Agus Riyanto 1 Mei 2017
ngorok

Bagaimana cara menghilangkan tidur ngorok dan apa definisi serta jenis ngorok?

Ngorok atau mendengkur merupakan hal yang diangkap lumrah karena gangguan aktivitas tidur ini dianggap sebagai hal biasa karena banyaknya jumlah populasi yang punya kebiasaan ngorok atau mendengkur ini.

Kebanyakan dari kita akan meng anak kah gangguan ini karena umumnya para pendengkur saat tidur  tidak merasakan gangguan kesehatan secara umum.

Namun saya menemukan fakta lain tentang bahaya mendengkur karena ada beberapa kasus ngorok bisa menjadi pemicu hal berbahaya.

Seperti yang pernah di tulis pada artikel lifestyle.kompas tahun 2012,isinya kurang lebih menyatakan jika mendengkur telah lama di vonis sebagai bagian dari tanda sleep apnea atau dalam bahasa indonesia berarti henti nafas dalam tidur.

Sebagai akibat mendengkur terjadi penyempitan saluran nafas,sehingga aliran udara ada kemungkinan berhenti.

Walaupun pendengkur atau orang yang ngorok saat tidur berusaha menarik nafas saat tidur dengan keras,udara tidak dapat masuk.Saya yakin kejadian ini  tidak ditemukan pada setiap orang yang tidur ngorok atau mendengkur,sebagian besar merasa baik-baik saja meski saat tidur mendengkur dengan sangat keras.

Namun alangkah baiknya kita mengetahui lebih jauh kemungkinan bahaya ini.

Pada artikel dimaksud juga menyatakan bahwa ada sebuah penelitian di Birmingham Inggris yang menunjukan kalau ternyata mendengkur yang ditangani dengan perawatan dapat sekaligus memperbaiki fungsi-fungsi jantung.

Bahkan pimpinan peneliti Dr.Gregory Lip Menyatakan jika sleep apnea tidak bisa dianggap sebagai gangguan ringan.

Ketika terjadi sleep apnea bebarapa kali gelombang otak akan terbangun,namun si penderita tidak sampai sadar sepenuhnya,sehingga setelah tidur kadang masih ada perasaan kekurangan tidur dan lelah.

Kejadian henti nafas yang diakibatkan dari mendengkur terus berulang sepanjang malam yang kemudian bisa saja menjadi pemicu pada kejadian hipertensi,diabetes,penyakit jantung,stroke bahkan kematian.

Begitu kurang lebih yang ditulis kompas beberapa tahun yang lalu,untuk lengkapnya silahkan cek disini.

Jika anda termasuk orang yang mendengkur dan termasuk kategori berat tidak ada salahnya minta nasehat dokter ahli untuk mendapatkan saran yang tepat.

Penulis sendiri akan lebih memberi informasi tambahan terutama penanganan yang paling mudah dilakukan terhadap penderita ini.

 

Apa itu Ngorok atau Mendengkur?

Kalau mengkaji dari beberapa sumber tentang pengertian ngorok,bisa disimpulkan mendengkur atau ngorok merupakan suara yang dihasilkan dari udara yang keluar masuk pada sistem pernafasan.

Karena adanya hambatan keluar masuknya udara dari hidung ke tenggorokan dan mulut,maka akan terjadi getaran diarea sekitar tenggorokan dan ini yang kemudian menghasilkan suara berisik yang kita kenal sebagai suara ngorok atau mendengkur.

Meski kebanyakan penderita ngorok adalah laki-laki namun tidak jarang juga pada perempuan yang gemuk atau kelebihan berat badan ditemui penderita ngorok ini.

 

Apa Saja Jenis Ngorok?

Setidaknya ada 3 jenis ngorok yang perlu kita tahu,dengan kita mengetahui jenis ngorok diharapakan penanganan mendengkur ini akan lebih efektif.




 

1.Mendengkur Mulut.

Ketika suara mendengkur disebabkan saat mulut terbuka maka ngorok mulut ini dikategorikan sebagai ngorok yang berasal dari mulut.untuk mengetahui ngorok jenis ini salah satu caranya adalah dengan minta bantuan dari pasangan hidup kita.

Disamping ngorok yang berasal dari mulut,ada juga ngorok yang berasal dari lidah.Untuk memastikan jenis ngorok ini cobalah tidur telungkup atau miring jika ngorok kemudian berhenti berarti penyebabnya karena tertutupnnya alur pernafasan di tenggorokan karena posisi jatuhnya lidah yang menyumbat.

 

2.Mendengkur Hidung.

Penyebab ngorok hidung adalah karena tersumbatnya saluran hidung.

 

3.Mendengkur Tenggorokan.

Jika ke dua diatas bukan merupakan penyebab ngorok maka kemungkinan ngorok di sebabkan bergetarnya jaringan lunak pada tenggorokan.

 

Apa Penyebab Ngorok?

 

1.Kegemukan atau Obesitas.

Kegemukan atau kelebihan berat badan masih menjadi penyebab yang secara umum diketahui sebagai penyebab ngorok.

Dengan meningkatnya berat badan sebagai akibat kegemukan maka akan ditemui tumpukan-tumpukan lemak di tubuh.

Lemak yang menumpuk di area leher di sebut-sebut sebagai salah satu penyebab terganggunya aliran pernafasan yang secara otomotis mengakibatkan dengkuran saat tidur.

 

2.Usia.

Penuan usia akan terjadi pada semua makhluk hidup,ketika masa produktivitas mulai meninggalkan kita dan usia pun semakin menua maka kemampuan fisik mulai berkurang.

Fungsi-fungsi organ tubuh mulai mengalami gangguan,begitu juga fungsi tenggorokan.

Otot-otot pada tenggarakan mulai kehilangan kelenturanya sehingga akan terjadi seakan-akan ada penyempitan rongga tenggorokan.

Rongga tenggorokan yang sempit akan berpengaruh terhadap aktivitas pernafasan saat tidur dan menjadi salah satu faktor penyebab ngorok.

 

3.Gaya Hidup yang Buruk.

Semakin berkembangnya zaman kadang membuat manusia cenderung memilih gaya hidup yang buruk,sebut saja konsumsi makanan cepat saji makanan berpengawet juga kurangnya gerak tubuh karena makin banyaknya kendaraan bermesin dalam aktivitas sehari-hari.

Kebiasaan-kebiasaan dan gaya hidup yang buruk seperti mengkonsumsi alkohol,rokok dan penggunaan obat kimia diantaranya adalah obat penenang termasuk lorazepan dan diazepan dipercaya menambah pengaruhnya terhadap penyebab ngorok.

 

4.Gangguan Hidung dan Tenggorokan.

Gangguan hidung karena tersumbat pada saat flu dan karena mengidap polip bisa mengakibatkan potensi tidur ngorok semakin besar,faktor udara pernafasan yang terganggu adalah salah satu penyebabnya.

Sementara pada tenggorakan yang terkena  pembesaran amandel dan adenoid juga di yakini menganggu sistem keluar masuk udara pernafasan terutama saat tidur,disitulah mendengkur tidak bisa dihindari.

Maka tidak mengherankan jika ada anak-anak di temui tidur mendengkur,meski kasus ini jarang salah satu penyebab pembesaran amandel pada anak bisa saja yang menjadi pemicunya.

Barangkali kita terbersit kenapa golongan pria cenderung lebih banyak mendengkur dibandingkan wanita.

Ada yang menyatakan prosentasi pria 80% berbanding wanita yang hanya 20% dari penderita ngorok saat tidurnya.

Secara teori pria memiliki tenggorokan yang lebih kecil,serta adanya  pembesaran kelenjar gondok pada masa memasuki usia dewasa disebut-sebut sebagai alasan kenapa pria cenderung berpotensi mendengkur.

Sementara faktor keturunan juga ada yang menyatakan mempengaruhi seseorang tidurnya ngorok.

Setelah kita sedikit mengetahui fakta tentang mendengkur,selanjutnya kita perlu tahu bagaimana caranya mengatasi agar tidur kita terbebas dari ngorok.

Mungkin ini kelihatannya masalah sepele namun setelah mengetahui kemungkinan dari bahaya mendengkur seperti di tulis diatas,tidak ada salahnya mempelajari lebih jauh supaya terbebas dari bahaya tersebut.

 

Baja Juga:

Penyakit Asam Urat Pengertian Gejala Serta Pengobatan dan Pencegahanya

 

 

Cara Menghilangkan Tidur Ngorok

Jika ngorok masih dalam tahap normal dan belum seberapa parah ada baiknya mencoba menghilangkan ngorok dengan bantuan pasangan,minta pasangan menganalisa hasilnya setelah beberapa percobaan menghentikan ngorok dilakukan.

 

1.Menurunkan Berat Badan.

Jika seseorng mendengkur dikarenakan obesitas atau karena bertambahnya berat badan.

Maka tidak ada cara yang lebih efektif kecuali berupaya menurunkan berat badanya.Seiring berkurangnya lemak dalam tubuh termasuk di area leher di harapkan dapat menghilangkan kebiasaan tidur ngorok.

 

2.Mulailah Gaya Hidup Sehat.

Gaya hidup sehat ini meliputi makanan yang sehat,olahraga yang teratur,tidur yang cukup serta menghindari konsumsi alkohol dan rokok serta jangan membiasakan makan-makanan yang cenderung membuat kegemukan.

Banyak minum air putih juga sangat penting.

 

3.Hindari Posisi Tidur Telentang.

Coba ubah posisi tidur menyamping beberapa kasus orang dengan tidur mendengkur akan berhenti dengan cara ini,posisi lidah yang menutupi lubang pernafasan saat telentang akan bisa dihindari.

4.Hindari Mulut Terbuka Saat Tidur.

Ada orang yang mendengkur saat mulutnya terbuka maka tidak ada salahnya jika anda minta bantuan pasangan ketika mulai terganggu dengan dengkuran anda untuk membangunkan anda,setelah terbiasa diharapkan tidur dengan posisi mulut tertutup bisa terus berlanjut.

Meski ada juga yang menyarankan menggunakan alat bantu supaya mulut tertutup seperti menggunakn perekat tertentu,namun menurut saya lebih baik meminta bantuan pasangan  dan membiasakan diri tidur dengan mulut tertutup tanpa bantuan alat.

 

5.Jaga Kebersihan Kamar Tidur.

Mendengkur bisa juga disebabkan karena alergi,kamar yang berdebu dan kotor bisa berakibat seringnya alergi atau terserang flu,untuk menjaga agar penyebab ini tidak terjadi selalu jaga kebersihan kamar.

Disamping menghindari alergi,kamar yang bersih dapat menciptakan suasana nyaman.

 

6.Konsultasikan ke Dokter THT.

Jika upaya yang dilakukan diatas tidak membuahkan hasil,apalagi mendengkur sudah dalam kategori berat,maka ambilah keputusan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jika ditemukan ada kelainan atau penyebab serius lain dokter ahli bisa saja mengambil keputusan untuk melakukan pembedahan,sebagai plihan terakhir.

Namun pastikan diri bahwa tindakan yang tepat adalah menjaga dan menghindari sebelum terlanjur menjadi parah./dari berbagai sumber.

 

Baca Juga:

Begitu Pentingnya Sarapan Pagi,Kita Perlu Tahu

 

 

loading…

Tinggalkan Balasan