Agus Riyanto 8 Maret 2017

Seperti di lansir oleh liputan6.com adanya tindakan main hakim sendiri yang terjadi di Jl.Letnan Sugandi Purbalingga Jawa Tengah,dan atas keterangan yang diberikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto,membenarkan adanya amuk masa terhadap seorang sopir yang ugal ugalan tersebut.

Ini adalah sebagai jawaban atas video yang sempat menjadi viral di Youtube.Dalam video berdurasi 05.33 detik tersebut nampak sopir membentak polisi Bripda Afifat,setelah dikejar pengemudi tersebut tertangkap dan dibuat bulan bulanan oleh warga dan polisi seperti di katakan Kombes Rukwanto “Masyarakata Sudah terlanjur marah dan polisi disitu punya keterbatasan sehingga terjadi pengeroyokan,setelah diselidiki ternyata polisi menemukan pengemudi tersebut telah menenggak minuman keras sehingga mabuk.Namun kini orang tersebut telah dikembalikan ke keluarganya”.

Dalam kesempatan itu Rikwanto juga menegaskan agar masyarakat seharusnya tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena hal itu bisa menjadi pelanggarana hukum dan diproses.Masyarakat diharapakan memaklumi dan menyerahkan kepada aparat atas kelalaian sopir yang ugala ugalan tersebut.

Sementara seorang polisi yang bertugas saat itu sekarang dalam penanganan pihak Propam kepolisian Purbalingga dan akan ditindak tegas jika terbukti besrsalah,demikian kurang lebih penjelasan Rikwanto.

Menangani kasus seperti ini kira kira apa yang ada dalam pikiran kita?Sudah banyak yang menjadi korban amuk masa kepada sopir yang ugal ugalan bahkan sopir yang secara tidak sengaja menabrak pengguna jalan pun sudah sering kita dengar.

Sudah hal yang umum,entah kesalahan masyarakat,sopir,atau,malah kepolisian yang perlu menaikan kredibilitasnya dalam penanganan hukum sehingga masyarakat lebih percaya?

Mudah-mudahan apapun itu ada pelajaran yang kita petik.

Tinggalkan Balasan