Agus Riyanto 6 Maret 2017
Sukses buat pemalas

Logikanya secara pandangan umum malas adalah faktor penyebab orang gagal untuk sukses.Lantas apakah benar orang yang sukses itu adalah orang orang yang rajin?dalam hal ini adalah mereka orang yang rajin bekerja,ternyata pandangan itu tak sepenuhnya benar.
Banyak orang yang sangat rajin bekerja dari pagi bahkan hingga malam hari kehidupanya datar saja bahkan kadang harus tertatih menanggung cicilan bank atau kredit kendaraan.Mereka hidup dengan dikejat target bulanan.

Coba perhatikan sekitar anda pernahkah ada kamu lihat orang yang lebih suka malas bekerja tapi kehidupan ekonominya lebih baik?Mereka tidak suka bangun pagi lebih suka begadang tapi kok ada saja yang bahkan ekonominya lebih baik dari mereka yang sangat rajin dan sibuk bekerja?memang jumlah ini tidak banyak tapi bukankah bisa menjadi bahan kajian kenapa hal itu bisa terjadi.

Bekerja sebagai karyawan atau apapun pekerjaanya itu bagus karena memberikan suatu kepastian akan pendapatan bulanan atau mingguan bahkan ada yang harian,sayangnya bekerja semacam itu adalah hal yang paling tidak disukai orang orang pemalas.Namun tahukah bahwa seorang pemalas bekerja tidak selamanya mengindikasikan jauh dari sukses,orang yang sangat sangat pemalas sekalipun sama mereka punya obsesi untuk minimal bertahan hidup dan untuk yang lebih extreme adalah sang pemalas yang berobsesi sukses secara finansial.

Dengan sebuah obsesi dan mimpi seorang pemalas tidak akan berpikir dimana dan bagaiman mencari dan mendapatkan pekerjaan yang bergaji besar karena pada prinsipnya orang orang pemalas tidak mau bekerja karena tekanan dari atasanya.Nah yang demikian inilah kemudian menjadi pemicu kenapa orang orang malas bisa meledakan kungkungan pandangan tentang malas itu miskin malas itu tidak sukses dan sebagainya.

Mereka mencari jalan keluar bagaimana minimal bertahan hidup ibarat kan saja orang orang yang lebih suka nongkrong diterminal mereka kemudaian mendapatkan komunitas dan tahu bagaimana mencari jalan untuk hidup,entah menjadi calo entah menjadi tukang parkir akhirnya biar dia malas bekerja nyatanya mereka bertahan untuk terus hidup,bahkan bisa menyamai buat mereka yang bekerja dari pagi hingga malam di sebuah perusahaan dengan gaji UMR.

Tidak sedikit juga kisah kisah sukses berawal dari orang malas,mereka yang kerjaanya begadang main di warnet hingga larut malam dan bangun selalu kesiangan,karena sudah menjadi kebiasaan hidupnya.Orang orang seperti ini tidak sedikit menemukan jalan mendapatkan uang ada yang kemudian bergabung dengan komunitas jual beli ya dengan modal seadanya mereka bisa menjual barang daganganya lewat internet dengan mudah karena kepiawainya dalam dunia internet yang sudah menjadi bagian keseharianya.Contoh yang lebih bagus lagi sudah begitu banyak orang Indonesia yang membuktikan menjadi internet marketer profesional,menjadi profesional adsense berkat kecintaanya terhadap internet,yang secara umum kalangan menengah kebawah orang yang kerjaanya cuma main internet dan begadang digolongkan sebagai orang orang yang malas bekerja.Lebih mencengangkan lagi profesi mereka bahkan bisa mengalahkan gaji seorang pegawai negeri sekalipun.Bagi para gamer atau kita sebut sebagai tukang maen game di warnet bisa aja menjadi seorang ahli dibidangnya tentu dengan syarat jangan tanggung tanggung mesti total menjadi gamer hingga menguasi seluk beluk game,jika seseorang telah ahli bisa saja mereka kemudian merambah bukan sekedar memainkan game tetapi bisa menjadi pengembang game kalaupun tidak sejauh itu para gamer ini bisa membangun website tentang game yang berisi tentang pengetahuanya dan bisa di monetisasi atau dikembangkan menjadi mesin uang.

Banyak orang orang pemalas jusru memiliki ide ide yang cemerlang bagaimana mendapat uang tanpa bekerja payah,cukup sedikit upaya namun hasilnya nyata,orang seperti ini jika mereka memfokuskan pada idenya bukan tidak mungkin akan lebih sukses dari mereka yang bekerja.

Sebagai contoh lain orang yang yang malas tidak akan mau mendorong gerobak bakso dan menjual nya keliling kampung,mereka akan lebih suka bagaimana caranya bisa mendapatkan gerobak bakso dan memberikan gerobaknya kepada orang lain dan dia hanya duduk dirumah menanti laporan laba dari si penjual bakso,apa yang perlu di pikirkan si pemalas adalah bagaimana caranya mendapatkan gerobak bakso tersebut,buat mereka yang beruntung bisa saja dia mendapat cuma cuma dari orang tuanya atau pinjaman dari kawanya,bagi sebagian mereka harus kembali melanjutkan malasnya dengan mencari modal gerobak sebagai broker jual beli motor atau mobil atau usaha usaha sejenis yang ada di sekitarnya.

Yah orang pemalas tidak selamanya menjadi masalah dalam keluaraga lingkungan dan negara sekalipun,apa yang perlu ditegaskan adalah setiap orang malas minimal adalah orang orang yang punya ide dan mimpi kemudian berkeinginan dan mengambil upaya mewujudkanya karena ukuran orang sukses bukan mereka yang rajin bekerja melainkan yang mampu mewujudkan mimpi dan idenya,dengan mampu mewujudkan mimpi dan ide yang terus berkembang bukan tidak mungkin para pemalas inilah yang akan memperkerjakan mereka orang orang yang rajin bekerja.

Yuk,teruskanlah malas..malas yang memberdayakan.

 

Tinggalkan Balasan