Cara Budidaya Ternak Ikan Patin Sukses dan Menjanjikan

Ikan patin memiliki kandungan gizi yang sangat penting bagi tubuh, kadar kandungan kolesterol di dalamnya pun cukup rendah.

Selain itu, daging patin jika dimasak akan terasa lembut dan empuk sehingga banyak sekali orang yang menjadi peminat ikan ini.

Dari situ bisa dilihat bahwa peluang untuk berbisnis atau usaha budidaya ikan patin terbuka lebar untuk Anda.

Tahap Persiapan Awal Budidaya Ikan Patin

Keuntungan sangat besar bisa Anda dapatkan jika upaya budidaya ikan patin bisa dilakukan dengan proses yang baik dan tepat.

Apabila Anda merupakan salah satu pemula yang baru saja atau ingin mencoba menjalani peluang bisnis tersebut, disini akan dijelaskan secara singkat apa saja yang perlu diperhatikan agar usaha budidaya patin Anda nantinya sukses.

Persiapan Anggaran Ternak Ikan Patin

Usaha ikan patin memang bisa menghasilkan keuntungan besar tiap periode panennya, karena permintaan selalu bertambah dan cenderung stabil pada hari biasa dan mengalami peningkatan yang signifikan terutama pada momen tertentu seperti momen lebaran.

Hal pertama yang perlu kita pelajari adalah memperkirakan biaya anggaran ternak patin ini.

Jangan terlalu khawatir, karena modal awal untuk budidaya ikan patin bisa dijalankan dengan modal kecil, asalkan Anda bisa mengaturnya dengan baik.

Meskipun anggaran bisa saja menjadi besar jika anda ingin langsung terjun menjadi pengusaha ternak atau pembudidaya ikan patin skala besar.

Namun jika Anda ingin memulai usaha ini dari bawah dan sekaligus mempelajari dari kecil usaha yang akan dijalankan sembari mengembangkanya maka dana yang deperlukan tidak menguras tabungan Anda.

Anda bisa mengeluarkan dana sekitar kurang lebih 2 juta rupiah untuk membeli bibit patin sekaligus pakan.

Dengan rincian biaya bibit indukan seharga 1.2 juta, kemudian pakan untuk awal tebar saja sebesar 360 ribu.

Kemudian biaya untuk lain-lain sebesar 500 ribu rupiah, sedangkan Anda bisa memberikan pakan tambahan berupa oncom yang diolah sendiri sehingga perkiraan biaya total keseluruhan modal awal tidak lebih dari 2 juta rupiah.

Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Ikan Mas Kolam Tanah dan Air Deras Cepat Panen

Lokasi dan Tempat Budidaya Ikan Patin

Ikan patin memiliki habitat di perairan sungai yang arusnya cukup lambat, maka akan sangat tepat jika Anda menggunakan media habitat buatan ikan patin dengan kolam, terlebih lagi kolam tanah.

Berikut kriteria lokasi ternak patin yang sebaiknya diterapkan oleh pembudidaya.

• Kolam dibangun di area tanah liat.

• Terbuka dan bisa mendapatkan sinar matahari langsung dengan baik

• Air kolam bersih terhindar dari pencemaran limbah apapun

• Suhu kurang lebih 26 hingga 28 derajat celcius

• Tingkat keasaman air yakni 6.5 hingga 7 pH

Metode dan Cara Ternak Ikan Patin yang Tepat

Setelah Anda menyiapkan dana sekaligus perlengkapan, serta lokasi yang tepat untuk ternak ikan patin.

Maka selanjutnya lakukan pembuatan kolam serta pemilihan bibit ikan patin yang baik dengan cara berikut ini.

Baca Juga: Tips Jitu Cara Budidaya Ternak Ikan Koi untuk Pemula

Cara Membuat Kolam Budidaya Ikan Patin

Anda bisa menggunakan atau memilih aneka jenis kolam untuk ternak ikan patin, mengingat ikan tersebut sangat mudah untuk beradaptasi di berbagai kolam seperti lele, asalkan arusnya tenang atau sedang.

Sebenarnya ada berbagai metode kolam yang cocok untuk budidaya ikan patin, seperti kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal, dan kolam keramba.

Namun begitu disarankan memilih salah satu metode yang paling sesui dengan keadaan Anda baik dari segi , atau lokasi dan seterusnya.

Beberapa jenis kolam yang baik adalah kolam tanah dan kolam keramba, namun kini juga banyak para peternak yang melakukan budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal seperti lele, dan berhasil memanen dengan keuntungan yang besar.

Anda bisa menyiapkan beberapa perlengkapan dan peralatan seperti terpal, bata maupun semen, atau bisa juga menggunakan kayu atau bambu sebagai penyangga kolam serta sediakan palu, paku, selang air, tali, dan lain-lain.

Semua jenis kolam bisa Anda pilih, yang terpenting perhatikanlah kondisi air agar tetap bersih dan terhindar dari hama penyakit.

Anda bisa menambahkan eceng gondok untuk melindungi habitat ikan dari hama.

Apabila Anda ingin membuat kolam yang populer yakni kolam terpal, maka Anda bisa menggunakan pola lingkaran maupun persegi.

Kemudian pastikan kedalaman air kolam minimal 50 cm. Sedangkan ukuran luas kolam harus disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan Anda budidayakan.

Untuk membentuk lingkaran, Anda bisa menggunakan dinding berbahan batu bata bahkan semen agar kokoh dan tidak bocor, kemudian melapisi bagian dalam dengan terpal untuk diisi air.

Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Ikan Louhan Bagi Pemula Mudah dan Sukses

Pemilihan Bibit Ikan Patin yang Baik dan Tepat

Setelah Anda memiliki gambaran seperti apa model kolam ikan patin yang akan dipilih maka selanjutnya adalah mempelajari cara pemilihan ikan patin yang baik.

Setidaknya ada beberapa hal penting saat memilih bibit indukan berkualitas berikut ini.

• Perhatikan kondisi fisik indukan patin, antara lain tubuhnya harus memiliki ukuran yang proporsional.

Betina yang sehat memiliki kloaka bengkak dan warnanya merah tua, kemudian perutnya halus saat disentuh.

• Patin yang sehat akan bergerak dengan lincah, bentuk sungutnya sempurna, di tubuhnya tidak ada luka sedikitpun, warnanya pun mengkilat cerah.

• Pilihlah ukuran indukan betina dan pejantan yang seragam atau sama besar, untuk menghindari perilaku kanibal jika ukuran salah satu ikan patin lebih besar dari yang lainnya.

• Amati keturunan indukan ikan patin, jangan sampai memiliki riwayat perkawinan satu kerabat karena hasil benihnya dikhawatirkan mengalami kecacatan.

• Anda juga harus mencari tahu tentang riwayat penyakit yang pernah dialami bibit ikan patin yang hendak dipilih, jangan sampai bahwa bibit tersebut pernah terjangkit virus atau bakteri dan hama penyakit lainnya.

• Tanyakanlah antibiotik atau multivitamin yang tepat untuk menjaga kekebalan tubuh ikan patin agar saat proses budidaya tidak terserang penyakit.

Tahap Lanjut Pemeliharaan Budidaya Ikan Patin

Jenis Pakan Cara Pemberian Pakan Ikan Patin

Setelah mengetahui pemilhan bibit yanh baik selanjutnya adalah mengenal jenis pakan serta cara pemberian pakan yang tepat agar nantinya ikan patin cepat besar dan sesuai tatget.

Pakan wajib utama yang harus Anda berikan saat melakukan pembibitan pertama kali adalah plankton, untuk mendapatkan pakan berupa plankton caranya yaitu dengan melakukan perendaman pupuk kandang yang dimasukkan ke dalam karung dan direndam ke kolam selama kurang lebih 5 hari.

Setelah itu plankton akan menyebar dan benih ikan patin bisa Anda masukkan ke dalam kolam.

Selanjutnya Anda juga bisa memberi pakan berupa cacing sutra, atau pakan bergizi lainnya seperti bekatul, dedak, ampas tahu, serta daun papaya selama ikan patin mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih besar lagi.

Pakan pellet juga bisa Anda tebarkan selama patin mulai berusia dewasa, dan jangan terlalu berlebihan saat memberi pakan pellet, maksimal 2 kali sehari dengan takaran normal, ini untuk upaya penekanan biaya agar untung yang didapatkan saat pemanenan lebih maksimal.

Penggunaan pellet uanh berlebihan justru akan membuat pembengkakan biaya sehingga bisa saja pertumbuhan bobot patin tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.

Agar patin lebih sehat, Anda juga bisa menambahkan cairan multivitamin ke dalam campuran pakannya, berikan pakan dedak, bekatul atau ampas tahu dan makanan sehat lainnya secara rutin karena bisa menambah gizi yang baik untuk ikan patin agar cepat besar namun dengan biaya lebih ringan.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Lele Yang Baik Agar Lele Cepat Besar

Perawatan dan Pemeliharaan , Perawatan Anakan

Tahap kali ini merupakan proses yang paling penting dalam proses budidaya atau ternak ikan patin, karena Anda harus melakukannya mulai dari awal hingga akhir pada saat memanen ikan agar kualitasnya bagus.

Maka simaklah tahap pemeliharaan dan perawatan ikan patin berikut ini.

Cara Penjodohan dan Perkawinan Indukan Ikan Patin

Proses pembibitan dengan upaya sendiri bisa dilakukan rerutama jika usaha Anda sudah berjalan dan sukses, cara perkawinan ikan patin bisa dilakukan secara modern yakni dengan kawin suntik, tetapi jika Anda memilih bibit berupa patin yang masih kecil, maka Anda bisa melakukan penebaran secara langsung ke dalam kolam yang berisi plankon.

Dan pastikan Anda melakukannya pada saaat sore atau malam hari saat panas matahari tidak terlalu menyengat.

Jika Anda menggunakan bibit patin dewasa untuk dipijahkan maka patin yang akan dikawinkan masukkan ke dalam kolam yang penuh dengan plankton, kemudian tunggu selama beberapa minggu hingga ikan patin betina bertelur.

Apabila Anda sudah bisa melihat telur ikan patin yang biasanya berada di tepian kolam, sebaiknya berikan pembatas agar terpisah dari induk kolam, dan nantinya bisa dengan mudah untuk melakukan pemisahan benih dengan indukan patin dewasa.

Jika telur sudah menetas dan Anda bisa melihat benih-benih ikan patin kecil, sebaiknya lakukan penyaringan kemudian menebarkan benih tersebut ke kolam yang baru denga yang telah terisi plankton.

Cara Perawatan dan Pemeliharaan Anakan dan Ikan Patin Dewasa

Tidak terlalu ribet sebenarnya dalam bididaya ikan patin sehingga pemeliharaanya pun masih pada cara pemberian pakan yang benar dan rutinitas normal normal lainya seperti pemeriksaan pertumbuhan dan komdisi kolam.

• Patin anakan yang masih berupa benih-benih kecil bisa diberi pakan plankton hingga berusia beberapa minggu dan ukurannya lebih besar.

• Kemudian lanjutkan pakannya dengan cacing sutra serta pakan olahan makanan sisa seperti ampas tahu, atau bekatul, dan dedak.

• Pastikan bahwa kolam memiliki suhu yang normal, jangan sampai suhu udara ekstrim terlalu panas ataupun dingin, Anda bisa membangun kolam di tempat yang teduh, atau menanam pohon di sekitar kolam atau menanam eceng gondok di kolam.

• Anda juga harus mengecek kebersihan kolam secara rutin, pastikan tidak ada endapan pakan yang berbahaya untuk ikan karena bisa menimbulkan virus, bakteri, dan hama penyakit.

• Tunggu hingga 5 atau 6 bulan agar patin berukuran dewasa dan siap panen

Tips Agar Ternak Ikan Patin Sukses

• Carilah kenalan pengepul atau pihak ketiga sebagai pemasar yang sudah berpengalaman.

• Ikuti komunitas pecinta atau pembudidaya ikan patin.

• Jalin relasi dengan berbagai pemilik usaha kuliner.

Pencegahan dan Penanganan Penyakit pada Ikan Patin

• Bintik Putih, gajalanya ditandai dengan adanya bercak-bercak putih, kemudian ikan cenderung berdiam diri di tempat gelap, serta menggosok-gosokan tubuh. Cara mengatasinya bisa dengan cara pengobatan kimia dan alami.

Cara mudah dengan bahan alami, Anda bisa memanfaatkan sambiloto yang diekstrak kemudian dilarutkan ke dalam wadah khusus untuk ikan yang sakit.

• Pendarahan yang disebabkan bakteri, gejalanya terlihat ketika terdapat darah di daerah perut dan pangkal ekor ikan. Cara mengobati dengan obat alami bisa dengan menggunakan parutan kunyit, namun yang lebih cepat Anda bisa melarutkan obat PK 1 – 20 ppm selama 30 atau 60 menit ke dalam wadah khusus ikan patin yang sakit.

Pahami Masalah Umum yang Terjadi pada Budidaya Ikan Patin Sekaligus Cara Mengatasinya

Masalah yang seringkali terjadi selama pengembangbiakan patin berkaitan dengan serangan hama penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada patin.

Serangan hewan pemangsa ikan bisa anda cegah dan Anda hanya perlu memberikan penutup pada keramba atau kolam agar hama tidak bisa masuk, serta menstabilkan pemberian pakan secara rutin dan takaran normal.

Proses Panen dan Penjualan Ternak Ikan Patin

Proses panen bisa dilakukan ketika masa ikan patin sudah mencapai usia pada kisaran 7 bulan jika digunakan untuk kebutuhan kuliner atau konsumsi rumah tangga.

Namun, Anda juga bisa memanen untuk dijual sebagainbibit bibit benih yang masih berusia 20 sampai 50 hari.

Sementara jika permintaan pasar adalah indukan, maka berikan patin yang berusia 1.5 atau 2 tahun.

Hasil panen ikan panen tersebut bisa dijual kepada pemasok, dan pastikan Anda memahami kebutuhan pasar di sekeliling terhadap patin.

Anda juga bisa menjual sendiri ke rumah makan atau ke konsumen di pasar-pasar tradisional agar mendapat harga yang lebih tinggi sesuai harga eceran.

Sebarkan tentang usaha budidaya patin Anda agar mendapatkan sasaran pelanggan lebih luas, tingkatkan promosi, serta pasarkan melalui pengepul yang sudah berpengalaman jika usaha anda sudah mulai berkembang cukuo besar.

Tips dan Kesimpulan

Proses budidaya ikan patin jika Anda cermati dengan baik sebenarnya cukup mudah dilakukan, dan yang terpenting dijalani dengan tekun, sabar, dan pantang menyerah.

Karena hasil panen yang bisa Anda peroleh sangat menguntungkan, bahkan biaya balik modal bisa kembali pada masa satu periode panen jika ikan patin memiliki kualitas bagus.

Oleh karena itu pastikan agar cara ternak ikan patin yang Anda lakukan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *