Berikut Ini Cara Budidaya Ternak Kroto Mudah dan Menguntungkan!

Mengawali bisnis sebagai peternak kroto memang gampang-gampang susah! Tetapi dengan mencari informasi tentang cara budidaya kroto sekaligus mempraktekannya dengan tekun pasti hasilnya bisa sukses!

Mengenal Kroto Untuk Ternak

Sebagian orang yang tidak memiliki hobi tertentu seperti memelihara beberapa unggas termasuk aneka jenis burung dan ikan tentu belum mengetahui tentang apa itu kroto, serta seperti apa bentuknya.

Jika Anda mengetahui tentang banyaknya keuntungan beternak kroto dari kenalan namun belum mengetahui apa itu kroto, maka simaklah penjelasan berikut ini.

Anda tentu mengetahui salah satu jenis semut yang berukuran besar dan berwarna merah, bukan? Semut ini dinamakan semut rangrang, dan telurnya dinamakan sebagai kroto yang memiliki banyak manfaat menguntungkan.

Telur rangrang atau kroto sekarang ini ketersediaannya di alam bebas semakin berkurang sehingga akan sangat bagus jika dibudidayakan di rumah-rumah.

Selain bisa memberikan keuntungan, dengan beternak kroto Anda pun bisa melestarikan keberadaan semut rangrang.

Ada beberapa jenis semut rangrang yang bisa diternak untuk menghasilkan kroto, yakni ratu semut, prajurit semut, semut pekerja dan semut jantan.

Semut-semut ini hidup berkoloni dan dipimpin oleh ratu semut yang bisa bertelur dan menghasilkan para pekerja semut dari kroto yang menetas.

Dari ratu semut itulah kroto nantinya bisa diperjualbelikan, sebelum tiba masa menetasnya, namun masih disisakan beberapa untuk ditetaskan dan dibudidayakan pada tahap lanjutan. Semut-semut tersebut memiliki tugas masing-masing secara berkoloni.

Kelebihan Budidaya Ternak Kroto di Bawah Ini Agar Bisa Memperkirakan Untungnya

Keuntungan yang bisa didapatkan dari hasil budidaya ternak kroto sangatlah banyak, karena selain cara beternak irit dan mudah, harganya pun terus naik.

Sebelum itu, Anda juga harus mengetahui berbagai kelebihan atau untung yang bisa Anda dapatkan saat budidaya kroto berikut ini:

  • fakta bahwa harga kroto terus mengalami kenaikan per kilonya
  • biaya pakan semut rangrang relatif murah
  • keberadaannya menurun namun permintaannya terus meningkat
  • pemeliharaan semut rangrang relatif mudah
  • kroto kini mulai langka dan perkembangbiakannya hanya strategis di asia dan afrika.
  • anggaran modal awal untuk seluruh perlengkapan serta pembelian bibit sangat murah.

Setelah Anda mengetahui tentang telur rangrang beserta kelebihannya saat dijadikan sebagai usaha atau budidaya peternakan, serta Anda juga telah yakin untuk mulai menekuni usaha di bidang ini, maka selanjutnya lakukan cara beternak yang tepat seperti pada langkah-langkah di bawah ini.

Cara Memulai Budidaya Kroto

Berikut beberapa langkah cara memulai ternak kroto.

Memperkirakan Anggaran Beternak Kroto yang Menguntungkan

Sebelum Anda memulai sebuah usaha dan bisnis, baik itu di bidang apapun tentunya membutuhkan modal terlebih dahulu.

Begitu pula dengan usaha untuk budidaya kroto, namun jangan khawatir karena anggaran yang dijadikan sebagai modal usaha cukup murah dan kecil.

Dana yang Anda butuhkan sebagai modal pertama beternak kroto hanya sekitar 1.6 juta hingga 2 juta rupiah saja, karena media dan pakannya sangat sederhana.

Jumlah total biaya tersebut cukup untuk membeli toples sebanyak 200 buah seharga kurang lebih 600 ribu rupiah saja sebagai media habitat semut rangrang.

Kemudian rak beserta pakan, dan perlengkapan lainnya kurang lebih menghabiskan dana sekitar 1 juta hingga 1 juta lebih sedikit saja.

Dana ini hanya bisa Anda keluarkan saat melakukan pembibitan sendiri, sedangkan jika Anda membeli bibitnya maka harus mengeluarkan biaya sebesar 30.000 perbibit sehingga total 200 toples bibit harganya sekitar 3 juta.

Atur jumlah toples untuk budidaya kroto sesuai keinginan Anda dalam meraih omset.

Biasanya untuk beternak kroto, toples sebagai media yang digunakan untuk budidaya harus dibagi untuk 2 fungsi. Beberapa jumlah toples pertama, anggap saja sekitar 200 toples digunakan untuk memanen hasil ternak kroto yang akan dijual.

Sedangkan toples lainnya sekitar 100 atau 200 (sesuai keinginan Anda) digunakan untuk mengembangbiakkan bibit koloni semut rangrang selanjutnya.

Kemudian hitunglah keuntungan dengan menjual kroto per kilonya dengan harga sekitar 200 hingga 250 ribu rupiah.

Dengan demikian Anda bisa menghitung sendiri jumlah besarnya keuntungan yang bisa Anda dapatkan tiap kali panen.

Baca Juga:

Menentukan Lokasi Strategis Untuk Beternak Kroto

Setelah yakin dengan perhitungan anggaran dan modal di tahap awal, selanjutnya mulailah untuk memilih lokasi yang tepat untuk beternak kroto.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih lokasi, yaitu:

– Pilihlah lokasi untuk habitat kroto yang terhindar dari pusat keramaian, dengan jarak kurang lebih 50 hingg 100 mter.

– Pilih lokasi di dataran rendah karena kroto lebih mudah berkembangbiak di suhu tropis, bukan dingin. Ketinggiannya kurang lebih 1500 hingga 1800 meter di atas permukaan laut.

– Periksa suhu yang ada di lingkungan yang akan dijadikan tempat tinggal semut rangrang, yakni di suhu 26 derajat celcius, dengan kelembapan udara di angka 60% hingga 70%

– Carilah lokasi kandang di tempat yang redup terhindar dari sinar matahari berlebihan serta air hujan, karena habitat asli kroto meskipun di daerah tropis tetapi berada di daerah hutan dan alam yang pepohonannya membentuk kanopi.

Menentukan dan Mendapatkan Bibit

Cara yang lebih mudah, praktis dan irit adalah melakukan pembibitan sendiri di habitat yang telah Anda sediakan.

Saat mencari bibit, Anda bisa mendapatkannya dengan dua jalan, yakni dari alam bebas yang merupakan habitat alami semut rangrang, atau bisa juga dari bibit yang telah dipanen oleh peternak lain.

Jangan lupa untuk mendapatkan semua anggota koloni semut juga, seperti ratu semut, semut jantan, prajurit semut, dan semut pekerja.

Jika Anda tidak bisa mendapatkannya di alam liar, maka belilah ratu semut meskipun harganya cukup mahal.

Karena jika Anda hanya beternak kroto dari semut pekerja saja, maka prosesnya akan lebih lama, dan untuk mendapatkan benih ratu semut dari kroto yang baru, membutuhkan waktu lama bagi semut pekerja untuk berulang kali bertelur.

Proses Pembuatan Lahan atau Tempat Ternak dan Kandang

Membuat habitat buatan untuk budidaya ternak kroto sangatlah mudah, lahan yang dibutuhkan pun cukup sedikit yakni bisa diletakkan di lahan seluas 3 hingga 4 meter saja, sesuai dengan banyaknya kroto yang akan Anda budidayakan.

Untuk media kandang para semut, Anda bisa menggunakan menggunakan toples karena harganya lebih murah.

Banyak para peternak atau pembudidaya kroto yang sukses menjalankan usahanya dengan media toples, namun Anda juga bisa menggunakan media lain seperti kardus, paralon, besek, dan sebagainya.

Pilihlah yang sesuai bagi Anda namun perhatikan tutup pada media tersebut agar semut tidak banyak yang hilang karena tersapu oleh angina.

Semua media juga memiliki kelebihan dan kekurangan pada tahap pemeliharaan dan pengawasan perkembangbiakan semut rangrang beserta krotonya.

Memulai Usaha Ternak Kroto step by step

Setelah anggaran modal beserta media untuk beternak kroto dipersiapkan dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah memulai proses perkembangbiakan langkah demi langkah.

Waktu yang dibutuhkan untuk memanen hasil kroto secara normal sebenarnya cukup cepat yakni hanya dalam waktu kurang lebih 15 hingga 20 hari saja.

Namun, ketika Anda masih melakukan proses perkembangbiakan di tahap awal, maka tunggulah agar para semut rangrang berkembangbiak dengan sendirinya selama 6 bulan.

Baru setelah itu Anda bisa memanennya hanya dalam waktu satu bulan dengan dua kali panen saja. Cukup menguntungkan bukan? Untuk lebih rinci perhatikan langkah-langkah berikut.

Serta jangan lupa memberi makan selama proses perkembangbiakan.

Caranya cukup mudah karena semut ini bisa memakan segalanya, baik sisa makanan milik Anda ataupun beberapa jenis serangga seperti ulat, jangkrik dan kecoa. Berikan gula dengan air madu juga dan ganti pakan tersebut selama 2 atau 3 kali sehari.

Mengenali permasalahan dan cara penanganan

Meskipun cukup mudah, beternak kroto juga memiliki hambatan atau permasalahan yang bisa merugikan Anda jika cara yang Anda lakukan salah. Adapun beberapa hambatan yang seringkali ditemui oleh para peternak kroto beserta cara penanganannya.

Semut Mudah Lepas dan Hilang

Budidaya hewan kecil tentu resikonya adalah mudah lepas, dan hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti diterbangkan oleh angina, atau dimangsa hewan pemakan semut yang berukuran lebih besar. Oleh karena itu sebaiknya lokasi habitat diletakkan di dalam ruangan.

Habitat Bisa Dirusak Hewan Besar

Jika Anda memiliki hewan peliharaan dan menaruh habitat semut di dalam ruangan maka jaga dengan baik. Karena hewan-hewan tersebut sangat berpotensi merusak medianya. Cara penanganannya cukup gunakan ruangan yang tertutup, yang memiliki pintu dan jendela, jika tidak ada penjaga untuk menawasi ruangan maka tutup semua lubang, berikan celah sedikit untuk ventilasi saja.

Lakukan Cara Memanen dan Pemasaran

Seperti yang sedikit disinggung pada penjelasan sebelumnya, bahwa kroto bisa dipanen 15 hingga 20 hari setelah melewati proses perkembangbiakan pertama selama 6 bulan. Kemudian yang harus dilakukan oleh peternak kroto seperti pada langkah di bawah ini.

• Menyiapkan wadah apapun dengan ukuran besar, seperti baskom atau ember

• Siapkan saringan kawat ram

• Jangan lupa pakai sarung tangan agar terhindar dari gigitan semut

• Pilih dan ambil media habitat yang siap ternak, kemudian tumpahkan ke atas saringan. Semut akan tersaring sedangkan kroto akan masuk ke dalam baskom

• Bersihkan kembali media yang isinya sudah ditumpahkan, kemudian letakkan kembali ke rak.

Tips dan Kesimpulan

Sesuai informasi yang telah dijelaskan secara detail dan singkat di atas, Anda bisa segera mempraktekannya dengan cermat agar berhasil menuai keuntunga. Namun, tips yang perlu Anda perhatikan, bahwa beternak kroto memang sangat menguntungkan jika hambatan yang Anda miliki bisa diminimalisir dengan cara penanggulangan yang telah disebutkan di atas. Langkah paling penting adalah niat, serius dan tekun dalam memulai usaha meski banyak rintangan.

Sumber referensi

Anonim. Keuntungan Budidaya Kroto | Semut Rangrang http://bibitkroto-semutrangrang.blogspot.com/2014/07/keuntungan-budidaya-kroto-semut-rangrang.html

Herucakiel. 16 Agustus 2017. 7 Cara Budidaya Kroto Bagi Pemula (Panduan Lengkap) https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-kroto

Redaksi Alam Tani. Cara Praktis Budidaya Kroto. https://alamtani.com/budidaya-kroto/

Cori Calista. 8 November 2018. 8 Kendala dalam Beternak Kroto https://arenahewan.com/kendala-dalam-beternak-kroto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *