Bekerja Maksimal Malah Dibilang Cari Muka?

Bekerja maksimal malah dibilang cari muka.Mendapat pekerjaan baru yang diimpikan pasti seneng ya,awal-awal mendapat pekerjaan yang selama ini diinginkan membuat kita semangat dalam bekerja.Masuk lebih awal dan bekerja dengan performa yang baik menjadi hal yang dianggap lumrah bagi teman baru di lingkungan baru kita.Namun jangan salah dari sekian banyak yang mengaggap wajar kadang ada sebagian yang justru menganggap kita sebagai pekerja yang sedang cari muka atau cari perhatian atasan dan sebagainya.Perusahaan mana yang gak suka jika karyawanya bekerja dengan baik,disiplin dan membawa perusahaan lebih maju?memang itulah harapan perusahaan agar memiliki karyawan yang penuh dedikasi dan kemampuan menjaga efektivitas kerja dan mempunyai semangat kerja yang baik.Bagaimana menyikapi mereka yang bekerja maksimal malah dibilang cari muka?

Bagi yang menyadari prinsip ini mereka sebagai karyawan akan bekerja dengan sebaik-baiknya dari awal pertama masuk hingga bertahun-tahun pengabdianya pada perusahaan.Meski demikian tidak jarang juga ditengah perjalanan karirnya seorang atau beberapa karyawan mulai kehilangan semangat,banyak faktor yang mempengaruhi semangat kerja karyawan bisa saja karena mereka sudah merasa tidak betah,atau merasa ada ketidakadilan terhadap karyawan atau karena faktor pribadi mereka yang memamg orang bertipe pemalas.Kita akan memberi perhatian khusus bagi pekerja yang pemalas ini,jika mereka haya satu atau dua orang barangkali tidak menjadi permasalahan yang berarti bagi sebuah perusahaan yang memiliki hingga ribuan karyawan.Sayangnya jika kita yang sedang semangat-semangatnya bekerja tidak jarang mendapat hasutan dari sipemalas yang kadang memprovokasi agar kita bisa meniru cara si pemalas bekerja.Celakanya bagi sebagian orang mungkin akan dicap tukang cari muka jika hasutan dan provokasinya gagal.Dan ketaatan pada aturan perusahaan bagaimana bekerja dengan baik justru mendapat gunjingan dari para si pemalas kerja ini.Serba salah?bisa jadi,karena disatu sisi kita senang bekerja di perusahaan tersebut di sisi lain kita di gunjingkan dengan rumor tidak enak,apalagi jika berita tersebut sampai ke telinga kita.

Baca Juga:

Nganggur Salah Kerja Gak Betah

Tetap Semangat Meski Banyak Hutang,Raihlah Suksesmu

 

Provokasi si pemalas ini bisa saja menjadikan kita sedikit banyak terpengaruh apalagi jika ada sebagian dari karyawan berhasil tertular penyakit malas ini maka akan ada kelompok-kelompok antara yang bekerja dengan baik dan mereka yang malas-malasan bekerja,meski kejadian seperti ini tidak terjadi pada semua lingkungan kerja namun dari pengalaman banyak di perusahaan-perusahaan tertentu kelompok-kelompok seperti ini berlaku.Setiap individu memiliki cara pandang yang berbeda,kebutuhan yang berbeda dan keadaan serta pengaruh dari luar yang berbeda juga maka jika kita termasuk orang yang masuk dalam kategori yang membutuhkan pekerjaan dan apalagi jika pekerjaan itu adalah pekerjaan impian anda selama ini,bekerja dengan baik adalah hal yang wajib.Untuk mengurangi pengaruh dan mengurangi anggapan buruk mka bekerjalah maksimal kapan saja pada jam kerja kita,berikan kualitas kerja yang baik meski pada saat tanpa adanya pengawasan dari atasan,sehingga suatu saat ada yang menegur tentang kedisiplinan anda sebagai hal yang sia-sia dan hanya menguntungkan perusahaan maka jawaban anda terhadap mereka cenderung lebih mudah,kita bisa sampaikan kepada mereka bahwa bekerja dengan baik adalah kebiasaan saya,dan itu sulit saya rubah,atau jawaban lain yng bisa menegaskan kepada mereka bahwa anda tidak akan terpengaruh oleh provokasi mereka namun tidak secara langsung.Biar bagaimanapun kita tidak perlu menggunjingkan balik para pemalas dengan menceritakan kepada teman apalagi kepada atasan.Ini untuk menghindari suasana tidak nyaman jika perlu perlahan tularkan sifat dan budaya bekerja maksimal.Tetap berkomunikasi dengan baik kepada semua termasuk mereka yang pemalas ini.

Disetiap hak tentu ada kewajiban,selama perusahaan telah memberikan hak kita sebagai pekerja maka menjadi penting menjaga dan melaksanakan kewajiban sebagai bekerja dengan baik dan stabil.Jangan mudah terpengaruh kepada mereka yang memprovokasi atau mempengruhi kita untuk jadi malas,bekerja maksimal sesuai kemampuan kita niscaya kita akan mendapat penilaian yang bagus dan ini penting untuk membangun reputasi kita,jika suatu saat kita membutuhkan pekerjaan disaat kontrak telah habis dengan reputasu yang baik seorang karyawan akan dengan mudah mendapatkan rekomendasi dari teman atau atasan dikala ada lowongan di kemudian hari.

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan