Kelebihan dan Kelemahan Usaha Kecil dan Bagaimana Memaksimalkannya?

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Kecil

Apakah anda tertarik untuk membuka atau menjalankan sebuah usaha ? Apakah anda ingin membuka usaha kecil ? ataukah usaha besar ? Apa sih usaha kecil dan usaha besar itu ?

Banyak sekali definisi mengenai usaha kecil. Menurut BPS definisi usaha kecil adalah usaha yang didirikan oleh perorangan atau berkelompok dengan memiliki karyawan atau pekerja kurang dari 20 orang.

Menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia usaha kecil adalah usaha yang bermodalkan tidak lebih dari 600 juta.

Usaha kecil dibagi menjadi dua yaitu usaha kecil informal dan usaha kecil tradisional.

Usaha kecil informal yaitu usaha yang belum terdaftar badan hukum seperti industri rumah tangga.

Sedangkan usaha kecil tradisional adalah usaha yang dijalankan dengan menggunakan alat produksi sederhana dan biasanya turun temurun antara satu generasi ke generasi berikutnya.

Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil

Nah, sudah paham belum mengalami definisi usaha kecil ? Pastinya sudah paham.

Lalu apa sih pentingnya mendirikan usaha kecil? Usaha kecil keberadaannya cukup penting di Indonesia karena berpotensi untuk diarahkan pada strategi pembangunan negara.

Usaha kecil juga bisa mengurangi pengangguran karena membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lingkungan sekitarnya.

Usaha kecil sebenarnya juga tidak kalah dengan usaha berskala besar selama mampu mempertahankan kualitasnya secara konsisten.

Namun begitu usaha kecil ternyata juga memiliki kelemahan dan kelebihan.

Berikut akan dijelaskan mengenai kelemahan dan kekuatan usaha kecil.

Kekuatan Usaha Kecil yang Potensial

Pertama-tama akan membahas kekuatan usaha kecil. Mari kita simak penjelasan di bawah ini :

1. Tidak membutuhkan pekerja dengan pendidikan tinggi

Usaha kecil tidak terpatok pada pendidikan formal yang tinggi.

Anda tidak perlu mengejar kuliah hingga S3 untuk membuka usaha kecil.

Yang anda butuhkan adalah keahlian informal yang selama bisa dipelajari lewat kebiasaan.

Memang beberapa aspek membutuhkan keahlian pendidikan formal seperti administrasi jelas yang bisa mengelola adalah seseorang yang minimal lulusa SMA.

Tapi ini  bukan menjadi patokan yang kaku. Dalam artian tidak semua pekerjaan membutuhkan kriterian pendidikan.

2. Penggunaan teknologi yang masih sederhana

Selanjutnya adalah anda masih bisa menggunakan teknologi yang sederhana yang bisa anda sesuaikan jumlahnya dengan jumlah produksi.

Baik pembelian maupun perawatan tidak mengeluarkan banyak biaya seperti halnya mendirikan sebuah pabrik.

Bahkan, di beberapa usaha bisa membuat teknologi atau alat produksinya secara mandiri tanpa membutuhkan bantuan pihak ketiga. Nah, cukup mudah bukan ?

3. Bisa disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki

Ketiga, jenis produksi barang bisa menyesuaikan keahlian yang anda miliki.

Misalkan anda ahli dalam membuat kerajinan, maka anda bisa membuka usaha kerajinan dengan berbagai macam bentuk.

Anda mempuyai kebebasan untuk menentukan.

Tidak berpatok pada permintaan atasan. Targetnya pun demikian.

Anda secara bebas menentukan berapa barang kerajinan yang bisa anda buat.

Karena bosnya adalah diri anda sendiri.

4. Posisinya sangat dekat dengan pasar

Usaha kecil sangat dekat posisinya degan pasar.

Bagaimana maksudnya ? maksudnya adalah jika anda mendirikan usaha kecil maka konsumen bisa secara langsung berkomunikasi dengan anda.

Konsumen atau pelanggan juga bisa langsung datang ke lokasi tempat anda usaha.

Sehingga ini menjadi efektif karena tidak mengeluakan banyak uang pada tahap pendistribusian.

Berbeda dengan usaha besar yang membutuhkan banyak biaya di pendistribusian.

Posisinya juga lumayan jauh dengan pasar karena ada beberapa tingkatan.

Misal perusahaan, agen, sub agen baru kemudian pengecer.

Sedangkan usaha kecil  bisa langsung ke pengecer dan gampang pula memperoleh kritikan untuk perbaikan produk.

5. Menghemat tenaga

Karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa usaha kecil tidak memiliki karyawan lebih dari 20.

Maka sang pemilik bisa merangkap menjadi kepala, administrasi, pemegang keuangan dan lain sebagainya.

Sehingga tidak perlu mencari tenaga lain untuk mengatasinya.

Dan pasti lebih efektif juga penanganannya.

6. Menghemat Materi

Karena tenaganya jga dihemat. Otmatis materinya juga dihemat.

Materi disini maksudnya adalah finansial. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menggaji karyawan jika anda sendiri bisa menanganinya.

Cukup dengan menggaji tenaga produksi yang mungkin tidak bisa anda lakukan sendiri jika usaha kecil anda sudah terkenal.

7. Bebas Menentukan Harga Produk

Karena anda adalah seorang bosnya, maka anda bebas menentukan berapa harga yang anda terapkan.

Termasuk  berhak memutuskan mengurangi atau menambah kuantitas produk. Anda tidak akan terikat dengan harga tertentu.

Bebas terserah anda menginginkan berapa persen keuntungan yang anda ambil. Menyenangkan bukan ? Tapi yang perlu anda ingat harus tetap manusiawi dalam menentukan harga.

Artinya semua harus anda perhitungkan secara seimbang dan hati-hati.

8. Prosedur Hukum yang Mudah

Memiliki usaha kecil, pada umumnya lebih mudah mengurus prosedur perizinan dibandingkan dengan usaha yang besar.

Tidak banyak persyaratan yang harus dilengkapi  untuk mendapatkan legalitas dari pihak yang berwenang.

9. Tidak membutuhkan investasi yang cukup besar

Membutuhkan modal yang besar adalah sesuatu yang ditakutkan orang-orang ketika ingin membuka usaha.

Sebenarnya modal kecil ataupun besar tergantung jenis  barang yang akan diproduksi.

Untuk tahap awal, lebih baik mencoba sedikit-sedikit dulu, tidak langsung banyak sebagai latihan dan mengetes sejauh mana usaha tersebut menjanjikan serta mencari pelanggan yang mau menampung barang anda.

Sesuai dengan definisi usaha kecil yang juga sudah disebutkan di atas, modalnya tidak lebih dari 600 juta. Artinya bisa 10 juta 3 juta atau bahkan 1 juta.

Nah, itulah beberapa kekuatan jika anda ingin membuka usaha kecil.

Dengan membuka usaha kecil sebenarnya anda juga tidak ikut andil dalam kelangkaan barang terutama bahan baku.

Karena bahan baku yang anda butuhkan untuk produksi tidak sebanyak yang usaha besar butuhkan.

Baca Juga:

 

Kelemahan Usaha Kecil dan Cara Memakasimalkannya

Tetapi, segala sesuatu pasti jelas ada kelemahannya. Lalu apa saja ya kelemahan usaha kecil. Mari kita simak penjelasannya :

1. Kurang Mendapat Tempat Di Toko Modern

Pertama adalah kurang mendapat tempat di toko modern.

Produk usaha kecil sering kali kalah dengan produk usaha besar yang lebih layak masuk indomart atau alfamart.

Hal ini dikarenakan tidak adanya jaringan atau kerjasama yang dilakukan oleh usaha kecil kepada supermarket karena keterbatasan pengetahuan, waktu dan tenaga.

2. Hanya Berbatas Lingkup Daerah Tertentu Saja

Karena tidak dapat masuk toko modern. Maka biasanya usaha kecil hanya mencakup daerah tertentu saja.

Hanya beberapa yang bisa masuk ke kancah internasional.

Biasanya usaha kecil yang sering masuk ke kancah internasional adalah kerajinan tangan.

Sedangkan produk lainnya belum menjanjikan karena kalah dengan merk dari perusahaan besar.

3. Prioritas Kedua Dalam Mendapatkan Bahan Baku

Pengusaha kecil biasanya mendapatkan prioritas kedua setelah pengusaha besar dalam mendapatkan bahan baku.

Istilahnya dinomor duakan. Sehingga berdampak pada kualitas bahan baku yang cenderung buruk karena sisa dari yang sudah dipilih perusahaan besar.

Sering kali juga, ketika kelangkaan terjadi, pengusaha kecil tidak mendapatkan bahan baku karena perusahaan besar lebih berani membayar mahal dibandingkan dengan perusahaan kecil yang tidak punya cukup modal untuk membeli bahan baku yang langka tersebut.

Alternatif yang bisa anda lakukan adalah dengan mengganti bahan baku atau dalam artian tidak hanya ada bahan baku utama dalam proses produksi tetapi menyiapkan bahan baku pengganti.

4. Akses Teknologi Yang Minim Sehingga Berdampak Pada Perluasan Usaha

Selanjutnya adalah karena usaha kecil biasanya hanya menggunakan alat sederhana, maka penggunaan teknologi modern minim dilakukan.

Sehingga berdampak pada perluasan konsumen.

Hanya bermodalkan antara satu mulut ke mulut lain. Belum bisa merancang strategi promosi secara jelas dan tepat.

5. Tidak Ada Standar Khusus Keselamatan Kerja

Para pekerja usaha kecil juga beresiko mengalami kecelakaan.

Tidak hanya pada pekerja bahkan tempat usaha pun demikian, karena dibuat secara sederhana asalkan berjalan.

Sehingga tidak jarang pula terjadi kasus kecelakaan kerja atau kebakaran yang terjadi pada tempat usaha kecil.

Nah, ketika anda sudah mengetahui ini maka jika anda berniat untuk membuka usaha kecil, keselamatan kerja adalah faktor penting yang harus anda perhatikan.

6. Ketidakmampuan Menyusun Strategi Bisnis Yang Jelas

Karena usaha kecil seperti yang disebtkan di atas hanyalah dikelola oleh satu manajer yatu pemilik yang juga bisa merangkap lainnya.

Maka usaha kecil belum bisa menyusun strategi bisnis yang jelas.

Hanya berfokus pada produksi dan produksi. Ketika terjadi kekurangan modal atau perginya konsumen, para pemilik usaha kecil belum dapat mengantisipasinya.

7. Sumber Modal Yang Terbatas

Sumber modal usaha kecil hanya berdasarkan kantong pribadi pemilik.

Sehingga apabila ingin memperluas usaha seluas-luasnya maka anda perlu menengok kantong anda.

Apakah cukup untuk memperluas usaha.

Jika tidak cukup maka anda harus menunggu sampai modal terkumpul dan baru bisa memperluas.

Hal ini karena para investor atau pihak lain jarang ada yang mau dengan produk dari usaha kecil apalagi ada perusahaan besar dengan produk yang sama dan lebih dikenal.

8. Resiko Utang Dan Bangkrut

Kembali lagi karena usaha kecil hanya mengandalkan modal pemilik, pemilik kurang bisa mengatur secara jelas pengeluaran dan pemasukan serta ditambah lagi dengan bahan baku yang langka.

Maka alternative satu-satunya adalah melakukan utang kepada bank.

Bank kredit pun terkadang masih mikir dua kali untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil.

Hal ini dikarenakan sering kali telat dalam melakukan pembayaran bahkan ada yang tidak bisa melakukan pembayaran hingga pihak bank terpaksa menyita aset yang dimiliki oleh pemilik usaha kecil.

Cara Memaksimalkan Usaha Kecil Agar Sukses

Sebenarnya kelemahan ini bukanlah sesuatu yang harus anda hindari.

Tetapi anda masih bisa mengantisipasinya melalui beberapa cara.

Misalkan, tidak hanya melulu tradisional tetapi juga memasukkan unsur-unsur teknologi di dalamnya. Sehingga promosi anda lebih efektif.

Anda juga bisa memperluas konsumen. Sehingga ketika anda sudah terlanjur berhutang pada bank anda tetap bisa membayarnya karena konsumen anda semakin luas dan banyak.

Anda tidak akan mengalami kebangkrutan.

Anda juga bisa mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menjadi pengusaha yang sukses agar bisa memperluas pengetahuan anda.

Anda juga bisa melakukan sharing-sharing kepada sesama pengusaha.

Bagaimana apakah anda sudah merencanakan ingin membuka usaha yang seperti apa ?Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *