Cara Budidaya Ternak Kelinci Bagi Pemula yang Wajib Diketahui

Kelinci merupakan hewan lucu yang mudah dijumpai di lingkungan kita.

Setidaknya ada dua kelinci yang sering kita kenal sebagai hewan hias dan juga kelinci komsumsi yang dimanfaatkan dagingnya.

Kelinci hias merupakan kelinci yang memiliki motif bagus dan lucu untuk menjadi peliharaan rumah.

Sedangkan kelinci komsumsi adalah kelinci sehat yang dibudidayakan untuk kemudian dijual dan dimanfaatkan dagingnya.

Daging kelinci memiliki protein yang tinggi dan rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi untuk penderita hipertensi atau jantung, daging kelinci juga mengandung vitamin B12 yang tinggi sehingga dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan sebagai pencegah stress, serta daging kelinci mengandung mineral yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya penyakit kanker dan menstimulasi produksi sperma untuk kesuburan reproduksi anda.

Dari berbagai kandungan yang terdapat pada kelinci ini yang menyebabkan masyarakat mulai mengkonsumsi daging kelinci bhkan saja sebagai makanan enak namun juga dikenal sebagai daging yang sehat, terlebih dagingnya yang lunak dapat diolah dengan berbagai cara sesuka hati seperti dibuat bakso, nugget, siomay, sate dan lain sebagainya.

Hal ini memberikan keuntungan besar bagi peternak kelinci budidaya karena selain dapat memulai usaha kelinci hias, calon atau peternak juga dapat memilih ternak kelinci konsumsi.

Persiapan Awal Budidaya Kelinci dan Cara Ternak Kelinci

Berikut merupakan langkah-langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjadi peternak kelinci.

Modal Ternak Kelinci

Sebelum beternak, kita harus mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk memudahkan dalam proses pemeliharaan kelinci.

Hal pertama yang harus dimiliki adalah modal untuk membangun budidaya kelinci.

Tidak perlu banyak, dengan modal hanya Rp. 2.525.000 saja kalian sudah dapat membangun ternak kelinci.

Modal ini digunakan untuk :

 

Kandang

Rp. 1.500.000

Alat perlengkapan ternak

Rp. 500.000

Bibit induk pejantan 3 ekor @ 25.000

Rp. 75.000

Bibit induk betina 15 ekor @ 30.000

Rp. 450.000

Total

Rp 2.525.000

Perhitungan modal di atas bukan suatu hal yang wajib diikuti, namun hanya sebagai ilustrasi sebagai gambaran bagi anda yanh hendak memulai usaha.

Karena pada dasarnya besarnya modal usaha sangat tergantung pada seberapa besar usaha yang akan dikembangkan.

Lokasi Ternak Kelinci

Lokasi yang strategis untuk beternak kelinci adalah di lingkungan Anda sendiri.

Dalam beternak, Anda tidak perlu mencari lokasi yang jauh dari tempat tinggal anda.

Jika di lingkungan daerah Anda tidak banyak peternak budidaya kelinci saingan yang lain, maka ini akan semakin menguntungkan ada di lokasi tersebut karena Anda bisa menjadi sebagai peternak kelinci dan menjadi supplier utama untuk mengisi kebutuhan kelinci di daerah Anda.

Hal yang paling penting pada penentuan lokasi budidaya kelinci adalah pangsa pasar.

Pasar dalam hal ini adalah tempat Anda menjual kelinci yang telah diternak.

Jika Anda membuka lokasi pada wilayah yang tidak memiliki peminat untuk membeli kelinci, maka anda sebaiknya berpikir ulang untuk membudidayakan kelinci kecuali jika Anda yakin telah memiliki target pemasaran di daerah lain yang pasti.

Pasar dalam hal ini dapat dikatakan juga sebagai peminat yang akan membeli produk dari budidaya kelinci kita.

Metode Cara Ternak Kelinci

Sebelum melakukan budidaya kelinci, pastikan terlebih dahulu Anda mengetahui metode cara ternak kelinci.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk beternak kelinci adalah sebagai berikut :

• Kandang atau tempat tinggal kelinci harus bersih dan kering, oleh karena itu harus dibersihkan setiap hari agar kelinci kita jauh dari kuman dan penyakit.

• Kelinci merupakan hewan yang rentan terhadap penyakit, oleh karena itu kita sebagai pemilik harus mengetahui gejala penyakit serta melakukan pemeriksaan setiap seminggu sekali untuk mengidentifikasi kelinci yang sehat dan yang tidak.  

• Memberi makan kelinci secukupnya, kelinci tidak boleh makan terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kelinci adalah hewan yang aktif makan di malam hari sehingga makan secukupnya diberikan pada siang hari dan meningkatkan jumlah makanan yang diberikan pada malam hari.

• Dilakukan pemisahan bagi kelinci yang sedang hamil dengan kelinci yang jantan, serta memasukkan kelinci sesuai usia, bagi usia kelinci remaja harus disendirikan untuk memantau perkembangan serta diberikan perhatian khusus dengan memberikan vaksin agar selalu sehat.

Pembuatan Kandang untuk Ternak Kelinci atau Tempat Usaha

Karena kelinci merupakan salah satu hewan yang membutuhkan perhatian khusus pada saat perawatannya, lokasi tempat tinggal bagi kelinci ini harus diperhatikan.

Atap kandang harus didesain lebih tinggi dan dinding yang terbuat dari bambu sehingga memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Menjaga kekeringan lantai, kebersihan, dan memiliki tiang penyangga yang kokoh mengingat kelinci senang bermain dan berlari-lari di dalam kandang.

Berdasarkan penempatan, kandang dapat dibedakan menjadi kandang di dalam ruangan, kandang di luar ruangan dan kandang yang dapat dipindah-pindah.

Memilih Bibit Kelinci yang Baik

Memilih bibit kelinci yang baik dapat menghasilkan generasi kelinci yang baik pula. Sebelumnya, peternak harus memiliki pengetahuan tentang jenis kelinci berdasarkan bulu dan berdasarkan dagingnya.

Berdasarkan bulu kelinci terdiri dari tiga jenis ; Anggora, American Chinchilla, dan Rex, jenis ini merupakan jenis kelinci hias yang harga jualnya lebih mahal dibanding kelinci pedaging.

Sedangkan kelinci berdasarkan daging diantaranya ; Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan, dan New Zeeland.

Dalam budidaya kelinci ini Anda dapat melakukan pemeliharaan kelinci yang pedaging saja atau kelinci hias saja bahkan tidak ada yang salah jika Anda berpikir untuk memulai usaha kelinci dari ke dua jenis tersebut, sehingga peternak dapat menjual dua jenis kelinci yaitu kelinci hias dan kelinci budidaya.

Dalam pemilihan bibit kelinci yang baik, perhatikan potensi genetik pertumbuhan yang berkualitas diantaranya memiliki ciri tidak cacat, sehat, fertilitas tinggi, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, punggung tidak cekung, lincah dan aktif bergerak.

Kelinci yang baik dijadikan bibit adalah yang memiliki bobot antara 4 sampai 5 kg untuk bibit indukan betina dan berat antara 3 sampai 5 kg kelinci jantan.

Cara Ternak Kelinci dalam Proses Pemeliharaan

Pemeliharaan dan Perawatan Ternak

Salah satu penentu kesuksesan dalam menjalankan usaha ternak budidaya kelinci ini adalah dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan secara rutin.

Secara umum, kelinci dapat diberi makan sayur, buah, dan pelet.

Jenis makanan ini juga dapat tergantung dari jenis kelinci, makanan pelet dapat dijadikan makanan utama pada jenis kelinci hias. Sedangkan untuk kelinci budidaya makanan utama yang diberikan adalah sayuran.

Kelinci dibawah umur 5 bulan tidak boleh diberikan makanan sembarangan, sayur yang diberikan harus memiliki kandungan air dan gas yang rendah karena dapat menyebabkan diare pada kelinci, yaitu sayur yang layu.

Sedangkan makanan tambahan yang dapat diberikan kepada kelinci adalah buah-buahan. Kita dapat memberikan buah sebagai cemilan bagi kelinci.

Perkawinan dan Pemeliharaan Anak Kelinci

Kelinci betina dapat dikawinkan dengan kelinci jantan ketika berumur di atas 5 bulan. Pada usia kelinci menginjak di atas 5 bulan kelinci telah memiliki kematangan reproduksi atau telah dewasa.

Kelinci betina tidak boleh dikawinkan pada saat terlalu muda karena akan berdampak buruk bagi kesehatan induk dan kualitas kelahiran yang buruk atau dapat menyebabkan kematian pada anak.

Sedangkan ketentuan bagi kelinci jantan yang pertama kali kawin, sebaiknya dikawinkan dengan betina yang telah pernah beranak.

Sedangkan waktu yang tepat untuk mengawinkan kelinci adalah di pagi hari atau sore hari, dilakukan hingga 2 kali perkawinan, lalu dipisahkan.

Selain itu bagi kelinci yang sudah berkembang biak harus dilakukan penyapihan anak kelinci yang dilakukan pada umur 7-8 minggu.

Penyapihan harus dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan penyakit pada induk.

Mencegah dan Penanganan Hama Penyakit pada Kelinci

Kelinci merupakan hewan yang rentan terhadap penyakit, oleh karena itu kita harus melakukan pencegahan agar kelinci tidak terkena virus.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan kekeringan lantai kandang, menjaga pola makan kelinci secukupnya karena pada dasarnya kelinci jika diberi makan akan selalu makan terus oleh karena itu kita yang harus menjaga pola makan di kelinci, selain itu kelinci juga harus diberi vitamin agar tidak mudah terkena penyakit.

Ketika semua upaya telah dilakukan namun kelinci masih terkena hama dan penyakit, maka solusi berdasarkan jenis penyakitnya adalah sebagai berikut.

Diare, disebabkan makanan yang mengandung air dan gas yang tinggi atau makanan yang terlalu banyak. Solusi yang pertama dapat dilakukan adalah dengan diberi makan daun papaya.

Bisul, disebabkan karena pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan antibiotic salep

kudis, disebabkan karena virus darcoptes scabiei. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan antibiotic salep

Eksim, disebabkan karena kotoran yang menempel di kulit. Solusi yang digunakan adalah menggunakan salep atau bedak salicyl.

penyakit telinga, disebabkan oleh kutu. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan meneteskan minyak nabati.

Penyakit kulit kepala, disebabkan karena jamur. Solusi yang dapat dilakukan adalah mengoleskan dengan bubuk belerang.

Penyakit mata, disebabkan karena bakteri dan debu. Solusi yang dapat dilakukan adalah memberi obat mata atau salep mata

Mastitis, disebabkan karena betina tidak mengeluarkan susu atau susu yang dikeluarkan sangat sedikit. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan tidak menyapih kelinci terlalu mendadak, melainkan secara bertahap

Pilek, disebabkan karena virus. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menyemprot antiseptic pada hidung kelinci

Radang paru-paru, disebabkan karena bakteri Pasteurella multocida. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan Sul Q-Nox untuk diminum.

Potensi Keuntungan Budidaya Kelinci

Pada umumnya, kelinci memiliki tingkat kesuburan dan dapat melahirkan 36 ekor dalam satu tahun, atau 3 ekor anak per bulannya.

Jika satu pasangan dalam satu bulan menghasilkan 3 ekor, sedangkan total betina yang dimiliki pada hitungan di atas tadi adalah 15, maka akan menghasilkan 45 ekor anak kelinci dalam setiap bulan. Jika dijual Rp 30.000 per ekornya, maka akan mendapatkan keuntungan Rp 1.3500.000.

Tips sukses Cara Ternak Kelinci

Dari berbagai cara beternak kelinci dan budidaya kelinci di atas tentunya mudah untuk dipahami namun tidak mudah untuk dilakukan.

Di dalam praktiknya pasti akan menemui permasalahan yang tidak ada di dalam rumus dan teori, atau bahkan ada dan dapat diselesaikan secara langsung.

Namun hal yang paling menentukan kesuksesan bisnis ini adalah ketekunan dan kedisiplinan dalam melakukan cara yang telah dijabarkan di atas.

Selain menjaga pemeliharaan kelinci, peternak juga harus memperluas penjualan kelinci dan mencari pasar yang bagus untuk menjual hasil panen ternak kelinci nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *