Inilah Cara Ternak Ayam Kalkun yang Tepat Bagi Pemula

Cara Ternak Ayam Kalkun

Ternak ayam kalkun bisa menghasilkan omzet menggiurkan, bisa mencapai hingga 7 juta per bulan.

Bagi Anda para pemula yang ingin memulainya, tentu harus pahami cara ternak ayam kalkun dengan langkah yang tepat.

10 Cara Budidaya Cara Ternak Ayam Kalkun Tepat Bagi Pemula

Menghasilkan ayam-ayam kalkun yang berkualitas tentu membutuhkan langkah dan proses yang tepat pula.

Maka simak beberapa poin yang dirangkum pada tahapan cara budidaya ayam kalkun dengan tepat berikut ini.

Persiapan Anggaran Modal Awal

Modal awal yang harus disiapkan untuk beternak ayam kalkun bisa dibilang cukup murah mengingat keuntungan per bulannya yang luar biasa, jangka waktu balik modal pun tidak terlalu lama.

Dasar perhitungan modal awal tergantung dari pembelian bibit berkuatas, serta berbagai peralatan dan perelengkapan pembuatan kandang.

Semuanya bisa didapatkan dengan mengeluarkan biaya kurang lebih 4.5 juta.

Sedangkan untuk pakan berkualitas, vitamin dan obat, selama satu tahun bisa menghabiskan biaya kurang lebih 2 juta per tahun.

Jadi total keseluruhan 6.5 juta. Kemudian Anda bisa menghitung keuntungannya tiap periode panen dengan mengurangi modal awal dan biaya pakan ber periodenya.

Lokasi Penangkaran Ternak Ayam Kalkun yang Baik

Kalkun yang berkualitas bisa dihasilkan karena berbagai faktor, salah satunya didorong oleh lokasi penangkaran yang tepat agar kalkun bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Berikut ciri-ciri lokasi yang aman dan tepat bagi ayam kalkun.

  • – Tidak berdekatan dengan pusat keramaian dan permukiman.
  • – Jauh dari berbagai gangguan, baik dari kesibukan atau lalu lalang penduduk, gangguan binatang, serta gangguan alam.
  • – Strategis dari jangkauan sinar matahari secara langsung.
  • – Menyediakan pakan alami, terutama jika memilih metode ternak umbaran.
  • – Suhu udara normal, bisa juga dingin namun tidak lembab.
  • – Lebih baik lagi jika membuat kandang di daerah pekarangan yang terdapat banyak tanaman untuk mensuplai pakan alami.
  • – Beri jarak kurang lebih 3 sampai 5 meter jika kandang akan dibangun di dekat rumah Anda.

Baca Juga: Cara Ternak Ayam Jawa Super Untuk Pemula

Cara Pembuatan Kandang Ternak Ayam Kalkun

Kandang kalkun dibangun dengan model yang berbeda-beda, karena disesuaikan dengan tiap tahap usia perkembangan kalkun.

Jika tidak disesuaikan, maka bisa saja ayam kalkun yang diternak mengalami penurunan kualitas karena banyak bulu yang rusak akibat kandang yang buruk.

Berikut beberapa jenis kandang kalkun yang baik sekaligus cara pembuatannya.

Kandang kalkun yang baik untuk usia 0 hingga 30 hari

Pada usia ini, anakan kalkun biasanya membutuhkan kehangatan.

Jika induk kalkun tidak bisa mengeraminya, Anda bisa membuat kandang untuk memisahkan anak-anak kalkun dari induknya.

Dengan menggunakan bahan bambu dan kayu yang dibentuk kubus atau balok, atau berupa strimin namun sudutnya terbuat dari kayu.

Kemudian lapisi bagian bawah untuk alas dengan kardus serta koran agar hangat.

Ukuran tinggi kubus atau balok bisa 40 hingga 50 cm yang di dalamnya selalu tersedia cahaya lampu redup sekitar 5 watt untuk menghangatkan di beberapa sudut.

Ukuran box sesuaikan dengan jumlah kalkun, jangan sampai kandang terlalu sempit maupun terlalu luang.

Kandang Kalkun yang Baik Untuk Usia 2.5 Bulan Ke atas

Pada usia ini, buatlah kandang dari kawat sebagai jerusi serta kayu sebagai pondasinya.

Ukurang kandang tesebut sekitar 2 meter x 80 cm dan 70 cm.

Kemudian masukkan beberapa kalkun yang muat untuk ukuran kandang tersebut, buatlah beberapa kandang seperti ini dengan susunan berjajar.

Kandang Kalkun Umbaran Usia Dewasa

Kandang untuk kalkun dewasa cukup mudah dibuat, Anda hanya perlu bahan seperti kawat dan kayu sebagai pondasi untuk membatasi lahan yang akan dijadikan kandang umbaran.

Anda bisa membatasi lahan untuk kandang sesuai keinginan, kemudian lengkapi dengan pepohonan, serta beberapa rumah-rumah kecil yang terbuat dari kayu atau triplek sebagai tempat untuk berteduh.

Jangan lupa tebarkan ranting atau serabut agar kalkun yang ingin kawin membuat sarangnya sendiri di tempat yang sudah Anda sediakan untuk beberapa pasang kalkun.

Baca Juga: Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan Modal Minim

Pemilihan Bibit Budidaya Ayam Kalkun

Berikut kriteria bibit kalkun yang berkualitas;

  1. • Pada kalkun jantan badan lebih kuat dan kekar, serta memiliki bentuk yang lebih panjang
  2. • Kalkun pejantan biasanya memiliki tulang supit rapat.
  3. • Bulu pejantan halus dan rapi, sayapnya lebih kuat jika dikepak.
  4. • Mata jernih
  5. • Ciri kuku dan kaki pejantan yang sehat bersih serta sisik yang teratur, paruhnya pun juga bersih.
  6. • Pada kalkun betina, badannya lebih besar dan perutnya sedikit buncit
  7. • Paruh betina normalnya pendek namun kuat.
  8. • Bentuk muka tidak lebar seperti pejantan.
  9. • Karankula kalkun betina juga halus.

Jenis Pakan Cara Pemberian Pakan Saat Budidaya Ayam Kalkun

Ada berbagai jenis pakan yang bisa Anda gunakan untuk mensuplai kebutuhan makanan ayam kalkun yang sehat dan bergizi, baik itu voer maupun extra food atau EF.

Voer

Agar kalkun memiliki perkembangan dan pertumbuhan maksimal berikan aneka makanan seperti voer yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi, pakan ini cocok untuk diberikan dari usia anakan hingga dewasa.

Harganya pun cukup murah, namun Anda juga perlu menyelinginya dengan memberi pakan EF.

Pakan EF

Pakan EF (extra foods) atau pakan tambahan yang baik antara lain seperti bekatul, sayur, dedaunan, biji-bijian alami, nasi aking, serta belatung lalat tentara hitam.

Bekatul atau dedak sangat mudah ditemui di pasaran serta harganya sangat terjangkau. Pilihlah bekatul dengan tekstur halus agar mudah dicerna dan dapat meningkatkan nafsu makan.

Belatung BSF

Belatung BSF juga sudah terkenal kualitasnya yang mengandung aneka nutrisi penting yang dibutuhkan hewan ternak.

Anda bisa memberikannya beberapa kali dalam satu waktu sesuai dengan ketentuan yang Anda inginkan.

Sementara sayur dan buah juga diperlukan untuk memenuhi asupan gizi nabati yang juga penting bagi ternak ayam kalkun, berikanlah pakan ini setiap hari agar kalkun lebih berisi.

Baca Juga: Cara Ternak Ayam Potong/Pedaging, Sukses Cepat Tanpa Kegagalan

Perawatan dan Pemeliharaan, Penjodohan, Perawatan Anakan Pada Budidaya Ayam Kalkun

Panen ayam kalkun yang bisa menghasilkan keuntungan fantastis tentunya harus dibarengi dengan proses sekaligus hasil panen yang berkualitas.

Oleh karena itu, cara budidaya ayam kalkun harus dipahami dengan sangat baik, seperti pada penjelasan langkah-langkahnya di bawah ini.

Cara Penjodohan Pada Ternak Ayam Kalkun

Penjodohan ayam kalkun hampir sama caranya dengan penjodohan ayam kampung yang bisa dilakukan secara bebas.

Anda tidak boleh menjodohkan ayam kalkun yang masih belum siap untuk dikawinkan.

Oleh karena itu ikuti ketentuannya dengan baik dan benar, karena jika cara pengawinannya salah maka telur yang dihasilkan bisa menjadi abnormal.

Namun, jika Anda beternak dengan metode umbaran, maka ayam kalkun bisa melakukannya secara alami tanpa bantuan manusia.

Ayam kalkun yang siap kawin biasanya berusia sekitar 6 bulan, tanda-tanda yang siap kawin sama seperti pada ayam umumnya, yakni mengejar calon betina yang juga sudah siap untuk kawin.

Sebaiknya lakukan penjodohan dan perkawinan secara alami agar hasil telur lebih maksimal.

Jika sudah mengalami masa perkawinan, maka ayam kalkun betina biasanya akan bertelur dan mengeraminya dalam waktu kurang lebih 28 hari, jika jumlah telur sangat banyak atau terdapat kendala tertentu.

Anda bisa menggunakan bantuan mesin penetas telur.

Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Entok untuk Pemula

Cara Perawatan Sekaligus Pemeliharaan Anakan Ayam Kalkun Hingga Dewasa

Berikut langkah untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan kalkun anakan hingga dewasa

  1. • Anakan ayam kalkun biarkan terlebih dahulu hingga masa diloloh induknya sudah habis.
  2. • Jika Anda memisahkan anak-anak kalkun yang sudah bisa makan sendiri dengan induknya maka pindahkan di kandang khusus usia 0.5 tahun hingga 1 tahun ke atas. Kemudian beri pakan yang bertekstur halus secara rutin.
  3. • Lakukan pengecekan setiap hari dari kondisi pakan dan kandang. Jaga kebersihan keduanya dengan baik.
  4. • Jangan sampai pakan sekaligus air minumnya kehabisan.
  5. • Segera atasi jika ayam kalkun terserang hama penyakit yang bisa mengancam rendahnya kualitas.
  6. • Saat ayam kalkun berada di kandang umbaran, biarkan sebebas-bebasnya, Anda cukup mengecek ketersediaan pakan, minum, serta beberapa ayam kalkun yang mulai mengerami telurnya.
  7. Hal-Hal Penting Agar Budidaya Ayam Kalkun Sukses
  8. • Ikuti Tips dan Saran dari para peternak ayam kalkun yang telah sukses dan berpengalaman di bidangnya.
  9. • Jalin relasi bisnis terutama di kalangan peternak dan pengusaha lainnya yang potensial untuk pemasaran ayam kalkun
  10. • Pasarkan menggunakan strategi dan metode yang bagus, dengan cara pemasaran di lapangan dan menggunakan media digital online.

Pencegahan dan Penanganan Penyakit

Berikut beberapa penyakit pada kalkun sekaligus cara penanganannya.

Cacar, ayam kalkun yang menderita penyakit ini memiliki ciri tubuhnya dipenuhi bercak merah.

Cara penanganannya cukup mudah jika mengikuti langkah tradisional, yakni dengan mengolesi seluruh tubuhnya dengan bensin. Namun, sebaiknya bawa ke dokter hewan untuk mengonsultasikan lebih lanjut.

Lumpuh, ayam kalkun juga bisa mengalami kelumpuhan jika Anda memberikan pakan yang terlalu berlebihan, dan mengalami obesitas, terutama jika kalkun yang masih muda tentu tulangnya belum kuat untuk menobang berat badan.

Caranya berikan konsentrat AD1 agar tulang lebih kuat serta hindari konsumsi daun papaya. Kurangi memberi pakan secara berlebihan.

Kolera, ayam kalkun juga bisa terserang kolera jika daya tahan tubuhnya lemah dan tidak divaksin secara rutin. Cara mengatasinya cukup menggunakan antibiotic streptomycin dan tetrasiklin ke dalam campuran pakan atau minumnya, atau bisa juga dilolohkan secara langsung.

Penanganan Masalah Yang Umum Terjadi Pada Budidaya Ayam Kalkun

Masalah yang umum terjadi yakni telur yang mengalami kekopongan, atau tidak ada isi di dalamnya.

Biasanya terjadi karena pejantan ayam kalkun kehabisan sperma, dan belum siap untuk membuahi secara normal dan sehap.

Cara mengatasinya, beri jangka waktu tertentu saat proses perkawinan pada ayam kalkun, atau biarkan kalkun kawin dengan sendirinya.

Proses Panen dan Penjualan Hasil Budidaya Ayam Kalkun

Panen ayam kalkun bisa dilakukan saat menginjaak usia dewasa yakni sekitar 6 hingga 7 bulanan.

Di usia tersebut ayam kalkun biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kuliner serta peternakan.

Anda pun bisa menjualnya melalui perantara pengepul, atau pihak ketiga lainnya yang strategis dan menguntungkan.

Tips dan kesimpulan

Melihat keuntungan besar dari ternak ayam kalkun sebaiknya bisa menjadi dorongan kuat bagi Anda untuk mencobanya.

Tetapi jangan lupa untuk lakukan cara budidaya ayam kalkun di atas dengan tepat agar ayam kalkun Anda berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *