Langkah Cerdas Cara Budidaya Jangkrik, Dijamin Sukses!

BUDIDAYA JANGKRIK

Usaha budidaya jangkrik sempat menjadi booming beberapa waktu lalu dan sudah redup pada saat ini.

Jangkrik banyak diburu oleh pecinta burung peliharaan sebagai pakan, atau digunakan sebagai umpan pancing.

Namun, jangkrik juga dapat diolah menjadi olahan pangan karena kandungan nutrisinya yang tinggi.

Nah banyak banget kan manfaatnya.

Oleh karena saat ini populasi jangkrik juga sudah menurun, sudah saatnya para pembisnis mengusahakan populasi jangkrik ini dengan cara membudidayakannya.

Cara Ternak Jangkrik yang Benar Agar Sukses

Cara ternak jangkrik ternyata juga cukup mudah loh.

Bagi anda yang tertarik untuk memulai usaha ini, yuk simak ulasan dibawah ini.

Persiapan Anggaran Modal Awal Budidaya Jangkrik

Langkah awal dan penting yang perlu anda lakukan adalah membuat persiapan anggaran yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya jangkrik.

Setidaknya kita harus menyusun perkiraan berapa modal yang diperlukan.

Mengapa perlu perkiraan anggaran?

Nah jadi persiapan ini diperlukan untuk mempermudah kita dalam perhitungan keperluan modal, kebutuhan, untung, dan juga bagaimana mengembangkan usaha.

Anggaran yang perlu dipersiapkan untuk memulai usaha budidaya jangkrik ini tergolong murah loh.

Tidak memerlukan dana hingga jutaan anda bisa memulai ternak ini.

Bagaimanapun jika ingin lebih profesional dan beternak dengan jumlah yang besar dana yang diperlukan juga akan besar.

Lokasi Tepat untuk Melakukan Ternak Jangkrik

Selanjutnya, tentukan dimana lokasi anda akan membudidayakan jangkrik.

Jangkrik membutuhkan lingkungan yang mirip dengan lingkungan aslinya.

Maka, lokasi yang bisa kita siapkan adalah yang memenuhi syarat berikut:

  • Tenang, jauh dari kebisingan, dan mendapat sirkulasi yang baik
  • Terhindar dari sinar matahari secara langsung atau berlebihan
  • Jauh dari kegiatan manusia yang tidak berhubungan dengan budidaya
  • Bebas dari predator seperti semut, cicak, tokek,
  • Jauh dari kandang ayam

Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Kroto agar Sukses

Pembuatan Kandang Jangkrik yang Benar

Setelah menemukan lokasi yang cocok, maka kita harus menyiapkan kandang untuk tempat tinggal jangkrik.

Kandang jangkrik dapat kita buat dengan menggunakan triplek atau kardus papan yang dibentuk seperti peti yang diberi kaki.

Pada ujung kaki tersebut nantinya akan diberi wadah plastik yang diisi dengan cairan (air, oli, bensin, dll).

Kandang jangkrik yang ideal adalah yang menyerupai habitat aslinya.

Karena jangkrik juga pemanjat yang handal, sebaiknya lapisi dinding atas dengan selotip atau solasi agar jangkrik tidak kabur.

Langkah-langkah membuat kandang yang ideal adalah sebagai berikut:

  1. Membuat kotak dari triplek berukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm
  2. Pada sambungan di tiap sudut peti diberi lem atau semen agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar melalui celah karena ukurannya sangat kecil
  3. Buat engsel pada permukaan atas agar bisa dibuka tutup
  4. Buat ventilasi pada sisi depan dan belakang dinding yang ditutup dengan kasa kawat ukuran halus
  5. Lapisi dengan isolasi bagian dalam peti, sekitar 10 cm dari atas agar jangkrik tidak naik keatas
  6. Pasang kaki kurang lebih setinggi 10 cm pada keempat sudut peti. Ujung-ujung kaki diletakkan wadah plastik berisis oli bekas.
  7. Sebagai tambahan, berikan cantelan pada sisi pinggir untuk memudahkan mengangkat ata menggeser kandang

Tips Memilih Bibit Jangkrik Untuk Dibudidaya

Cara ternak jangkrik yang selanjutnya setelah kita selesai menyiapkan kandang adalah mencari bakal jangkrik yang akan kita budidayakan.

Bibit jangkrik bisa dibeli di toko-toko yang menyediakan pakan hidup.

Namun, bibit atau induk jangkrik yang terbaik adalah hasil tangkapan alam sebab biasanya memiliki ketahanan yang bagus.

Kalaupun tidak, induk betina boleh membeli di toko tapi untuk induk jantan diusahakan dari tangkapan alam karena lebih agresif.

