cara Ternak Ulat Hongkong

Ulat hongkong, atau yang biasa dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Worm merupakan larva dari kumbang yang mempunyai nama ilmiah Tenebrio Molitor.

Ulat hongkong setelah menetas akan terus makan hingga 8 sampai 10 minggu.

Oleh karena itu, ulat ini dulunya merupakan hamap pertanian.

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini ulat hongkong tidak lagi hanya dipandang sebagai hama, tetapi juga mempunyai prospek keuntungan.

Kandungan gizi dalam ulat hongkong juga bisa dibilang sangat tinggi yang bisa memberikan manfaat pada kicau burung.

So, jika Anda mengaku para pecinta burung budidaya ulat hongkong ini bisa Anda coba.

Di satu sisi Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli pakan.

Di sisi lain Anda juga bisa mengambil keuntungan dari budidaya ulat hongkong ini.

Pada era saat ini permintaan ulat hongkong juga terus meningkat.

Harga jual ulat hongkong bisa dibilang cukup tinggi di pasaran. Ulat hongkong masih dijual dengan kisaran Rp.30.000- Rp.35.000 per kg. Cukup mahal bukan ?

Jadi apakah Anda tertarik untuk budidaya ulat hongkong ? Bagaimana caranya ?Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Cara Ternak Ulat Hongkong

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, maka segala proses yang berkaitan dengan budidaya juga harus benar.

Apabila tidak dilakukan dengan benar maka usaha ternak Anda terancam gagal alias Anda tidak akan mendapatkan keuntungan.

Persiapan Awal Budidaya Ulat Hongkong

Agar usaha budidaya ulat hongkong berjalan dengan maksimal, maka Anda membutuhkan persiapan yang matang.

Anda perlu menyiapkan modal awal, lokasi budidaya, metode yang Anda gunakan, pembuatan kandang atau tempat usaha dan juga pemilihan bibit.

Persiapan Modal untuk Budidaya Ulat Hongkong

Nah,untuk modal awal Anda hanya perlu berjaga-jaga uang kurang lebih sebesar Rp.5.000.000 (enam juta rupiah).

Wow,untuk apa sajakah itu ? modal ini Anda gunakan untuk membeli beberapa perlatan terkait dengan budidaya ulat hongkong dan pembelian bibit.

• Persiapan pembuatan kandang kira-kira Anda akan membutuhkan biaya sebanyak Rp. 2.000.000 (untuk pemula)

• Kemudian untuk Pembuatan rak kayu sebagai tempat media ulat hongkong Anda akan membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 800.000

• Untuk medianya ulat hongkong sendiri, kurang lebih Anda akan membutuhkan biaya sebanyak Rp.300.000

• Pembelian bibit ulat hongkong (kumbang) kurang lebih Rp.800.000

• Wadah plastik untuk ulat sekitar Rp.30.000

• Jangan lupa untuk membersihkan kandang dengan alat pembersih kandang yaitu dengan harga Rp. 40.000

• Timbangan Rp.100.000

• Selang Rp.50.000

• Dan peralatan tambahan lain sekitarRp.50.000

Tetapi, rincian di atas tidak bersifat pasti.

Artinya Anda bisa saja lebih berhemat dengan menggunakan cara Anda sendiri atau malah lebih dari prediksi yang dijelaskan.

Pastinya, berhematlah dalam pengeluaran modal.

Cara Ternak Ulat Hongkong saat Memilih Lokasi

Setelah menentukan modal, Anda bisa memilih lokasi yang menurut Anda cukup dan layak untuk digunakan ternak ulat hongkong.

Anda bisa memanfaatkan halaman belakang rumah anda, samping rumah Anda atau jika Anda ingin maksimal Anda bisa membeli tempat khusus untuk ternak ulat hongkong.

Baca Juga;

 

Pembuatan Kandang atau Tempat Budidaya Ulat Hongkong

Kandang atau tempat usaha adalah tempat yang nantinya akan Anda gunakan sebagai tempat budidaya ulat hongkong.

Usahakan untuk lokasi kandang terbuat secara permanen (tembok) mengapa demikian ? dibuat permanen agar tikus dan hama lain yang mengganggu tidak bisa masuk.

Jika nanti ada tikus yang masuk maka jumlahnya sangat minim dibandingkan Anda menggunakan kandang tidak permanen.

Usahakan juga suhu dalam ruangan selalu dalam kondisi lembab.

Anda bisa mengatur suhu sekitar 29 – 30 0C. Karena suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin juga akan berpengaruh pada hasil ternak.

Nah, untuk media yang digunakan sebagai wadah ulat hongkong, Anda bisa membuatnya dari triplek kemudian dibentuk seperti kotak persegi dan di pinggirnya diberikan lakban.

Tujuannya agar ulat tidak bisa keluar dari box triplek yang Anda buat.

Nah, setelah itu Anda buat rak kayu tingkat untuk meletakkan box yang sudah Anda buat.

Buatlah banyak box atau tempat yang akan Anda gunakan karena setiap fase perkembangan ulat nantinya akan membutuhkan box yang berbeda-beda.

Jangan lupa untuk melapisi oatmeal setebal 2,5cm.

Tips Memilih Bibit Ulat Hongkong yang Baik

Dalam budidaya ulat hongkong,penting adanya untuk memilih induk yang berkualitas.

Hal ini dilakukan agar ulat yang dihasilkan ini juga bisa berkualitas.

Biasanya induk yang berkualitas ini mempunyai panjang sekitar 15mm dan lebar 4mm.

Usahakan Anda menyiapkan induk ulat hongkong ini hanya berkisar 2 kg per wadah agar kepompong yang dihasilkan bisa maksimal.

Memulai Pemeliharaan Ulat Hongkong

Pemeliharaan dan Perawatan Sesuai Metode Ternak

1. Fase Perkembangan Induk Menjadi Kepomping dan Kumbang

Nah,setelah Anda sudah mempersiapkan itu semua.

Mulai masuk pada tahap pemeliharaan dan perawatan ulat hongkong.

Induk yang sudah disiapkan bisa Anda kasih makan ampas tahu, bekatul, sayuran hijau seperti daun slada atau yang lainnya.

Anda juga bisa memberi makan dedak atau pour ayam.

Dalam seminggu setelah perawatan biasanya induk akan berubah menjadi kepompong.

Nah, mulai dari sini Anda bisa memindahkannya ke triplek atau wadah lainnya yang sebelumnya sudah disiapkan.

Usahakan agar berhati-hati memindahkan kepompong dan usahakan juga tidak saling tindih agar menghindari kegagalan.

Nah, setelah itu tutuplah dengan koran dengan rapat.

2. Fase Bertelur Kumbang

Nah, biasanya setelah sepuluh hari, kepompong tersebut akan berubah menjadi kumbang yang nantinya menghasilkan telur ulat hongkong.

Sama dengan sebelumnya, Anda harus memisahkan triplek atau wadah yang digunakan dan melapisi bawahnya dengan kapas agar telur nantinya tidak pecah.

Sebelum memindahkan pastikan bahwa sayap-sayapnya sudah menghitam.

Tunggu beberapa hari agar kapas tersebut terisi oleh telur. Perhatikan juga makanannya.

Pastikan agar nutrisi yang dimakan baik untuk perkembangan telurnya.

Setelah bertelur, pisahkan antara kumbang dengan telur.

Ulat yang baru saja menetas usahakan tidak langsung diambil, Anda bisa menunggunya selama kurang lebih 30 hari kemudian memindahkannya ke wadah yang berbeda dengan diberikan makanan sayur-sayuran atau buah-buahan.

Nah, amati perkembangannya hingga ulat hongkong siap untuk dijual.

Pencegahan dan Penanganan Hama Penyakit saat Budidaya Ulat Hongkong

Hama Serangga/Semut

Hama ulat hongkong sangat bermacam-macam.

Salah satunya adalah semut. Biasanya jika ada ulat hongkong semut akan mulai berdatangan.

Tetapi jangan khawatir, ada beberapa cara yang Anda gunakan agar bisa membasmi semut.

Cara Mencegah dan Penangannya:

Pertama, menggunakan cairan sabun cuci piring.

Jika Anda melihat segerombolan semut mengarah ke kandang Anda maka Anda harus menyemprotkan cairan sabun cuci piring. Dijamin semut tersebut akan pergi.

Kedua, dengan air cuka, semut sangat tidak suka dengan cuka oleh karena itu Anda bisa menyemprotkan air cuka di sudut-sudut kandang Anda agar semut tidak berani mendekat.

Walaupun nantinya air cuka ini akan kering dan semut akan kembali. Tetapi, apa salahnya mencoba

Ketiga, dengan menggunakan air perasan lemon. Semprotkan ke bagian sudut yang ada semutnya.

HamaTikus

Hama ternak ulat hongkong selanjutnya adalah tikus.

Pertama adalah dengan menggunakan alat perangkap tikus.

Hal ini yang pada umumnya dilakukan agar tikus mati dan tidak memakan ulat hongkong kesayangan anda.

Kedua  adalah dengan cara meletakkan kapur barus di setiap sudut yang biasanya didatangi tikus. Dijamin tikus akan kabur.

Ketiga menggunakan daun mint. Yup,daun mint ini memang susah ditemukan di beberapa daerah tertentu.

Tetapi ternyata tikus juga tidak menyukai bau daun mint lho. Silahkan dicoba.

Hama Cicak

Cicak, adalah hama bagi semua jenis ulat yang di ternak.

Cara pertama, Anda harus meminimalisir jalan masuk cicak karena biasanya cicak masuk lewat fentilasi udara.

Cara  yang kedua yaitu dengan menaburkan tembakau pada daerah-daerah yang banyak cicaknya.Jika hal ini dilakukan dijamin cicak akan menjauh dari tempat ternak anda.

Cara Ternak Ulat Hongkong saat Masa Panen dan Penjualan

Anda bisa memanen ulat hongkong jika menurut Anda ulat hongkong sudah siap dipanen.

Anda bisa memasarkannya kepada pedagang atau kepada pengepul ulat hongkong.

Harganya pun cukup menjanjikan bisa sekitar Rp.30.000-Rp.35.000 perkgnya.

Bayangkan saja jika dalam satu kali masa produksi (perkiaraan dalam satu bulan) Anda bisa menghasilkan beratus-ratus kg Silahkan Anda hitung berapa keuntungan Anda dengan modal yang terjangkau.

Tips Sukses dan Kesimpulan

Di sini, akan dibahas mengenai bagaimana sih kiat-kiat khusus agar ulat hongkong berkembang dan mendapatkan hasil secara maksimal.

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan dan perhatikan demi kesuksesan bisnis anda.

Kira-kira apa saja ya ? mari kita simak kiat atau tips sukses beternak ulat hongkong :

Pertama, karena ternak ulat hongkong membutuhkan ketelatenan, Anda harus telaten atau rajin untuk mengganti makanan, makanan yang sudah busuk atau sudah tidak termakan, gantilah dengan yang baru yang masih segar.

Karena hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan ulat.

Kedua, Ukuran antara wadah dan porsi induk atau ulat haruslah proporsional.

Karena jika tidak proporsional maka hasil yang didapatkan juga tidak akan maksimal.

Ketiga, Anda memang harus rajin mengganti makanannya dengan yang segar.

Tetapi Anda tidak diwajibkan untuk terlalu sering membersihkan wadah.

Karena hal ini jika dilakukan akan mempengaruhi suhu yang ada dalam ruangana atau wadah.

Sehingga bisa mempengaruhi tumbuh kembang ulat.

Semua penjelasan mengenai sekilas pandangan budidaya ulat hongkong dan cara ternak ulat hongkong ini mudah dipraktekan bahkan meski Anda pemula sekalipun.

Usaha ini bisa Anda buat sampingan. Karena tidak begitu banyak menyita waktu anda, jadi bagaimana apakah Anda tertarik untuk menggeluti bisnis ini?

Yang terpenting semua dilakukan dengan proses yang benar.

Selamat mencoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *