Simak Cara Budidaya Ternak Murai Batu Menguntungkan Berikut!

Cara Budidaya Murai Batu

Budidaya Murai Batu

Burung berkicau hingga kini masih menjadi peliharaan paling favorit khususnya di Indonesia.

Aneka burung kicau pun banyak dibudidayakan di sini, salah satu jenisnya adalah burung murai batu.

Keunikan murai batu karena bisa meniru berbagai suara yang didengarnya, termasuk manusia dan benda lainnya sehingga permintaannya pun tinggi dan harga jualnya cukup mahal.

Oleh karena itu, ternak murai batu bisa Anda jadikan peluang besar sebagai sebuah usaha.

Tahap Persiapan Awal Budidaya Murai Batu Agar Sukses

Mengawali ternak murai batu memang langkahnya gampang-gampang susah, namun asalkan Anda sabar dan tekun menjalaninya Anda bisa mendapatkan hasil yang benar-benar menjanjikan.

Tetapi, hasil tersebut tentu harus memiliki kriteria, salah satunya yakni dengan menghasilkan murai batu yang berkualitas sesuai tingginya minat pasar sehingga Anda tidak boleh melewatkan cara ternak murai batu dengan tepat berikut ini.

Persiapan Anggaran Budidaya Murai Batu

Melihat harga jual aneka jenis burung murai batu, Anda tentu bisa memperkirakan seberapa besar modal awal yang nantinya dibutuhkan untuk mengawali bisnis. Besaran harga tersebut tergantung masing-masing jenis murai serta kriterianya.

Murai batu dengan ciri berekor panjang bisa lebih dari 20 cm harganya akan sangat mahal, terutama pada pejantan karena bisa berkicau dalam waktu yang cukup lama.

Harga murai batu yang dikenal secara umum berkisar 250 ribu hingga 3 juta rupiah per ekorna, sementara jika Anda memilih bibit kualitas super yang telah juara di berbagai perlombaan kicau, maka murai batu bisa dijual seharga puluhan juta rupiah tergantung ukuran ekornya juga.

Jika Anda ingin mengawali usaha ternak murai batu dengan bibit berkualitas setidaknya akan menghabiskan dana kurang lebih 10 juta untuk membeli 2 pasang murai batu siap kawin, sekaligus dengan kandang ukuran besar, dan aneka pakan.

Lokasi dan Tempat Budidaya Murai Batu

Murai batu merupakan jenis burung cerdas yang bisa mengenali tuannya, namun memiliki kesulitan ketika beradaptasi dengan tempat baru serta mudah stress, apalagi jika tuan yang baru tidak bisa mengenali karakternya dan bersikap baik padanya.

Murai batu tidak menyukai kegelapan, namun bisa dilatih menggunakan lampu redup tanpa memadamkan cahaya sehingga Anda harus memberikan tempat yang disinari cahaya.

Pastikan memilih lokasi kandang yang jauh dari keramaian manusia untuk murai yang sedang menjalani proses kawin.

Namun, selama tumbuh dan berkembang Anda bisa membiasakan burung murai berinteraksi dengan manusia dengan meletakkan kandang di posisi yang rendah.

Untuk kandang pada masa kawin hingga menyapih sebaiknya gunakan ruangan khusus yang hanya diisi kandang murai.

Inilah Metode Ternak Murai Batu dengan Tepat

Setelah lokasi tersedia secara khusus untuk budidaya, dan dana sebagai modal awal pun ada, maka ikutilah tahap selanjutnya dengan baik dan sabar.

Pahami Cara Membuat Kandang Budidaya Murai Batu yang Baik

Kandang yang baik untuk budidaya murai beraneka ragam tergantung usia serta masa burung murai.

Jika burung murai sedang berada di masa kawin hingga menyapih sebaiknya diletakkan di dalam kandang yang berukuran besar, di dalamnya harus tersedia air mengalir yang bersih, serta pakan yang tercukupi.

Sedangkan untuk murai anakan, bisa ditempatkan di kandang gantung dengan berbagai ukuran yang normal dan besar, jangan memberikan kandang terlalu kecil karena Anda tidak akan bisa memperhatikan kelincahannya.

Untuk membuat kandang berukuran besar minimal 1 x 1.5 x 2 Anda bisa menggunakan berbagai macam peralatan dan perlengkapan tergantung jenis kandang.

Jika Anda menginginkan kandang dengan dinding semen maka bisa memanfaatkan ruang kosong kemudian membuat batasan dengan semen baru yang dibentuk sesuai desain ruangan bisa kubus atau balok.

Setelah itu membuat pintu dengan kusen yang lengkap serta jendela dengan dilapisi ring kawat.

Berikan pencahayaan di dalam kandang yang sinarnya normal, tidak terlalu redup atau terang.

Sementara itu, Anda juga harus membeli kandang gantung untuk membesarkan murai batu dan melatihnya berkicau.

Pemilihan Bibit Murai Batu yang Baik dan Tepat

Anda harus mengikuti kriteria seperti berikut untuk mendapatkan bibir murai batu yang berkualitas.

• Pilihlah indukan jantan dari jenis yang dikenal bagus kualitasnya, seperti murai batu medan yang sangat populer.

• Pastikan burung lincah dan sehat serta tidak dalam kondisi stress dan tetap aktif berkicau untuk pejantan sedangkan betina cenderung diam.

• Pejantan murai batu memiliki ciri bulu yang lebih mengkilap, kemudian bila perlu pilihlah burung yang ukuran ekornya panjang serta suara kicaunya sangat merdu, keras dan berani.

• Sedangkan untuk murai batu betina berkualitas, sebaiknya pilihlah yang kondisi fisiknya sehat dan lincah, pilih juga jenis yang bagus seperti murai batu medan atu minimal nias dengan ekor panjang.

• Dan yang paling penting, jika Anda membeli indukan sepasang pastikan bahwa pejantan dan si betina sudah mengalami penjodohan. Jika tidak, Anda bisa melakukan penjodohan sendiri namun dengan cara yang tepat agar tidak terjadi perkelahian hingga mengalami kematian.

Pemeliharaan Budidaya Murai Batu dengan Tepat

Beragam Jenis Pakan Sekaligus Cara Pemberian Pakan Ternak Murai Batu

Pakan utama yang paling disukai oleh murai batu adalah jangkrik, pakan tersebut sangat bergizi serta dibutuhkan oleh burung.

Kemudian Anda juga bisa memberikan pakan tambahan seperti voer secara rutin, serta beberapa pakan lainnya dalam kondisi atau masa tertentu seperti kroto, belatung BSF atau ulat, serta cacing tanah.

Ketika burung murai sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan Anda bisa memberikan voer biasa dengan gizi tinggi, disertai dengan pemberian pakan jangkrik selama 2 atau 3 kali sehari 1 atau 2 ekor jangkrik.

Kemudian Anda bisa memberikan pakan ulat hongkong atau belatung BSF selama murai batu sedang mengalami masa birahi hingga kawin, namun tetap sediakan voer dan juga jangkrik.

Sedangkan pada masa meloloh dan anakan, berikan pakan kroto atau voer khusus untuk bayi murai dengan kandungan gizi tinggi.

Cacing tanah juga bisa diberikan pada saat murai batu masih anakan atau dewasa, tetapi waktu pemberian maksimal selama satu minggu sekali.

Baca Juga;

 

Perawatan dan Pemeliharaan , Penjodohan , Perawatan Anakan

1. Cara Penjodohan dan Perkawinan Indukan Murai Batu

Cara penjodohan burung murai bisa dibilang gampang-gampang susah, namun hampir sama dengan cara umum yang diterapkan pada jenis burung lainnya, yakni dengan mendekatkan kedua kandang pasangan murai yang akan dikawinkan.

Hal itu membutuhkan waktu cukup lama minimal 2 minggu dan lebih baik lagi selama beberapa bulan, tetapi itupun belum menjamin kecocokannya.

Pastikan usianya siap kawin yakni sekitar 4 hingga 6 bulan.

Jika kedua murai batu tersebut telah menunjukkan tanda-tanda birahi dan ingin kawin maka Anda bisa memberikan pakan ulat hongkong selama beberapa waktu.

Kemudian memasukkan keduanya dalam satu kandang, tunggu beberapa hari hingga betina menyusun sarang untuk bertelur.

Selama kurang lebih 2 hingga 3 minggu perhatikan sarang burung, jika terdapat telur di dalamnya maka biarkan si betina mengerami telurnya.

Jangan pisahkan si pejantan dengan si betina karena kemungkinan besar telah berjodoh dan bisa melakukan perkawinan lagi di musim berikutnya.

2. Cara Perawatan dan Pemeliharaan Anakan dan Murai Batu Dewasa

• Perhatikan perilaku indukan betina murai batu saat telurnya menetas, jika si betina menunjukkan ciri-ciri birahi kembali selama satu minggu setelah telur menetas dan meloloh anakan, maka segera pindahkan anakan sebelum dibunuh.

• Namun, pastikan bahwa Anda tidak terlalu sering memperhatikan si betina selama mengerami telur hingga menetas agar bisa menghasilkan embrio dan anakan yang sempurna.

• Jika Anda memisahkan anakan usia seminggu dari induknya, lolohkan sendiri menggunakan pakan voer khusus bayi murai batu.

Ikuti petunjuk pemberian pakan yang tertera di kemasan.

• Jika anakan kurang nafsu makan, Anda bisa memberikan cacing tanah sebagai penambah nafsu makan.

• Saat berusia kurang lebih 3 minggu segera ajari anakan untuk mematuk sendiri pakannya dengan memberikan kroto di depannya serta voer khusus usia tersebut.

• Kemudian di usia kurang lebih satu bulan Anda sudah bisa melatihnya berkicau. Murai batu bisa meniru suara siulan manusia jadi sebaiknya perdengarkan suara kicau burung populer, kecuali burung kutilang.

• Pastikan kandang, pakan beserta minumnya selalu bersih, dan jangan lupa sediakan wadah kecil untuk tempat mandi karena murai batu mandi secara rutin bahkan ada juga yang mandi berkali-kali.

• Ajaklah berinteraksi, kemudian untuk beradaptasi dengan murai batu yang baru saja Anda beli dari orang lain caranya dengan melakukan pendekatan.

Jika nafsu makan turun dan jarang berkicau artinya burung sedang stress, cobalah untuk menyuapinya dengan pakan jangkrik perlahan menggunakan tangan Anda.

• Murai batu tergolong jenis burung yang memiliki rasa penasaran cukup tinggi, terutama terhadap berbagai hal yang bisa dimakan, oleh karena itu Anda harus benar-benar memperhatikan benda atau hewal kecil di sekelilingnya. Karen ajika burung murai terbukti menelan sesuatu berbahaya bisa mengakibatkan kematian

Hal-Hal Penting Agar Ternak Murai Batu Sukses

• Rawat dan pelihara dengan baik, serta berikan isian suara kicau burung super agar harganya naik.

• Ikuti komunitas pecinta burung murai untuk mengetahui perkembangan pasar.

• Jalin relasi dengan berbagai pelanggan serta pahami karakternya untuk menghindari penipuan.

Inilah Pencegahan dan Penanganan Penyakit pada Murai Batu

• Snot, merupakan penyakit yang paling sering menyerang burung berkicau salah satunya murai batu.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, dengan gejala yang ditandai mata bengkak dan iritasi, serta nafsu makan burung turun.

Cara mengatasinya cukup mudah, yakni berikan obat anti snot dengan takaran sesuai yang tertera pada kemasan, berikan setelah burung mengkonsumsi pakan.

• Katarak, penyakit lainnya masih berada pada mata, ditandai dengan munculnya bercak putih di area mata burung yang menyebabkan kebutaan.

Biasanya gejala penyakit ini mudah menyerang murai batu anakan. Cara mengatasinya, jauhkan atau hidarkan dari paparan sinar lampu dan matahari selama beberapa minggu hingga gejala mereda dan sembuh.

Serta obati dengan anti snot yang cara penggunaannya pun sama dengan yang ditulis pada paragraf di atas.

Pahami Masalah Umum Budidaya Murai Batu Sekaligus Cara Mengatasinya

Masalah yang sering dialami saat budidaya murai batu adalah kematian yang diakibatkan stress karena sulit beradaptasi dengan tempat baru dan membuat burung kehilangan nafsu makan.

Caranya bisa dilakukan dengan menyuapi dengan pakan favorit secara perlahan, kemudian memperhatikan pola makan.

Proses Panen dan Penjualan Ternak Murai Batu

Proses panen sekaligus penjualan murai batu sangat bergantung pada permintaan pembeli.

Anakan yang masih diloloh pun bisa laku dengan harga 850 ribu hingga 1 juta tergantung jenisnya.

Cara efektif untuk menjualnya adalah menggunakan promosi melalui media online yang tersambung dengan jaringan para pecinta peliharaan burung berkicau. Pasarkanlah sendiri dan jangan menggunakan pihak ketiga.

Tips dan Kesimpulan

Tahap awal proses budidaya murai batu bisa dibilang cukup sulit, bahkan Anda bisa saja mengalami kegagalan berkali-kali pada tahap penetasan telur atau kehidupan benih anakan. Namun, jika Anda melakukan cara ternak murai batu dengan tepat seperti di sini, hasilnya bisa sangat memuaskan.

Referensi

https://hargaburung.id/harga-burung-murai/

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *