Agus Riyanto 16 April 2017
Pemecahan masalah pada anak

Pemecahan Masalah Pada Anak Usia Dini

Setiap manusia dapat dipastikan mempunyai masalah,pemecahan masalah merupakan satu dari berbagai keterampilan manusia yang sangat penting karena itu anak kita juga perlu belajar agar bisa menjadi individu yang kreatif dan selalu optimis terhadap permasalahan hidupnya.

Pemecahan masalah pada anak usia dini merupakan keterampilan pada anak-anak dengan cara belajar sendiri namun perlu  bimbingan bapak/ibu dan anggota keluarga pada umumnya. Seperti keterampilan lain, ia  adalah suatu yang bisa diajarkan dari pertama dan dikreasikan dalam berbagai hal dari kegiatan keseharianya.

Mungkin kita dan generasi sebelumnya belajar pemecahan masalah secari alami dari kita sendiri, namun pada perkembanganya sekarang ini orang tua di harapakan memberikan kontribusi terhadap perkembangan anak kita termasuk pembelajaran pemecahan masalah pada anak usia dini.Berikut tahap-tahap yang bisa di aplikasikan terhadap buah hati kita.




 

1.Mencari Akar Permasalahan.

Ini adalah langkah awal dalam pemecahan masalah.Ketika sudah diketahui permasalahanya maka menjadi mudah untuk mencari pemecahanya,pada anak-anak yang masih balita kadang mereka tidak tahu bagaimana mendeskripsikan permasalahnya atau mengungkapkan permasalahanya,disinilah peran kita sebagai orang tua untuk selalu bisa menjadi pendengar yang baik dan mengarahkan bagaimana cara menyampaikan permasalahanya.

Anak yang murung dan menangis kadang memiliki hasrat yang tidak terpenuhi ada beberapa kendala bagi balita untuk mengungkapkan masalahnya bisa juga karena rasa takut untuk membicarakan keinginanan atau permasalahanya membuat anak cenderung hanya menangis.Anak yang murung dan menangis atau perangai buruk yang ditanggapi dengan memarahinya bisa jadi malah membuat anak menjadi penakut,atau malah sebaliknya dia akan meniru kelakuan orang tuanya dan menjadi anak yang cenderung suka marah-marah ketika dia merasa ada masalah.

Studi menyatakan usia balita adalah peniru ulung,untuk itulah orang tua dan perangai buruknya mesti di jauhkan dari jangkauan anak-anak.

 

2.Mencari Kemungkinan Pemecahan Masalah.

Setelah akar permasalahan terdeteksi maka kita orang tua bisa membiarkan anak mencari solusinya sendiri apa kemungkinan yang bisa dia buat agar permasalahanya terselesaikan,ketika anak mencapai tahap ini kita hanya perlu memberi masukan yang positif kepadanya sekiranya ada yang salah dalam pengambilan tindakan.

Suatu contoh seorang balita merasa sangat tidak nyaman dan sudah diketahui permasalahanya karena karena dia mengenakan kemeja pada siang hari yang panas,maka solusi mengganti kemeja dengan kaos yang nyaman adalah pilihan yang tepat dalam tahap ini cobalah membiarkan anak mengatasi masalahnya sendiri membiarkan anak mencari baju yang tepat sendiri dan kita hanya perlu mengawasinya ketika ada kesalahan yang perlu diperbaiki,namun jangan lupa kasih penjelasan agar dia ingat ketika menghadapi permasalahan yang sama di kemudian hari.

Mungkin tidak semua tindakan anak tepat pada awalnya,dan ini hanya masalah waktu dan kebiasaan,anak yang terbiasa akan lebih paham dan kreatif dalam mengatasi masalahnya sendiri.

 

3.Biarkan Anak Mengambil Keputusanya.

Ketika anak sudah mulai aktif dan mampu mengambil keputusanya cobalah membiarkan anak mencari solusi dan keputusanya sendiri,suatu contoh ketika anak makan yang pedas maka anak akan merasa tidak nyaman anak yang sudah paham pasti tahu minum air putih adalah solusi yang tepat,cobalah membiarkan anak kreatif mengambil gelas dan menuang air putih sendiri,namun dalam prakteknya selalu perhatikan jika hal-hal tertentu jika ia membahayakan,ketika ini berulang kali terjadi anak semakin terampil dan membuat orang tua bangga dari pada melihat anak yang lebih banyak merengek dan meminta diambilkan air putih untuknya.

Jangan lupa sesuaikan umur dan kemampuan anak pada tahap ini.

 

4.Bantu dan Terus Ajari Cara Pemecahan Masalah.

Tidak semua permasalahan anak harus diajarakan untuk ditangani sendiri,bahkan kenyataanya orang dewasapun memerlukan bantuan orang lain jika memiliki permasalahan yang komplek.

Karena itu tanamkan anak kita bahwa meminta bantuan itu sah dan boleh saja jika dirinya merasa tidak mampu atau ragu terhadap penyelesaian masalahnya,mengajarkan pada anak untuk meminta bantuan ketika mengambil barang diats lemari yang tinggi kepada orang dewasa itu lebih tepat dibandingkan membiarkan anak memanjat atau menyusun kursi untuk memanjat lemari yang akan memberi resiko tinggi terhadap anak kita.

 

Ulangi terus langkah-langkah diatas pada setiap kasus yang berbeda,rutinitas dan disiplin akan membuat semua berjalan baik dan bisa menjadi perilaku dan kebiasaan,dengan semakin  baiknya kempuan pemecahan anak sejak dini maka annak mampu mengatasi permasalahnya sendiri sesuai usianya dan bisa membuat anak lebih mandiri serta tidak cengeng juga memiliki perilaku yang lebih baik selama lingkungan mendukungnya.

Upaya mendidik anak yang berterusan dan mengajarkan anak sesuai usianya secara bertahap adalah kunci keberhasilan membuat anak yang lebih kreatif dan menyenangkan.Ajari dengan sabar,jangan memarahi anak jika melakukan kesalahan yang tidak sengaja dia buat.Perangai memarahi dan sifat buruk yang ditunjukan kepada anak malah akan berdampak buruk,anak akan meniru menjadi anak yang pemarah atau sebaliknya akan menjadi anak yang tidak percaya diri karenanya./dari berbagai sumber.

 

Tinggalkan Balasan