Agus Riyanto 30 April 2017
Karyawan atau Pengusaha

Enak Jadi Karyawan Atau Pengusaha?.Pada kenyataanya terdapat pro kontra antara pilihan yang bagus antara bekerja sendiri dengan membuka usaha atau bekerja di perusahaan atau istilahnya menjadi karyawan.

Pada sebagian besar orang lebih memilih bekerja sebagai pilihan yang aman,dan merasa cukup dengan penghasilan bulananya meskipun hasil yang didapat tidak bisa menyamai para pengusaha yang sukses.

Sebagian orang lagi berkeinginan membuat usaha sendiri namun karena alasan modal banyak yang bekerja dengan alasan sambil mencari modal.Nah,pada sebagian kecil lagi tetap memilih menjadi pengusaha atau setidaknya menjalankan usaha sendiri meski kecil-kecilan.





Masing-masing punya kelebihan dan kelemahan,bahkan para pekerja yang secara umum lebih aman di banding membangun usaha yang susah nyatanya juga memiliki resiko seperti pemecatan sepihak,masa tua yang belum tentu ada jaminan karena pada perusahaan tertentu akan membatasi usia maksimal bahkan terkadang tanpa uang pensiun setelah bertahun-tahun mengabdi di sebuah perusahaan.

Faktor lingkungan dan keluarga bisa jadi banyak mempengaruhi sudut pandang terhadap faktor mana yang dianggap terbaik,orang yang terlahir dari keluarga pebisnis barangkali akan berpikiran bisnis adalah usaha yang paling baik,sementara bagi orang dari keluarga pegawai negeri bisa jadi menjadi pegawai adalah jaminan hidup yang aman.

Meski tidak selamanya tepat karena seiring berjalanya waktu pergaulan dan media informasi dan internet banyak ,mempengaruhi dalam penilaian ini.

Namun di sisi lain ada juga yang berpendapat bahwa menjadi pengusaha adalah pilihan terbaik namun mereka tetap bekerja sebagai karyawan,banyak yang mempunyai mimpi menjadi pengusaha namun karena alasan modal mereka membatalkan sementara niatnya.

Boleh dibilang tipe yang satu ini merupakan pekerja yang sebenarnya berjiwa pengusaha,sayangnya banyak yang dari tipe ini tetap bekerja dan tidak kunjung berani melangkah menjadi apa yang ia inginkan.

Salah satu alasanya mungkin ketika mereka masih sendiri niat untuk mencari modal adalah tujuanya bekerja,namun karena cita-citanya membuka usaha membutuhkan modal besar akhirnya bertahun-tahun niatnya belum terwujud.

Sayangnya pada mereka yang niatnya tidak pernah terwujud hingga berkeluarga,semakin sulit untuk bisa lepas dan berani melangkah memulai usaha.

Disamping kebutuhan yang semakin tinggi memulai usaha apalagi dari nol dianggap terlalu beresiko dengan kebutuhan harian dan bulanan yang tidak mungkin di tunda.

Meski begitu banyak juga loh,yang akhirnya menepati janjinya karena berhasil mendapatkan modal dan kemudian menjalankan usahanya.

Pada mereka yang berhasil memulai usahanya berarti mulai menapaki jalan yang sesuai dengan minatnya,meski dalam kenyataanya lagi-lagi usaha tersebut terpecah lagi ada yang mulus dan sukses ada yang tersandung bahkan bangkrut.

Apapun pilihan hidup kita tidak pernah ada yang melarang juga menghakimi mana yang terbaik.

Kebutuhan,keadaan dan pendidikan serta pengetahuan,keluarga dan lingkungan sangat mempengaruhi kemana pilihan mencari nafkah di tentukan.

Beruntung bagi mereka yang mencari nafkah sesuai dengan minatnya,karena banyak juga yang bekerja karena alasan kebutuhan dan bukan karena kecintaanya terhadap pekerjaanya.

Namun bagi mereka yang bekerja karena kebutuhanya dan tidak mencintai pekerjaanya juga harus bersyukur karena ribuan orang barangkali menganggur dan sudah siap jika sewaktu-waktu menggantikan posisi anda.

Begitupun bagi yang tidak bekerja dan sedang mencari jalan keluar,berdo’a lah dan berusaha,kita harus tetap bersyukur dan percaya rejeki takan lari jika kita mau mencari.

Yang paling penting pada hal ini selalu belajar dan terus memperbaiki diri,karena pada kenyataanya menjadi karyawan ataupun membangun usaha mempunyai kekurangan.

Memaksimalkan potensi yang kita miliki,dan selalu berusaha yang terbaik baik pada karir ataupun membangun usaha.

Setidak-tidaknya setiap manusia harus memiliki gambaran seperti apa  puncak karir atau usaha yang akan dicapai.

Mempunyai gambaran atau peta rencana dari hari ini hingga masa tua nanti adalah hal yang baik.Tidak akan pernah sama satu sama lain karena banyak faktor yang mempengaruhi.



Namun begitu kita sah-sah saja mencontoh pada satu cara pencapaian kesuksesan tertentu dari orang-orang yang lebih dulu berhasil.

Menjadi karyawan atau membangun usaha adalah pilihan,bahkan bisa saja jika berkeinginan menjadi pengusaha namun masih bekerja,ada juga cara biar membangun usaha diawali sambil bekerja sebelum pada akhirnya menjatuhkan pilihan melepas status karyawan ketika usaha anda berhasil.

 

Jadi enak jadi karyawan atau usaha sendiri?Jawabanya tergantung masing-masing orang terhadap sudut pandangnya.

Pada postingan sebelumnya saya juga sudah membahas hal ini,silahkan biar nambah informasi:

 

Rahasia Jadi Karyawan dan Pengusaha

 

 

Jadi apa yang paling bagus untuk dipilih?Yang paling bagus adalah memaksimalkan potensi kita sesuai apa yang kita rencanakan dalam menjalani karir ataupun membangun usaha atau ke dua-duanya.

Semoga Sukses,Amin.

loading…

Tinggalkan Balasan