Bagaimana Cara Memilih Bisnis Franchise Terbaik

Bisnis Franchise

Bisnis Franchise

Franchise atau dalam bahasa Indonesia adalah waralaba merupakan sebuah usaha dengan sistim bisnis kemitraaan.

Pada usaha tertentu kita diwajibkan memiliki tempat usaha sebelum mengajukan kerjasama waralaba dan memperoleh persetujuan setelah pihak pemberi lisensi waralaba melakukan serangkaian survey.

Dilanjutkan Penandatanganan kesepakatan atau MOU, sebagai bentuk kerja sama, jika pengajuan kita disetujui.

Kita sebagai pengusaha yang ingin mendapatkan lisensi dan standar bisnis yang difranchise kan juga di kenakan biaya tertentu sesuai kesepakatan.

Namun semakin berkembangnya usaha waralaba dan semakin membludaknya peminat sistim kerjasama dalam usaha ini, membuat usaha franchise tumbuh bak jamur di musim penghujan.

Usaha yang diwaralabakan juga makin beragam.

Dari waralaba kelas mikro hingga waralaba modern yang memerlukan dana hingga milyaran rupiah.

Sayangnya tidak semua bisnis waralaba benar-benar memiliki kualitas yang baik.

Tentu ini sangat disayangkan sehingga tidak jarang mereka yang ikut dalam sebuah bisnis waralaba memiliki potensi kerugian yang tinggi karena prospek bisnisnya yang sangat buruk serta manajemen yang tidak sesuai harapan.

Untuk mendapatkan usaha franchise terbaik , kita tidak boleh begitu saja percaya pada janji-janji sebuah bisnis ini-itu yang menyatakan jika usaha mereka sangat berkualitas dan memiliki kemungkinan pengembalian modal atau ROI(Return of Investment) dalam angka-angka simulasi yang mereka buat dalam promosinya.

Perlu melakukan perbandingan-perbandingan dan mencari informasi jauh tentang fakta real dilapangan usaha yang akan dijadikan pilihan, lalu bagaimana cara memilih bisnis franchise terbaik?

 

Beberapa poin yang perlu diperhatikan adalah:

1.Biaya/Anggaran

2.Jenis Usaha

3.Kredibilitas

4.Prospek

5.Isi Perjanjian

Untuk mengetahui lebih detail poin-poin tersebut yuk, simak ulasan masing-masing.

Biaya/Anggaran

Hal pertama yang harus diperhitungkan adalah anggaran atau dana yang kita milliki.

Dengan mengetahui besaran anggaran yang kita miliki maka akan mempermudah kita dalam memilih jenis bisnis franchise seperti apa nantinya yang akan dipilih.

Tentu tidak mungkin jika dana kita hanya beberapa puluh juta saja namun ingin misalkan saja membuat waralaba terkenal dan mahal seperti kfc.

Namun begitu masih banyak alterntif lain dengan dana yang kita miliki tersebut namun tetap memulai usaha waralaba kuliner.

Bisa saja kita memilih produk lokal dengan target konsumen menengah kebawah.

Banyak pilihanya, begitpun jika ingin membuka usaha pada bidang lain.

Dengan memperhitungkan persiapan anggaran maka proses pencarian lebih mudah.

Jenis Usaha

Untuk menentukan jenis usaha atau bisnis yang tepat, kita sebagai calon pengusaha harus jeli.

Beberapa perhitungan yang perlu dilakukan untuk mengetahui jenis usaha apa yang cocok untuk kita diantaranya adalah:

a.Lokasi

Perhatikan lokasi dimana anda akan membuka bisnis waralaba ini, apakah di kota besar seperti Jakarta atau sebaliknya ingin membuka usaha di kota kecamatan di daerah dengan daya beli masyarakat menengah ke bawah?

Kota besar dan kota kecil saja belum cukup, kita harus lebih detail lagi dalam menganalisa.

Apakah usaha tersebut memiliki lokasi usaha sendiri atau hanya usaha kecil yang bisa didirikan di lokasi tertentu misalkan saja di dalam mall, atau mungkin di depan minimarket, atau bisa juga menyewa kios kecil di daerah uang cukup ramai.

Untuk mengetahui jenis apa yang cocok kenali lingkungan sekitar.

Jenis-jenis apa saja yang mungkin bisa diterapkan.

Perhatikan usaha-usaha lainya di sekitar atau di tempat lain namun dengan situasi dan target konsumen yang mendekati sama.

Usaha apa yang memiliki banyak peminat.

Apakah usaha kuliner cocok dengan lokasi tersebut?

Atau mungkin usaha minimarket justru menjadi pilihan karena sudah memiliki lokasi strategis dan bangunan yang memenuhi syarat?

Bisa juga usaha bengkel?

Saya yakin jika anda sudah memiliki gambaran tentang lokasi yang anda miliki atau anda rencanakan pasti akan muncul ide-ide jenis usaha seperti apa yang akan dipilih.

Bahkan mungkin ide tersebut terlalu banyak sehingga perlu mengerucutkanya menjadi lebih fokus pada jenis tertentu saja.

Apapun jenis usaha yang akan dipilih pastikan usaha tersebut adalah jenis yang paling sesuai dengan lokasi dimana akan didirikan waralaba nantinya.

b.Target Konsumen

Disamping lokasi, perhitungan selanjutnya adalah target konsumen.

Sebagai gambaran saja kita telah menentukan lokasi kemudian memiliki ide mendirikan usaha kuliner seperti warung makan karena dianggap lokasi tersebut sangat cocok untuk memancing konsumen menikmati hidangan yang akan ditawarkan.

Meski lokasi tersebut sangat cocok kita harus juga memperhitungkan target konsumen nantinya, bagaimana selera masyarakat calon konsumen secara umum, bagaimana kemampuan daya belinya dan sebagainya.

Sebagai gambaranya begini, misalkna saja sebuah lokasi usaha di mall terkenal yang akan di dirikan waralaba usaha makanan akan sangat potensial dengan menyajikan waralaba kelas menengah ke atas meskipun harganya lumayan mahal.

Namun bagaimana jika anda juga memiliki usaha yang sama potensialnya untuk dijadikan usaha warung makan namun kali ini bukan di mall namun di sebuah kota kecamatan yang jauh dari kota besar.

Seandainya faktor modal tidak menjadi persoalaan maka dalam pilihan ke dua ini kita tetap harus lebih bijak dalam menentukan jenis warung makan yang akan dipilih, karena dipastikan target market atau pasarnya berbeda.

Untuk mendapatkan kisaran yang mendekati akurat hal pertama adalah jenis makanan apa yang paling diminati di daerah tersebut, coba cek jenis-jenis makanan yang ada dan mana jenis usaha makanan yang paling ramai pengunjung dari hari ke hari dalam kurun waktu yang lama.

Disamping selera konsumen faktor harga juga akan menentukan kesuksesan sebuah usaha franchise ini.

Artinya disamping jenis makanan apa yang paling diminati kita juga harus mencari tahu berapa kisaran harga ideal yang bisa diterima.

Karena banyak franchise sangat populer di suatu kota namun ternyata tidak laku di daerah tertentu, harga dan selera konsumen yang akan di incar kadang berbeda jauh.

Begitupun jika ingin membuka franchise pada jenis lain, misalkan saja usaha bengkel, atau mungkin salon kecantikan perhatikan faktor lokasi fan target konsumen tersebut.

Jadi sesuaikan franchise yang paling mendekati dengan faktor-faktor diatas.

Dengan begitu kita bisa meminimalkan kemungkinan kegagalan dalam mendirikan usaha waralaba.

Memang tidak ada jaminan jika sebuah bisnis waralaba yang di analisa dengan baik pasti akan sukses.

