Agus Riyanto 17 September 2017

Membahas pergaulan bebas yang terasa semakin parah menjadi momok menakutkan para orangtua.

Apalagi bagi para orangtua yang memiliki anak perempuan.

Sebenarnya pembahasan pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja bukan hal baru.

Hanya saja seiring perkembangan jaman dan meningkatnya kemajuan tekhnologi sangat terasa dampaknya terhadap makin parahnya pergaulan bebas remaja di jaman sekarang ini.

Pergaulan bebas yang berakibat pada dampak buruk terhadap masa depan dan munculnya berbagai masalah terhadap remaja itu sendiri dan juga keluarga dan keresahan masyarakat.

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang,kehamilan diluar nikah hingga kenakalan remaja lain seperti tawuran antar pelajar merupakan beberapa kasus yang diakibatkan dari pergaulan bebas sekarang ini.

Masa remaja yang banyak orang menyebutnya sebagai masa transisi pencarian jati diri menjadi penyebab mudahnya mereka terperosok pada pergaulan yang salah.

Kemajuan tekhnologi informasi juga ikut mempengaruhi begitu cepatnya pergaulan yang salah dan keliru menular bukan saja remaja di daerah perkotaan namun menjangkau hingga ke pedesaan.

Kesalahan mengartikan kata gaul menjadi penyebab banyak remaja berperilaku diluar kewajaran,terjerumus dengan budaya berpacaran yang kebablasan yang ujung-ujungnya sangat merugikan masa depan terutama remaja putri.

Memang tidak semua remaja memiliki kebiasaan buruk seperti dicontohkan diatas,namun dari data yang ada di berbagai media internet kecendrungan kesalahan dalam pergaulan makin meningkat seiring kemajuan tekhnologi.

Banyak sekali ditemukan video adegan dewasa yang diperankan mereka remaja bawah umur,kebiasaan buruk lain pun sering dijumpai di internet.

Dan jumlahnya semakin lama semakin meningkat pesat,ini menandakan jika masyarakat kita terutama para remaja banyak yang terjerumus pada pergaulan yang salah.

Sebagai orang tua hal-hal semacam ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri,coba bayangkan seandainya kita sebagai orang tua tiba-tiba di sodori tontonan adegan tak senonoh dan ternyata pemainya adalah anak sendiri pasti akan sangat menyesakan dan sangat membuat kecewa.

Belum lagi kasus lain yang sering membuat orang tua selalu was-was akan pergaulan anak remajanya.

Tentu kita tidak ingin berbagai kasus seperti itu menimpa keluarga kita tercinta.

Apa yang dituliskan diatas merupakan kenyataan yang harus diantisipasi sejak dini oleh orang tua.

Setidaknya sebagai oran tua harus berusaha sebaik mungkin agar putra-putrinya selalu bergaul dengan lingkungan yang baik dan terhindar dari kesalahan memilih pergaulan.

Orang tua barangkali tidak mampu mengawasi seluruh aktivitas putra-putrinya,namun demikian masih ada upaya yang bisa dilakukan sebagai upaya mencegah sebelum sesuatu yang buruk terjadi.

Beberapa langkah yang mungkin bisa diambil untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas yang salah adalah:

1.Pendidikan Agama Sebagai Pondasi Yang Kuat




Agama selalu mengajarkan kebaikan dan mengajak untuk selalu menjauhkan dari perbuatan dosa.

Kewajiban beribadah dan berbuat baik inilah yang perlu ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dari kecil hingga menjadi kebiasaan hingga masa remajanya nanti dan seterusnya.

Jika pondasi agama kuat maka akan lebih mudah bagi para remaja untuk terhindar dari berbagai bahaya pergaulan yang salah.

2.Komunikasi Yang Baik Antara Orang Tua dan Anak.

Hal penting selanjutnya adalah membiasakan diri selalu dekat dan berkomunikasi dengan anak sedari kecil dan teruskan begitu hingga masa remajanya dan seterusnya.

Banyak orang tua yang terlalu cuek terhadap anaknya ketika anak mulai menginjak masa remaja,ini adalah kesalahan besar.

Ketika masa kanak-kanak orang tua sangat dekat dan ini semestinya terus berlanjut hingga masa ramaja dan setelahnya.

Jika kita membiasakan diri selalu dekat dengan anak kita bahkan hingga masa remajanya maka anak tidak akan sungkan menceritakan segala permasalahan dalam pergaulanya.

Tentu dengan kedekatan seperti ini kita sebagai orang tua akan lebih mudah memberikan masukan dan arahan yang baik kepada putra-putri kita.

Bahkan buat mereka yang berhasil menjalin kedekatan dengan anaknya,seolah anak nya seperti sahabat ketka saling curhat.

Ini bagus supaya masalah-masalah yang ada pada anak bisa dipecahkan dengan bantuan orang tua.

3.Batasi Waktu Keluar Rumah Terutama Malam Hari



Mungkin terkesan berlebihan ya,membatasi gerak anak sendiri.

Namun demi kebaikan sebaiknya menerapkan sistim pembatasan waktu keluar akan meminimalkan anak terjrumus ke pergaulan yang salah.

Seandainya suatu saat anak remaja kita mengharuskan pergi di malam hari,maka sebaiknya didampingi apalagi jika anak kita adalah perempuan.

Bepergian tanpa pengawasan di malam hari sangat beresiko terutama pada remaja putri.

Maka alangkah baiknya berhati-hati terhadap kemungkinan buruk daripada menyesal di kemudian hari.

4.Kenali Teman Pergaulan Anak

Mungkin terlalu sulit jika harus mengenali semua teman anak kita.

Namun begitu sebagai orang tua perlu tahu dengan siapa anak kita bergaul,minimal kita orang tua kenal dengan baik teman paling akrab atau sahabat akrab anak kita.

Ya dengan mengenal mereka maka kita orang tua bisa selalu memberikan masukan-masukan positif buat anak kita.

Namun perlu diingat usahakan semua bejalan dengan alami tanpa seakan memaksakan dan mendikte selama anak kita masih pada jalur yang baik dan benar.

5.Hati-Hati Dengan Tekhnologi

Kemajuan tekhnologi sejatinya sangat bermanfaat bagi memudahkan tugas manusia.

Namun tekhnologi juga memberi dampak buruk yang serius jika disalahgunakan.

Komunikasi makin tahun makin canggih,orang tua kadang tidak paham dengan tekhnologi berbeda anak remaja yang cenderung mengikuti trend.

Karenanya kita sebagai orang tua mau tidak mau memperhatikan hal-hal seperti ini.

Sosial Media seperti facebook,BBM dan berbagai platform lainya memudahkan orang untuk berinteraksi.

Ya,dari manfaat yang didapat tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan media ini untuk mengelabuai atau berbuat curang hingga penipuan dan penculikan.

Maka dari itu orang tua juga perlu paham akan dunia satu ini agar selalu bisa memberI masukan yang baik untuk anak-anak kita.


Mungkin anak kita tidak akan suka jika merasa diawasi dan selalu diatur dan dinasehati,namun demi kebaikan carilah solusi agar semua nasehat bukan seperti memberi nasehat.

Lebih kepada berbagi atau share sehingga anak kita tidak merasa jika dirinya sedang dinasehati,cara ini bisa dilakuakan dengan menjalin kedekatan dan keakraban yang baik dengan anak sendiri bahkan ketika berbagi layaknya sahabatnya sendiri.

Mudah-mudahan ada manfaatnya,terima kasih telah meluangkan waktu bersama HiNyong.

Silahkan jika ingin memberi komentar dan terimakasih jika mau membagikan artikel ini lewat sosial media anda.

Tinggalkan Balasan