Anak Buah Kapal Atau Pelaut Profesi Penuh Resiko dengan Gaji Menggiurkan, Benarkah?Bagaimana Seluk Beluknya?

Anak Buah Kapal

Anak Buah Kapal atau pelaut atau kita juga sering menyebutnya ABK saja,merupakan salah satu profesi yang sangat berbahaya mengingat resiko  yang di tanggungnya.

Meski begitu di Indonesia peminat untuk bekerja sebagai pelaut masih cukup tinggi,alasanya karena mereka beranggapan menjadi pelaut memiliki gaji yang menggiurkan.

Namun benarkah seorang ABK Selalu identik dengan pendapatan yang tinggi dan memiliki kesejahteraan diatas rata-rata sebagai seorang pekerja?

Masih banyak orang yang tidak mengetahui seluk beluk pekerjaan pelaut ini,yang mereka tahu pelaut atau ABK selalu dikaitkan dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup yang sok wah suka dugem dan sebagainya.

Kalau kita melihat fakta yang ada pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah namun tidak juga dibenarkan jika cap tersebut deperuntukan bagi semua profesi Anak Buah Kapal.

Pendapatan/gaji seorang Anak Buah Kapal bergantung banyak faktor mulai dari faktor jabatan hingga di perusahaan mana dia bekerja.

Meski ada sebagian pelaut yang memiliki tabiat atau kebiasaan dengan gaya hidup yang suka menghamburkan uang dengan dugem dan sebagainya,namun sejatinya hal itu tidak berarti semua pelaut memiliki perilaku yang sama.

Banyak sekali pelaut yang sangat arif dan memiliki pendapatan tinggi namun tetap sederhana bahkan pelaut yang bekerja di tanah air masih banyak yang memiliki pendapatan sangat kecil sehingga jangankan untuk berfoya-foya sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya saja masih kekurangan.

Inilah sisi unik dan begitu beragamnya seorang yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal.

Dan jika kebetulan pembaca adalah salah satu orang yang tertarik dengan dunia pelaut,dan ingin menjadi seorang pelaut sebaiknya baca terus untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana potensi sebenarnya menjadi seorang pelaut.

Kita juga perlu tahu faktor apa saja yang mempengaruhi gaji seorang pelaut,karena jika kita hanya tahu bahwa pelaut atau ABK itu memiliki gaji yang besar maka bisa-bisa kita terjebak dan menyesal setelah menjadi pelaut jika ternyata pendapatanya tidak sebesar yang diharapkan.

Beberapa Faktor Yang Menentukan Pendapatan atau Gaji Anak Buah Kapal

Jabatan Diatas Kapal

Jika pembaca betul-betul awam tentang dunia pelaut saya yakin mereka tidak tahu banyak jika jabatan pelaut atau ABK sangat menentukan pendapatan atau gaji.

Masih banyak yang keliru menilai karena pemikiran bahwa anak buah kapal selalu identik dengan gaji besar,namun faktanya tidak selamanya terbukti.

Sehingga tidak sedikit orang-orang awam terjerumus dan ikut-ikutan untuk menjadi pelaut tanpa dibekali pengetahuan yang cukup dan ketika mereka terjun ke dunia sebenarnya mereka menyesal lantaran pendapatan yang ia dapatkan tidak seindah dengan apa yang ia harapkan.

Bekerja diatas kapal dengan bermodal ijazah SLTP kemudian mengikuti semua prosedur dengan mengambil sertifikat pelaut yang terdiri dari berbagai kursus keselamatan pelaut dan berbagai perlengkapan lain seperti medikal,passport dan buku pelaut tidak serta merta akan mengantarkan kita menjadi pelaut dengan bayaran yang tinggi.

Meskipun persyaratan dan biaya yang diperlukan untuk bisa menjadi pelaut pemula ini tergolong sangat sulit,mahal dan penuh birokrasi namun setelah apa yang sulit itu terlewati masih lagi dihadapkan dengan kesulitan selanjutnya yaitu mendapatkan pekerjaan.

Dan fakta di lapangan sangat jarang pelaut baru mendapatkan penghasilan yang baik sesuai yang diinginkanya apalagi jika kita benar-benar mengawali karir pelaut dari bawah.

Hampir semua perusahaan dengan gaji yang lumayan menginginkan calon tenaga kerjanya harus dari pelaut yang telah berpengalaman.

Meskipun jabatan di atas kapal hanyalah seorang pelayan atau mess boy,perusahaan ternama selalu mengharuskan kru kapalnya hanya diisi oleh mereka yang cukup pengalaman.

Sehingga umumnya para pelaut baru benar-benar harus merintis dari bawah dari jabatan terendah sebagai kelasi atau pelayan dan pada perusahaan dengan bayaran yang rendah pula.

Sudah tidak asing lagi bagi pelaut Indonesia jika mereka mendengar ABK dengan gaji rendah bahkan masih banyak yang di bawah standar UMR para pekerja di darat,setidaknya sampai saat artikel ini dibuat.

Sangat miris memang namun begitulah faktanya,hanya setelah mendapat cukup banyak pengalaman para pelaut pemula ini baru bisa mulai melangkahkan kaki untuk bekerja di perusahaan-perusahaan dengan gaji yang lebih baik.

Meskipun tidak mudah,namun setidaknya kesempatan itu mulai terbuka.Sebenarnya ada saja cara lain agar bisa langsung bekerja diperusahaan yang cukup baik yaitu dengan memalsukan pengalaman atau dengan menggandeng broker atau teman atau kerabat yang sudah lebih dulu atau mempunyai posisi tertentu di perusahaan tersebut.

Sayangnya cara-cara tersebut tidak saya sarankan karena tidak sesuai prosedur yang baik,disamping beresiko pemecatan jika kita diketahui telah melakukan perbuatan curang.

Setelah bisa mendapat pekerjaan di perusahaan yang layak minimal kita bisa lega karena mendapatkan gaji yang lebih baik,meski memiliki jabatan paling rendah.

Kita ambil contoh jika pendapatan seorang kapten atau nakhkoda kapal bisa mencapai Rp.20.000.000,- perbulan maka seorang pelaut pemula yang merangkak dari bawah bisa mendapatkan gaji antara Rp.200.000,-s/d Rp.4000.000,.

Angka-angka tersebut tidak bisa dipastikan karena lagi-lagi banyak faktor seperti kebijakan perusahaan dan juga besar kecil kapal,jenis kapal dan sebagainya.

Jumlah tersebut berlaku bagi pelaut yang bekerja di perusahaan lokal Indonesia,karena banyak pelaut asing justru memiliki standard yang baik dalam pemberian upah kepada kru kapalnya nanti kita akan sedikit bercerita tentang besar kecil nya gaji di kapal asing.

Namun demikian akhir-akhir ini sudah mulai banyak perusahaan dalam negeri menaikan standar gaji kru kapalnya ke level yang lebih baik.

Mudah-mudahan cepat terealisasi standarisasi gaji pelaut terutama bagi pelaut yang bekerja di tanah air.

Karena sungguh sangat memprihatinkan jika membandingkan standar upah pelaut di Indonesia dengan para pelaut dari negara maju lainya.

Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan gaji yang tinggi sebagai pelaut?

Salah satu cara terbaik adalah menjadi pelaut setelah mendapatkan ijazah dari akademi pelayaran,ini adalah cara tercepat mendapatkan gaji tinggi karena para lulusan dari akademi pelyaran seperti PIP,STIP dan lainya, mereka akan bekerja diatas kapal sebagai perwira kapal.

Baik jurusan mesin ataupun dek memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan gaji yang besar.

Namun jika mungkin anda adalah orang tua yang merasa kesulitan untuk menyekolahkan anaknya hingga level akademi maka salah satu pilihan terbaik ke dua adalah menyekolahkan anak ke Sekolah Pelayaran Menengah.

Sekarang sekolah ini disebut sebagai SMK Pelayaran.

Mereka para lulusan akademi pelayaran ataupun SMK pelayaran memang tidak langsung menjadi Kapten kapal atau Kepala Kamar Mesin bagi jurusan tekhnik mesin,namun dengan menjabat sebagai perwira kapal maka gaji yang diterima akan berkali-kali lipat jika dibandingakan pelaut-pelaut yang merangkak dari bawah.

Meski begitu bagi yang merintis karir bukan dari akademi atupun SMK Pelayaran anda masih boleh bernafas lega karena ada satu kelebihan merintis karir sebagai pelaut,disamping kemungkinan mendapat penghasilan tinggi karir seorang pelaut bisa terus naik sesuai dan tergantung usaha pelaut itu sendiri.

Jadi meskipun sekarang ini seorang pelaut mengawali karirnya dari bawah sebagai pekerja anak buah kapal yang menempati posisi paling bawah dan gaji terendah diatas kapal namun mereka tetap memiliki kesempatan menjadi seorang kapten kapal atau kepala kamar mesin sebagai jabatan tertinggi diatas kapal jika pelaut tersebut mau mengembangkan karirnya dengan serius.

Bagaimana caranya?Dalam karir seorang pelaut mereka memiliki kesempatan untuk menaikan level ijazah pelautnya setiap minimal dua tahun masa layarnya.

Jadi ketika level ijazah seorang pelaut sekarang ini adalah rating maka setelah dua tahun masa berlayar mereka bisa mengikuti pendidikan di lembaga diklat yang ditunjuk oleh departemen perhubungan laut untuk mengambil ijazah setingkat lebih tinggi yaitu Ijazah Ahli Nautika/Mesin tingkat 5 setelah memiliki ijazah tingkat 5 mereka bisa melamar menjadi perwira dek/mesin sesuai jurusan dikapal-kapal ber tonase kecil seperti tugboat dan sejenisnya.

Nah pada dua tahun setelah berpengalaman memiliki ijazah kelas 5 maka mereka kembali bisa mengambil ijazah Ahli Nautika/Mesin tingkat 4 atau setara dengan mereka yang memiliki ijazah dari SMK Pelayaran.

Begitu seterusnya hingga mencapai tingkatan tertinggi yaiu Ahli Nautika tingkat 1 atau Ahli Mesin tingkat 1.

Jika para pelaut telah memiliki ijazah tingkat paling tinggi ini maka mereka memiliki kesempatan yang sama dengan para pelaut lainya bahkan bisa bersaing meski mereka yang berasal dari akademi sekalipun.

Memang cukup panjang perjuanganya namun semua bisa dicapai dengan niat dan disiplin yang serius.

Dengan memahami dan mengerti bahwa pendapatan atau gaji seorang pelaut dipengaruhi banyak faktor,diharapkan para pelaut baru tidak terjebak oleh kesalah pahaman yang membuat merasa dirinya salah atau tertipu dengan menjadi pelaut apalagi jika mereka benar-benar megawali karir dari bawah.

Karena faktor jabatan sangat berpengaruh terhadap besar kecil gaji di atas kapal.

Berikut Contoh Posisi/Jabatan Yang Ada Diatas Kapal

Diatas kapal secara umum dibagi menjadi dua departemen yaitu bagian dek dan mesin.

Jabatan Dek Departemen

Kapten/Master/Nakhkoda

Kapten merupakan orang yang memiliki jabatan tertinggi diatas kapal,umumnya gaji kapten adalah yang paling tinggi pada jenis tertentu seorang kapten memiliki gaji lebih dari 10 kali lipat dari anak buah kapal dengan jabatan paling rendah.

Mualim Satu/Chief Mate

Merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap penangan muatan dan juga pemberi order kerja kepada bosun yang diteruskan ke AB/Juru Mudi hingga Kelasi.

Mualim Dua/2nd Mate

Disamping bertanggung jawab terhadap obat-obatan dia juga bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengecekan alat-alat keselamatan kapal seperti sekoci kapal,pemadam kebakaran( jika diatas kapal tidak ada Mualim Tiga/3rd Mate) dia juga orang yang bertanggung jawab membuat rute/menentukan jalur peta pelayaran.

Mualim Tiga/3rd Mate

Orang Yang bertanggung jawab terhadap pengecekan alat-alat keselamatan kapal seperti sekoci kapal,pemadam kebakaran.

Bosun

Bosun merupakan kepala kerja harian yang bertanggung jawab terhadap perawatan kapal dari pengecetan,pelumasan dan sebagainya.

Bosun akan mendapatkan order kerja langsung dari Mualim Satu yang diteruskan ke bawahan yaitu AB/Juru Mudi dan juga Kelasi.

AB(Able Bodied Seaman)/Juru Mudi

Seorang AB/Juru Mudi masuk kategori pelaut yang bekerja sebagai bawahan dan merupakan anak buah langsung bosun.

Tugas AB disamping mendapat order dari bosun dalam perawatan kapal dia juga bertanggung jawab terhadap tugas jaga baik ketika kapal berlayar dengan melakukan jaga bersama perwira kapal ataupun jaga saat kapal berada di pelabuhan atau sering disebut sebagai gangway watch.

Kelasi/Ordinary Seaman

Merupakan salah satu jabatan paling bawah di bagian dek bagi para pemula umumnya mereka akan menjabat sebagai kelasi sebelum merangkak ke jurumudi atau bosun bahkan perwira jika pelaut tersebut melanjutkan untuk mengambil ijazah perwira.

Koki/Chef

Secara umum gaji seorang koki disamakan dengan bosun meski tidak selalu mutlak karena lagi-lagi tergantung kebijakan perusahaan,namun umumnya gaji koki sedikit lebih tinggi diatas AB.

Koki ini bertanggung jawab terhadap menu masakan untuk seluruh kru kapal.

Pelayan/Steward

Selain kelasi pelayan juga merupakan jabatan entry level yang tugasnya membantu kerja koki dan menyiapkan berbagai keperluan yang berhubungan dengan makanan dan kebersihan terutama area akomodasi kapal.

Jabatan Mesin Departemen

KKM atau Chief Engineer merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap beroperasinya mesin kapal.

Dia juga merupakan orang yang memimpin seluruh perwira dan anak buah kapal bagian mesin,umumnya gaji seorang KKM sama atau sedikit saja dibawah seorang Kapten meskipun tidak mutlak.

Kadang kebijakan perusahaan dan atau kewarganegaraan ikut mempengaruhi besar kecilnya gaji.

Masinis Satu/First Engineer

Merupakan jabatan perwira kapal tertinggi setelah KKM/Chief Engineer yang bertanggung jawab terhadap mesin induk atau mesin utama pengolah gerak kapal

Masinis Dua/2nd Engineer

Merupakan perwira kapal bagian mesin setelah Masinis Satu yang bertanggung jawab terhadap mesin bantu seperti generator dan sebagainya

Masinias Tiga/3rd Engineer

Merupakan perwira kapal bagian mesin setelah Masinis Dua dan bertnggung jawab terhadap mesin pompa.

Juru Listrik/Electrician

Sering juga dipanggil electro technical officer(ETO),Bertanggung jawab terhadap jaringan dan kelistrikan diatas kapal.

Oiler,PumpMan dan Wiper

Mereka adalah rating bagian mesin atau jabatan entry level bagian mesin yang bekerja membantu para perwira kapal dari perwatan,pengisian oli dan segala pekerjaan untuk menjaga kebersihan di bagian mesin kapal.

Sebenarnya masih banyak jabatan lain diatas kapal namun secara umum itu adalah gambaran jika bekerja diatas kapal sebagai anak buah kapal atau pelaut yang memiliki berbagai jenis jabatan yang masin-masing memiliki standar gaji yang berbeda-beda.

Disamping jumlah pendapatan anak buah kapal sangat dipengarhi oleh jabatan selanjutnya gaji seorang pelaut juga dipengaruhi oleh di negara mana tempat atau perusahaan pelaut itu bekerja.

Berikut ulasanya.

Negara dan Perusahaan Tempat Bekerja

Negara maju rata-rata memiliki standar gaji yang lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang dan negara-negara miskin.

Meski keakuratanya tidak bisa menjamin namun secara umum adalah demikian.

Di negara seperti Indonesia sendiri memiliki populasi penduduk yang bekerja sebagai pelaut yang cukup banyak,namun sayangnya gaji standar di Indonesia masih sangat jauh dari apa yang diharapan oleh pelaut itu sendiri.

Hal yang sangat disayangkan dimana sertifikat para pelaut diharuskan memenuhi standar internasional namun secara upah masih sangat banyak perusahaan Indonesia memberikan gaji dibawah upah standar yang telah ditetapkan.

Sementara bagi mereka yang bekerja di perusahaan bagus,mendapatkan gaji yang tinggi bukan hal yang sulit banyak perusahaan-perusahaan dari Singapura atau bahkan dari Eropa mau menerima pekerja Indonesia dengan standar yang sangat layak.

Sayangnya persaingan untuk bisa bekerja di perusahaan bagus seperti ini sangat ketat.

Salah satu kelemahan pelaut Indnesia adalah penguasaan bahasa yang masih kalah dengan negara penyumbang pelaut terbesar di Asia seperti Filipina dan India.

Meskipun kemampuan bekerja pelaut-pelaut Indonesia lebih baik dari persaingan namun dengan kalahnya bahasa menjadi faktor yang cukup sulit bagi sebagian para pelaut untuk mendapatkan gaji yang tinggi di luar negeri.

Karenanya jika para pembaca ada yang sedang berkeinginan menjadi pelaut,upayakanlah mendalami bahasa inggris minimal level percakapan.

Begitu pentingnya alat komunikasi bahasa dalam menentukan karir seorang pelaut.

Disamping faktor negara dan perusahaan faktor lain yang mempengaruhi standar gaji adalah jenis kapal itu sendiri.

Standar Gaji Berdasar Jenis Kapal

Meski tidak terlalu signifikan seperti negara tempat bekerja, jenis kapal juga mempengaruhi penghasilan seorang pelaut.

Seorang yang bekerja dengan jabatan yang sama di negara yang sama akan memiliki perbedaan gaji jika jenis kapalnya berbeda.

Sebagai contoh kapal-kapal yang bekerja di Offshore Industri(kapal-kapal supply dan pengebor minyak lepas pantai) tentu akan berbeda dengan jenis kapal tugboat atau kapal penangkap ikan.

Begitu juga kapal-kapal beresiko tinggi seperti kapal tanker LNG,LPG dan sejenisnya secara umum memiliki gaji yang lebih baik dibanding bekerja di kapal-kapal kecil.

Jadi untuk mendapatkan pendapatan yang terbaik sebagai pelaut sebisa mungkin menggabungkan dari ke tiga unsur diatas di level tertinggi.

Dari jabatan jabatan tertinggi menjadi kapten tentu akan mendapat upah sangat baik,dari segi negara maka bekerja di negara maju pada perusahaan bagus akan memberikan nilai plus dan dari jenis kapal jika bekerja di kapal survey atau kapal LNG dan sebagainya pasti memiliki kemungkinan mendapatkan gaji yang baik.

Namun jika tidak mampu ketiga unsur tersebut capailah unsur paling mungkin kita dapatkan.

Sebagai contoh jika kita hanya mampu menjadi bawahan atau rating setidaknya untuk sementara ini,maka pilihlah bekerja di perusahaan yang bagus dari jenis kapal yang terbaik.

Sebagai perbandingan signifikan saja jika seorang pelaut bekerja di perusahaan yang parah dengan jabatan paling bawah dan jenis kapal kecil kemungkinan gaji antara Rp.1000.000,-1.500.000,-/bulan

Coba bandingkan jika seorang bekerja sebagai pelaut dengan jabatan kapten di perusahaan maju katakanlah di Eropa di perusahaan bagus dan jenis kapal survey maka mereka mendapatkan gaji minimal Rp.100.000.000,-(100 juta)/bulan.

Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin bekerja menjadi anak buah kapal.

Silahkan tambahkan komentar dan bagikan ke teman lewat tombol share dibawahnya.

Loading...

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan