Agus Riyanto 13 Maret 2017

Kehamilan Pertama Bagi Keluarga Baru,Siapa seh yang tidak mengharapakan keturunan dari hasil pernikahan yang indah?Berbeda dengan masa-masa pacaran sebuah pernikahan cenderung lebih membutuhkan pengertian lebih,ketika kita mulai menginjak dewasa dan memasuki masa dimana orang semestinya menikah hal yang sering kita dengar adalah “kapan neh mau nikah?”, ya hal ini membuat kita kadang bete apalagi belum ada calon pasangan.

Terutama para cewek hal ini kadang menjadi hal agak mengganggu bukan?

Nah setelah upaya dan do’a serta ikhtiar nanti akan ada pertanyaan  pertanyaan baru,setelah terjawab pertanyaan diatas karena kini telah mendapatkan pasangan hidup.

Ketika awal-awal menikah maka banyak sekali teman sahabat dan keluaraga mengucapakan selamat dan satu pernyataan dan bukan lagi sekedar pertanyaan yang sebenarnya lebih semacam do’a,” Mudah-mudahan cepet dapat momongan(anak),ya!”.Momen indah bagi pasangan baru tentunya begitu banyak yang peduli dan mendo’akan kita.

Hari berlalu,minggu,bulan bahkan tahun buat pasangan yang belum di karunia Tuhan satu keturunanpun mungkin mulai was-was,apalagi mulai banyak muncul pertanyaan tetangga yang maksud pertanyaanya baik namun menyedihkan  terutama bagi pihak perempuan “udah ada momongan belum?”, ya itu kayak sudah menjadi perTanyaan tradisi bagi masyarakat kita.

Hal yang perlu diketahui disini adalah kita perlu selalu menyikapi semua itu dengan baik anggap saja pertanyaan mereka sebagai do’a.

Jawaban yang mungkin kita sampaikan adalah ” Doa’in aja ya mudah-mudahan cepat di karunia anak”.Daripada kita sewot dan menyangkal dengan kata-kata seperti “Apa urusan kamu?”.

Itulah beberapa alasan kenapa rata-rata keluarga baru begitu senang dan bangga ketika mendapat kabar kehamilan pertamanya,entah lewat tes sendiri ataupun dari pemeriksaan medis.

Ketika istri diketahui hamil maka yang menjadi pusat perhatian adalah sang calon ibu dan bukan lagi pasangan apalagi suami,tetangga banyak yang memberi respon positif dan saudara banyak yang mebincangkan kehamilanya,sebagai suami sudah sewajarnya mengucapakan selamat kepada sang istri dan memberikan perhatian lebih apalagi dia bakalan menjadi pusat perhatian baru,begitu banyak nasehat- nasehat keluarga entah orang tua ataupun saudara mngenai kehamilanya,bahkan tetanggapun ikut andil dalam hal ini.

Banyak sekali mitos yang berkembang yang melarang ini dan itu sebagai tradisi masyarakat kita.

Sebuah mitos kadang ada benarnya namun tidak sesikit hanya sebuah cerita warisan yang diragukan kebenaranya.Disini pentingnya mencari informasi dari sumber yang tepat dari dokter/media kesehatan terpercaya tentang larangan dan yang diharuskan selama masa kehamilan.

Baca Juga:

Teori Pengertian dan Memahami Pasangan Kita



Kehamilan pertama akan ada banyak perubahan bagi ibu muda ini dan yang umum terjadi adalah perubahan selera,sang istri cenderung lebih suka terhadap buah-buahan yang asam,sebagai suami perlu mengerti tentang keadaan ini buat sebagian perempuan juga cenderung lebih manja dan membutuhkan perhatian lebih.Hal ini wajar terjadi karena adanya perubahan hormon pada istri.

Ketika istri mulai menyukai buah asam ada baiknya sang suami mengontrol konsumsinya,bagaimanapun konsumsi asam yang berlebih justru membahayakan janin.

Meski studi mengatakan kandungan buah asam seperti vitamin C memang sangat dianjurkan bagi janin untuk mencegah atau menambah daya tahan janin.Seorang suami yang baik harus mulai memberikan dukungan khusus pada masa-masa ini,jangan memaksakan istri terus bekerja sepanjang hari dan jangan pula memarahinya bila kadang ia mengeluh karena kepingin sesuatu tiba-tiba.Istirahat yang cukup

Istri perlu dukungan suami lebih saat kehamilanya

dan makan-makanan yang baik bagi janin,hindari makan makanan instan yang berlebih dan konsumsi makanan yang diawetkan seperti acar dan sebagainya.

Jaga kebersamaan dan pengertian antara pasangan adalah hal yang mutlak diperlukan,usahakan banyak-banyak lah waktu bersama dan jadilah suami siaga yang siap mengantar kemana istri pergi,jangan sering biarkan istri pergi tanpa suami atau pendamping karena dalam masa masa kehamilan pertama ianya rentan terhadap hal-hal tak terduga apalagi jika usia kandungan telah menginjak usia diatas 7 bulan.

Bagi sebagian pasangan meski kehamilan pertama adalah hal yang sangat ditunggu dan menjadi tolak ukur berhasilnya dalam membina rumah tangga nyatanya tidak sedikit sang suami justru tidak bisa mendampingi karena tugas kerja diluar kota atau bahkan di luar negri.

Dalam kasus ini maka komunikasi menjadi sanagat penting,berikanlah perhatian lebih dengan sering sering menelponya atau sekedar chating menanyakan keadaanya,jangan biarkan istri dirumah sendirian usahakan ketika ia di tinggal karena tugas sang istri selalu didampingi keluarganya atau paling tidak saudara yang bisa dipercaya agar sewaktu waktu bisa mengantar kemana istri ada keperluan.

Dan yang paling penting mintalah cuti awal -awal ketika istri hendak melakukan persalinan,saya yakin kehadiran suami saat persalinan menjadi hal yang menggembirakan istri,setidaknya ada dukungan moral menjelang proses persalinanya.Namun jika saat persalinanpun suami tidak bisa mendampingimya maka sangat dianjurkan agar memastikan keluarga selalu ada dan siap membantu saat-saat menjelang persalinan itu,komunikasi dan do’a untuk istri sangat penting dan berarti buat dia.Jangan sungkan mengucapkan sayang dan cinta buat istri pastikan istri selalu bersemangat menjelang proses kelahiranya.

 

Tinggalkan Balasan