Namun setidaknya dengan analisa yang maksimal, prosentasi kesuksesan menjadi lebih tinggi.

Kredibilitas

Setelah yakin dengan penentuan dari metode diatas maka kita bisa mulai mengumpulkan data, jenis usaha mana saja yang bisa jadi pilihan.

Hasilnya bisa banyak karena masing-masing kategori jenis usaha kita akan menemukan banyak peluang usaha, pilih beberapa usaha saja dari masing-masing jenis usaha tersebut yang sesuai dengan keinginan atau budget kita.

Setelah memiliki sejumlah daftar dari berbagai jenis usaha maka perlu mengerucutkan kembali dengan melakukan cek terhadap masing-masing usaha waralaba tersebut.

Yaitu dengan mempertimbangkan seberapa kredibel atau berapa besar kemungkinan usaha tersebut bisa dipercaya.

Bagaimana caranya untuk mengetahui sebuah usaha waralaba itu cukup kredibel?
Beberapa ukuran yang bisa jadi acuan kredibilitas usaha waralaba diantaranya:

1.Memiliki Ijin Usaha Yang Sah Secara Hukum

2Jika Berhubungan Dengan Produk Makanan Wajib Memiliki Ijin Dari Departemen Kesehatan dan Mendapatkan Sertifikasi Halal Dari MUI.

3.Telah Memiliki Cabang Dan Terbukti Sukses Dalam Jangka Waktu Yang Cukup Lama4.Standard Kualitas dan Pelayanan Yang Baik Dan Diatur Dengan Manajemen Yang Tertulis Di SOP (Standard Operating Procedure)

Untuk mengetahui keempat syarat diatas kita perlu mengkaji lebih dalam dari masing- masing usaha yang telah ada di daftar pilihan.

Bisa dengan mencari informasi di internet atau dengan mencari informasi pada cabang yang sudah lebih dulu beroperasi di daerah terdekat kemudian dilanjutkan dengan konsultasi langsung ke pemilik usaha franchise sebagai langkah lanjutan jika ada kecenderungan minat untuk bergabung.

Prospek Usaha

Jika ketiga syarat usaha telah terpenuhi sesuai kriteria yang diinginkan, maka langkah selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana prospek usaha kedepanya.

Ada banyak peluang usaha yang saat tertentu sangat booming namu tidak lama kemudian usaha tersebut tenggelam karena ditinggalkan oleh peminatnya.

Pastikan usaha waralaba yang akan dipilih bukan usaha musiman, usaha tersebut harus memiliki prospek baik ke masa depan.

Isi Perjanjian Kontrak Waralaba

Ini adalah bagian terakhir karena ketika kita sudah berbicara tentang isi perjanjian kontrak maka selangkah lagi kita akan bergabung dengan usaha tersebut.

Memahami dan menyetujui dengan yakin adalah hal yang penting sebelum menanda tangani sebuah kontrak waralaba.

Walaupun sebuah usaha benar-benar menjanjikan menurut analisa yang sudah dilakukan dari berbagai faktor yang telah dibahas diatas, namun ketika isi perjanjian justru merugikan kita sebagai calon pengusaha yang akan bergabung, maka tidak ada yang salah jika kemudian kita membatalkan kerja sama yang hampir deal.

Karenanya harus benar-benar diteliti semua isi kontrak perjanjian sebelum menandatangani dan bergabung.

Bahkan sebaiknya mintalah kepada pemilik franchise untuk menunjukan surat perjanjian kepada kita sebelum kita mengeluarkan sepeserpun dana sebagai tanda setuju.

Isi perjanjian yang baik setidaknya harus memberikan pembagian keuntungan yang adil, ada tanggung jawab bersama terhadap resiko dan yang pasti harus saling menguntungkan ke dua belah pihak.

Jika ke empat dari tahapan tersebut lolos maka bersiaplah menjadi calon pengusaha sukses berbisnis franchise sesuai impian.

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *