Bisnis Kecil

Mengapa banyak bisnis kecil gagal? 

Saya yakin sebagian besar oranga tahu jika memulai bisnis tidak mudah, dan ada banyak statistik yang menunjukan angka kegagalan pada bisnis kecil terutama pemula mengalami kegagalan dalam prosentasi yang sangat tinggi.

Inti pada permasalahan disini adalah bahwa kegagalan yang telah banyak dialami para pengusaha bisnis kecil tidak semestinya membuat kita menjadi pesimis apalagi putus asa ketika ingin mengembangkan sebuah usaha.

Sebaliknya, cobalah untuk memahami alasan utama mengapa usaha kecil gagal. Jika Anda memahami kesalahan orang lain, maka Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka buat dan terhindar dari resiko kegagalan.

Berikut adalah 6 alasan mengapa bisnis kecil gagal.

1. Perencanaan yang Buruk

Alasan ini terutama berlaku untuk pemilik usaha kecil yang baru. Apa yang menurut Anda  seperti ide bisnis yang bagus di atas kertas namun kenyataanya mungkin tidak berjalan dengan baik.

Sebuah rencana bisnis yang baik harus memaksa Anda untuk membuat suatu bisnis yang memiliki nilai jual yang beda atau unik dan menarik minat konsumen.

Jika saja Anda akan mendirikan sebuah usaha jualan bakso di sebuah tempat wisata yang ramai maka Anda harus mampu merumuskan sebuah usaha yang sangat menarik para wisatawan jika usaha bakso  Anda memiliki kekhasan yang tidak dimiliki usaha bakso lain dan memiliki citarasa terbaik dalam peta persaingan yang ada.

Perencanaan yang baik dari penyusunan anggaran hingga menu bakso terbaik, harga jual yang kompetitif harus direncanakan dengan matang.

Pertimbangan penting lainnya termasuk: Siapa saja target pelanggan  Anda? Bagaimana kemampuan daya belinya? Apa rencana promosi pemasaran Anda? Bagaimana pelanggan mengetahui tentang bisnis Anda? Apa proyeksi arus kas Anda? Modal awal Anda? Seberapa jauh cadangan kas Anda? Perencanaan yang baik dan tersusun rapi akan membuat bisnis Anda terpantau dengan baik.

BACA JUGA: Cara Mulai Bakso Keliling Untung Puluhan Juta Setiap Bulan

2. Kesalahan Manajemen Stok Barang

Startup bisnis Anda tidak akan berhasil jika stok barang Anda dikelola dengan buruk .

Manajemen yang buruk sering dapat menyebabkan kekurangan stok persediaan dan kelebihan pada item tertentu tak terjual yang menghabiskan modal.

Itu kesalahan pemula yang dengan mudah terjadi pada bisnis baru yang tidak memahami pola penjualan yang terjadi.

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan perangkat lunak manajemen inventaris atau sistem point of sale (POS) yang dapat melacak inventaris dan memberikan laporan yang merinci produk-produk penjualan terlaris dan yang sepi penjualan Anda untuk membantu Anda memahami stok mana yang cepat habis dan mana yang jarang laku.

Namun jika usaha Anda masih sangat kecil maka Anda bisa saja menulis daftar barang secara manual.

Jika Anda tidak melacak barang-barang terlaris Anda atau ketika mereka dalam permintaan tinggi, Anda akan mengalami kekurangan stok persediaan yang akan mengecilkan keuntungan.

Sebagai seorang pedagang, Anda mengambil risiko ketika Anda membeli persediaan dalam jumlah besar dengan tujuan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

Jika stok barang berlebihan dan tidak terjual sesuai target sementara barang memiliki masa berlaku atau mamiliki model yang bisa saja usang, maka barang stok tersebut bisa menghabiskan dana karena akan dijual murah dengan diskon besar atau obral bahkan bisa saja tidak terjual sama sekali.

3. Kurangnya Penjualan

Pebisnis pemula sering mengalami masalah dengan minimnya penjualan yang berlangsung terus menerus pada waktuyang cukup lama sehingga menguras modal tanpa ampun untuk membiayai operasional bisnis tersebut.

Untuk menghindari hal demikian maka pebisnis baru harus menguji coba produk jualanya dan memastikan bahwa produk bisnisnya benar-benar bisa diterima oleh konsumen.

4. Mencoba Melakukan Semua Sendiri

Banyak pemilik usaha kecil yang terlalu percaya diri untuk melakukan semua pekerjaan sendiri.

Mereka melakukan produksi barang, penjualan hingga pelayanan terhadap konsumen dilakukan seorang diri.

Ketika usaha masih sepi ini tidak akan menjadi permasalahan, namun ketika usaha mulai ramai maka akan ada keterbatasan dimana pelayanan atau produksi barang akan menyita waktu dan tenaga.

Kegagalan memberikan kualitas layanan dan produk justru bisa menjadi boomerang dan Anda bisa saja akan ditinggalkan oleh pelanggan karena kualitas yang menurun.

Menghadapi situasi seperti ini mengambil seseorang karyawan untuk menggantikan sebagian tugas Anda adalah pilihan bijak, agar semua bisnis berjalan mulus dan tetap bisa menjaga kualitas produk Anda.

5. Kurangnya Data

Kenapa bisnis besar seperti alfmart dan sejenisnya cenderung selalu sukses setiap membuka usaha di tempat baru?

Mereka perusahaan besar memiliki data yang sangat lengkap tentang produk dan target konsumen dengan baik, inilah sebabnya kenapa mereka lebih mudah beradaptasi dengan kondisi tertentu seperti momen puasa, lebaran dan sebagainya.

Sementara pada usaha kecil banyak yang tidak peduli dengan data di lapangan.

Banyak pengusaha kecil terlalu yakin denga apa yang di jual dan tidak menggunakan fakta data yang seharusnya selalu jadi acuan seperti tanggapan konsumen, produk yang laris, dan juga berbagai permasalahan mendasar yang tidak diantisipasi sehingga sering menjual produk yang tidak sesuai dengan market yang dituju atau produk yang gagal namun terus diproduksi.

Ini akan menyebabkan usaha kecil mudah gagal, untuk mengantisipasi hal demikian pengumpulan data sangat penting, mulai dari trend produk, komplain dari konsumen, serta pengembangan jenis produk berdasarkan data yang terkumpul atas permintaan pasar.

Meskipun pasar Anda jauh lebih kecil, Anda tetap harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.

Rahasia menjalankan bisnis adalah strategi jangka panjang dan berkelanjutan yang berupaya menghilangkan pemborosan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan layanan, dan kualitas operasi bisnis – semuanya sekaligus memaksimalkan nilai bagi pelanggan dengan terus mengumpulkan data yang bisa Anda catat dan simpulkan terus menerus.

Untuk menerapkan ini pada bisnis kecil Anda, Anda harus kembali dan melihat rencana bisnis awal .

Apa yang kamu coba bangun? Apa tujuanmu?

Dibutuhkan rencana bisnis yang jelas, operasi strategis, dan manajemen keuangan yang sehat dari awal dan sepanjang masa bisnis Anda.

Belajar dan terus belajar dari data dan fakta pada proses pembangunan bisnis akan membuat bisnis lebih jelas dan terarah.

6. Manajemen keuangan yang buruk

Manajemen keuangan merupakan hal penting yang harus dijalankan dengan baik namun sangat sering diabaikan oleh pemilik bisnis kecil.

Manajemen yang baik akan selalu mencatat setiap kegiatan dari proses produksi hingga penjualan, memang pada usaha yang sangat sederhana manjemen tidak harus secara detail namun tetap harus ada catatan dari setiap arus kas dan pengaturan keuangan yang baik serta memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan untuk keperluan pribadi

Nah belajar dari sini mudah-mudahan keagalan dalam menjalankan bisnis bisa diminimalisir.