Bakal indukan jangkrik yang akan dibudidayakan haruslah yang sehat, tidak cacat, tidak mengeluarkan cairan dari dubur maupun mulut ketika dipegang, induk jantan memiliki berderik keras dan permukaan sayap atau punggungnya bergelombang kasar, sedangkan induk betina berukuran besar dan memiliki tiga bagian tengah pada ekornya.

Baca Juga: Ini Dia Cara Budidaya Ternak Ulat Hongkong

Jenis dan Cara Pemberian Pakan saat Budidaya Jangkrik

Nah setelah induk telah bertelur dan akan menetas, alangkah baiknya jika pakan sudah disiapkan di kandang anakan yang akan menetas.

Untuk anakan yang berumur 1-10 hari akan diberi makan voor atau pakan ayam yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung yang dihaluskan.

Setelah lewat dari 10 hari, anakan dapat diberi makan sayur-sayuran, jagung muda, dan gambas.

Untuk selanjutnya, pakan dapat ditambah dengan mentimun, singkong atau ubi.

Berbeda dengan anakan, jenis pakan yang diberikan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan adalah seperti sawi, wortel, jagung muda, daun singkong, kacang tanah, dan mentimun.

Beberapa orang ada yang menambahkan bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, bahkan vitamin yang dicampur menjadi satu dan dihaluskan.

Secara keseluruhan, pemberian pakan jangkrik dari anakan sampai jangkrik dewasa adalah 1 atau 2 kali sehari pada pagi (pukul 7 atau 8) dan sore hari (pukul 3 atau 4). Pemberian pakan ini harus merata tiap kandangnya.

Untuk pemberian pakan dengan voer, diletakkan tipis dan merata ditengah kandang.

Sedangkan pada pemberian pakan sayur sebaiknya dicuci terlebih dulu lalu ditiriskan.

Usahakan jangan sampai masih terdapat banyak air yang menempel pada sayuran. Agar merata, potong-potong sayur menjadi beberapa bagian.

Perawatan dan Pemeliharaan, Menjodohkan, Perawatan Anakan Ternak Jangkrik

Perawatan dan pemeliharaan Jangkrik

Sanitasi merupakan hal yang sangat penting dalam pemeliharaan jangkrik.

Oleh karena itu, kita harus rajin membersihkan kandang untuk mencegah adanya zat-zat yang dapat membahayakan ternak yang berasal dari bahan kandang.

Dalam perawatannya, selain kondisi lingkungan yang harus menyerupai habitat asalnya yaitu lembab dan gelap, pemenuhan gizi ternak juga tak kalah penting untuk diperhatikan.

Jangan biarkan jangkrik-jangkrik anda kelaparan sehingga saling memakan sesamanya.

Oh iya, setelah memberi makan jangkrik, usahakan makanan yang tersisa dibuang dan tidak dibiarkan tertinggal apalagi berceceran agar tidak membusuk di kandang.

Kita juga harus memeriksa cairan yang ada di kaki kandang. Jika sudah akan habis, segera ganti atau tambah. Jangan biarkan predator masuk ke kandang jangkrik.

Tata Cara Menjodohkan dan Mengawinkan Jangkrik

Dalam menjodohkan indukan, jangkrik harus berasal dari spesies yang sama.

Jika antar induk jantan dan betina berbeda spesies, maka tidak akan terjadi perkawinan.

Setelah mendapatkan calon, langkah selanjutnya adalah mengawinkan jangrik tersebut agar menghasilkan telur yang nantinya akan kita ternak.

Tempat untuk mengawinkan usahakn berbeda dengan kandang untuk pembesaran.

Perbandingan antara induk jantan dan betina untuk dikawinkan adalah 10:2. Selama masa perkawinan, jangkrik jantan akan berderik terus menerus.

Jangan lupa siapkan bak yang berisi pasir atau tanah dalam kandang untuk meletakkan telur jangkrik betina yang sudah dibuahi.

Pastikan  juga jangrik yang sedang dikawinkan tadi mendapat suplay pakan yang cukup.

Perawatan Anakan pada Saat Ternak Jangkrik

Setelah telur dalam bak pasir tadi menetas, perawatan pertama yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar anakan jangkrik tersebut bertahan hidup.

Umumnya, anakan jangkrik yang baru menetas akan bergerombol disekitar cangkang telur dan masih memakan sisa-sisa cairan dari cangkang telur.

Maka yang harus kita lakukan adalah memisahkan anakan yang bergerombol tersebut.

Mengapa? Sebab pada dasarnya jangkrik merupakan hewan yang bisa memakan sesamanya sejak menetas, dan gerombolan anakan yang berdesak-desakan cenderung akan membuatnya mati.

Cara memisahkan gerombolan tersebut adalah dengan memindahkannya ke bagian lain dalam bak.

Kita bisa meniupnya perlahan-lahan agar anakan jangkrik tersebut mau berpindah. Cara meniupnya harus berhati-hati agar anakan tidak mati.

Selain itu, kita juga bisa memisahkannya dengan memberikan remasan-remasan koran yang disebar diatas gerombolan jangkrik.

Secara perlahan anakan jangkrik yang bergerombol tadi akan berpindah ke koran yang disebar tadi sehingga kita bisa memindahkannya ke tempat lain agar merata dalam box pembesarannya.

Karena anakan jangkrik cenderung masih sangat lemah, maka perawatannya pun juga harus hati-hati.

Bahkan dalam pemberian pakan pun juga harus disesuaikan dengan kebutuhan anakan jangkrik seperti yang telah dibahas pada poin sebelumnya.

Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Burung Pleci Sukses dan Menjanjikan

Hal-Hal Penting Agar Ternak Jangkrik Sukses

Agar usaha budidaya jangkrik yang anda jalankan sukses, ada banyak hal yang harus anda ketahui.

Mulai dari cara ternak jangkrik yang benar seperti yang telah dituliskan pada poin-poin selumnya, juga harus tahu cara terbaik dalam persiapan kandangnya.

Pencegahan Dan Penanganan Penyakit saat Budidaya Jangkrik

Meskipun terlihat mudah, ternyata beternak jangkrik juga ada tantangannya loh.

Seperti ternak hewan lainnya, jangkrik juga bisa terserang oleh penyakit.

Penyakit yang menyerang jangkrik antara lain mencret, kotorannya berbau aneh, jangkrik banyak yang mati secara tiba-tiba, dan jangkrik tidak selincah pada umumnya.

Hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah jangkrik terserang penyakit dengan lebih cermat terhadap kebersihan kandang, ventilasi kandang harus baik, lebih memperhatikan makanan jangkrik, dan perhatikan pula kapasitas kandang dengan jumlah jangkrik.

Sebaiknya jangan terlalu banyak dalam satu kandang agar udara di dalam kandang tidak pengap.

Jika anda mendapati ada jangkrik yang sudah sakit, sebaiknya segera pisahkan dari jangkrik yang sehat agar tidak terjadi penularan.

Lalu penanganan terhadap jangkrik yang sakit tergantung dengan tanda-tandanya.

Pada jangkrik yang mencret maka penanganannya dengan mengganti pakan ke sayur yang berserat dan mengandung sedikit air seperti daun pepaya.

Jika jangkrik lemas, cobalah untuk menaikkan suhu dalam kandang pada suhu yang stabil dengan menutup kandang menggunakan plastik mulsa hitam.

Penanganan pada jangkrik yang mati secara tiba-tiba, anda harus memperhatikan pakan jangkrik bisa jadi jangkrik mati karena sayur yang diberikan sebagai pakan mengandung pestisida.

Maka anda perlu membuang sayuran yang mengandung pestisida tersebut.

Penanganan Masalah Yang Umum Terjadi Saat Budidaya Jangkrik

Secara umum, masalah utama yang sering dialami ketika beternak jangkrik adalah hama dan penyakit.

Oleh karena itu, sanitasi tempat budidaya harus diperhatikan.

Maka kita harus rajin menjaga kebersihan kandang jangkrik.

Penanganan utama terhadap predator yang menyerang jangkrik dapat dilakukan dengan memberikan penjagaan kandang dari para predator yang dapat memangsa jangkrik.

Jadi, penempatan kandang juga perlu memperhatikan lokasi yang mempunyai kemungkinan kecil adanya predator.

Baca Juga: Cara Ternak Burung Perkutut Lokal

Proses Panen dan Penjualan Jangkrik

Jangkrik sudah bisa dipanen setelah berumur kurang lebih 30 hari sejak menetas dari telur.

Untuk proses pemanenan jangkrik terbagi menjadi 2 output, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik telur jangkrik biasanya dihargai lebih mahal dari pada jangkrik dewasa.

Pembeli telur jangkrik itu sendiri kebanyakan dari para peternak jangkrik pembesaran.

Sedangkan jangkrik dewasa biasanya dijual sebagai pakan burung dan ikan.

Penutup

Nah bagaimana? Berani mulai bisnis hari ini? Sebenarnya semua bisnis dan usaha ternak akan mudah dijalankan jika kita mengetahui setiap step dan langkah cara ternak jangkrik.

Itu dia informasi tentang cara budidaya jangkrik yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan semoga sukses. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *