Agus Riyanto 20 Maret 2017

Nganggur Salah Kerja Gak Betah,Pernah gak ngerasain nganggur yang cukup lama?banyak para pekerja kontrak atau kerja yang bukan kerja tetap mengalami hal ini,kayaknya gitu lah.Duit  habis,utang kesana kemari waduh sedih gak seh?nah bagi yang lagi ngerasain hal kayak gini pasti bete,stress dan sebagainya campur aduk.Boro-boro hidup mewah bertahan hidup aja udah untung duh kasianya ya.Tenang bro,jangan putus asa ayo semangat cari peluang bisa cari kerja lagi atau sementara nunggu kerja baru cari bisnis ringan kerja sambilan,biar ngilangin suntuk dan lelah karena usaha cari kerja,bisa jualan atau bantu bisnis kawan yang penting dapetin duit halal,hajar.

Pengangguran emang jadi beban pikiran ya,status pengangguran juga gak keren kalo mau ditunjukin ke mertua,belum lagi mama,papa yang uring-uringan karena kerjanya yang doyan molor jadi gunjingan tetangga.Emang seh kalau nasib belum mendapat kerja rasanya cari kerja jadi berat banget,terasa sangat-sangat sulit.Kadang-kadang giliran ada panggilan kerja tapi gajinya aduuh,jauh dari layak dan gak bakalan cukup buat pengeluaran bulanan,meski kata orang biar gaji kecil tapi kerja enak nyantai gitu katanya,la kerja nyantai kalau gajinya juga nyantai dan malas ya malah repot dan stress juga nantinya ya.Akhirnya suatu saat ada juga neh gaji besar,wah ini yang dicari lagi-lagi kerja inipun ada tapinya gajinya besar tapi aku harus ke negeri seberang di Afrika sana waduh,bahaya tuh.Apa boleh buat dompet dah sekarat aku sikat aja lah biar cuma jadi kuli di negara beda benua,tapi gaji lumayan lah gaji satu bulan bisa dapet BMW satu,BMW yang udah ditabrak kereta Jakarta-Surabaya.

Akhirnya sampai juga di Nigeria negara paling berbahaya sedunia,konon.Takut dan senang karena dapet juga tuh kerja.Bergabunglah saya di atas kapal kecil milik negara British ini,ada 6 orang disana dan hanya ada kami berdua dari Indonesia yang ternyata meraka semua orang bule dari Inggris dan dua tentara Nigeria yang menjadi pengawal kami selama di sana.Wah kerjanya dikawal broo,luar biasa diriku pikirku.Perut lapar saat kami berkenalan dengan mereka begitu aku tanya kita makan apa?ada nasi gak?rupanya nasipun gak ada hanya ada kentang dan makanan gak jelas dan itupun belum lagi bisa dimakan,karena ternyata komandan kapalku menunjuku hari ini jatahku masak buat mereka semua,maaak…mati aku,seumur-umur baru kali ini dapet kerja harus masak pula,mana gak tahu masak ini yang di masakin si kulit putih dan si kulit hitam langsat,pokoknya stress pertama kerjaku.Western Food?la wong,masak mi instant ama bikin rujak aja aku gak pinter ini suruh masak yang barangnya aja aku gak pernah lihat kayak apa.Untung Tuhan masih mendengar kesedihan saya aku berdoa semoga masakanku enak atau palingg gak,bisa mereka makan dan gak bikin mules perutnya,entar repot soalnya WC nya cuma dua.Hari pertama aku beruntung karena aku bisa menjalani dengan baik dengan masakan Western ala HiNyong,mereka makan sampai terpejam-pejam entah barangkali kasinan atau kepedesan,semua berkat bantuan om google,terima kasih google atas pencarian resepnya.

Hari berlalu,hingga bulan ke dua serasa ada yang gak beres karena rasanya kami berdua bekerja sudah sebaik-baiknya namun dimata mereka kami selalu ada yang salah,meski jabatan kami sama dengan orang Inggris ini ternyata saya yang selalu mendapat jatah memasak,setiap kerja yang berat telunjuknya mengarahku.Mulailah hilang selera akan gaji besar(menurut standar kuli) kalau rasa sudah gak betah semua bayangan gaji besar hilang tidak seperti waktu kami membayangkan saat kami sedang mencarinya.Namun kontrak kami masih sangat lama tepatnya lima bulan lagi,rasanya makin lama saja hari demi hari.Tidak ada alasan bagi kami mencari jalan pulang,kecuali mau mengganti ongkosnya dan membiayai ongkos penggantiku.Jadi ya aku turuti saja kontrak kerjaku berusaha membaur dengan mereka dan mulai membiasakan diri dengan cara hidupnya,akhirnya kami dekat dan mereka bisa memaklumi kelebihan -kekuranganku,mungkin inilah kemenangan dari mengalah untuk menang akhirnya lambat laun jatah memasak kami di gilir,mereka mulai paham ketidak sukaan kami.Aku terus bertahan meski rindu keluarga,aku selalu membayangkan susahnya jadi pengangguran ketika rasa bosan dan stress melanda,aku kembali untuk bersikap baik bahkan bercanda dengan mereka,hingga akhirnya aku menang karena aku berhasil menghabiskan kontraku,banyak pelajaran yang bisa diambil buatku,salah satunya mengenal teman-teman baru dari seberang nan jauh disana.Saatnya pulang tiba kami kembali dikawal dua mobil patroli polisi layaknya pejabat negara menuju Bandara di Nigeria,terima kasih semua teman-teman dan syukur aku panjatkan akhirnya aku pulang juga,bergembira lagi bersama keluarga.

 

 

Tinggalkan Balasan